One Night One Love

One Night One Love
Bab 40 : Provokasi


__ADS_3

Ayah Larissa kini diselidiki tentang kebenaran kasus narkoba. Dia berlindung di bawah nama perusahaan milik keluarga Wijaya. Benar saja Tuan Wijaya bahkan tidak tahu bahwa bawahannya Herman yang merupakan Ayah Larissa menggunakan nama perusahaan untuk perbuatan kotornya. Padahal Tuan Wijaya sudah menganggap Herman seperti sahabatnya.


"Panggil Herman ke kantor pusat sekarang, suruh dia menemui saya di ruangan saya" ujar Tuan Wijaya cukup marah.


Pesan ini segera dikirimkan ke kantor cabang khususnya untuk kepala cabang. Mendengar perintah itu Ayah Larissa segera ke kantor pusat untuk menemui Tuan Wijaya.


"Apa yang sebenarnya terjadi di kantor cabang Herman?" tanya Tuan Wijaya masih minta penjelasan.


"Begini Tuan perusahaan kita di tuduh atas pengedaran narkoba kepada beberapa pelanggan VIP kita Tuan, tapi sepertinya itu perbuatan dari keluarga Wesly. Baru semalam kami mengetahui puteranya Wesly yang bernama Thomas Edward Wesly menyamar menjadi pegawai kantor cabang Tuan. Dia menggunakan nama William dan menyamar untuk merusak nama baik perusahaan kita" ujar Herman mulai mengarang cerita.


"Kamu tidak berbohong?" tanya Tuan Wijaya lagi.


"Tentu saja tidak Tuan" jawab Herman.


"Herman aku sudah menganggap mu seperti teman dekatku mengingat anak kita pernah bersama sewaktu kuliah" ujar Tuan Wijaya mulai membahas masalah pribadi.


"Iya saya tahu Tuan, saya pun begitu" jawab Herman.

__ADS_1


"Apakah anak kita tidak bisa bersatu lagi Tuan?" tanya Herman tidak tahu diri.


"Larissa sudah kembali ke Indonesia" lanjutnya lagi.


"Aku tidak bisa mengatur masalah percintaan, itu adalah pilihan anak-anak kita" ujar Tuan Wijaya.


"Baru-baru ini saya mendapat kabar bahwa Tuan Muda Bryan dekat dengan puteri dari keluarga Wilson Tuan" ujar Herman lagi mulai memprovikasi.


"Saya tahu, dia sudah mengenalkan nya pada kami" ujar Tuan Wijaya.


"Apa? itu tidak mungkin" ujar Tuan Wijaya.


"Benar Tuan, puteri dari keluarga Wilson yang saat ini dekat dengan Tuan Muda Bryan pernah dijodohkan dengan anak sulung dari keluarga Andreans, tapi sepertinya puteri Wilson tidak mau dan menolak" ujar Herman dengan penuh semangat.


"Saya akan memeriksa dulu apa yang kamu katakan, saya tidak bisa asal-asal membuat keputusan, bagaimanapun ini menyangkut kebahagiaan Bryan" lanjut Tuan Wijaya lagi.


"Baik Tuan saya juga akan memeriksa kembali" jawab Herman pura-pura peduli.

__ADS_1


******


Seminggu berlalu saat William yang bernama asli Thomas akhirnya menemukan bukti yang kuat bahwa Ayah Larissa yaitu Herman yang mengkambing hitamkan nama keluarganya. Hal ini diketahui ketika seorang pelayan yang bekerja sebagai pembersih rumah di keluarga Thomas kedapatan pernah mencuri stempel saat membersihkan ruang penyimpanan berkas berharga. Hal itu diketahui saat para bawahan memeriksa seluruh cctv di semua tanggal tanpa melewatkan sedikit pun.


"Kamu jujur sama saya untuk apa kamu mencuri stempel keluarga Wesly" ujar Thomas sangat marah.


"Maaf Tuan Muda saya terpaksa, seseorang mendatangi saya dan bersedia memberikan seratus juta jika saya berhasil memberikannya stempel keluarga Wesly. Dia hanya memakainya sebentar untuk dua kali stempel pada dua buah surat Tuan" ujar Pelayan itu menjelaskan.


Akhirnya saat itu diketahui seluruh bawahan bergerak mencari pria yang disebutkan. Pria itu di dapatkan bekerja untuk keluarga Herman si ketua cabang. Kini bukti sudah jelas dan Thomas akhirnya memerintahkan untuk menangkap Herman dengan bukti yang sudah ada.


Herman sudah selesai di kantor dan hendak pulang menaiki mobilnya. Ternyata di dalam mobil sudah ada seseorang di bangku belakang yang siap dengan bius di sapu tangannya. Herman terkejut tidak bisa menolong dirinya sendiri dan pingsan.


Para bawahan Thomas dengan cepat segera membawa Herman ke markas pertemuan untuk di tanyai. Thomas sudah tidak sabar menyelesaikan kasus ini secepat mungkin dan fokus mendekati Seira.


"Bawa dia" ujar Thomas pada bawahannya.


"Baik Tuan" jawab para bawahannya.

__ADS_1


__ADS_2