One Night One Love

One Night One Love
Bab 56 : Laci Meja Rias


__ADS_3

Laura dan Freddin saling tatap saat tahu Seira sudah kembali ke rumah utama mereka. Biasanya Seira selalu menolak diajak untuk kembali ke rumah. Bagaimana bisa dia yang begitu keras kepala memilih untuk tinggal di rumah lagi.


"Kamu percaya sama yang Papa ucapkan?" tanya Freddin tidak percaya.


"Papa mungkin berbohong untuk menyenangkan kita?" tanya Laura lagi.


"Benaran Kak Seira mau tinggal bareng kita?" tanya Freddin untul kedua kali.


"Ayo kita periksa kamarnya" ajak Laura yang juga tidak percaya.


Mereka naik ke lantai dua tepatnya menuju kamar Seira. Saat mereka membuka pintu terlihat kamar sudah rapi dan banyak barang-barang milik Seira. Dua koper yang tersusun rapi di atas lemari juga membuat keduanya tersadar bahwa Papa mereka tidak berbohong.


"Sepertinya Papa tidak bohong" ujar Laura.


"Kamu benar sayang, barang-barang Kak Seira semuanya berada disini" jawab Freddin senang.


"Akhirnya keluarga kita utuh kembali sayang" teriak Laura begitu senang Kakak iparnya sudah kembali.


"Kamu bakal ada teman bermain disini agar kamu tidak kesepian lagi sayang" ujar Freddin bahagia.

__ADS_1


"Iya benar sayang" jawab Laura yang kemudian memeluk suaminya.


Saat Laura tengah sendiri di kamar Seira, dia ingin memberikan oleh-oleh untuk Seira. Itu sebuah cincin batu mulia yang sungguh indah. Laura bingung hendak meletakkannya dimana agar lebih surprise.


Setelah beberapa saat berpikir Laura berinisiatif untuk meletakkannya di laci meja rias Seira. Hal ini dia lakukan agar cincin tidak berada di tempat terbuka dah hilang begitu saja.


Betapa terkejutnya Laura saat membuka laci itu. Dia melihat sebuah tespack garis dua terpapar di dalam laci. Laura terkejut hingga mengurungkan niatnya untuk meletakkan cincin itu disana.


Laura akhirnya keluar dari kamar Seira dengan perasaan campur aduk. Dia akan menyerahkan cincin itu nanti setelah Seira pulang ke rumah.


******


"Kamu kenapa Seira harusnya kamu juga mendengar cerita dariku" ujar Bryan saat menunggu Seira.


Satu jam kemudian gadis cantik itu keluar dari kantor dan menuju parkiran. Bryan yang melihat hal itu langsung bersiap menumui Seira. Dia segera keluar dan menemui Seira yang sedang menuju mobilnya.


"Seira tunggu" ujar Bryan menahan Seira.


"Kamu ngapain disini?" tanya Seira.

__ADS_1


"Aku tidak bisa putus denganmu, ini sungguh tidak adil" ujar Bryan.


"Tidak adil apanya? kamu bahkan sudah punya anak dengan wanita lain" jawab Seira.


"Tidak ada bukti Ra, bisa aja aku dijebak, dia hanya ingin aku nikahi tanpa memperlihatkan anak itu atau hasil tes DNA, dia bahkan tidak mau aku tahu keberadaan anak itu, bukankah itu sangat aneh?" tanya Bryan.


"Mungkin saja dia takut sama kamu dan menyembunyikannya" ujar Seira.


"Oke walaupun dia takut dan menyembunyikan anak itu pastinya dia bisa membuat tes DNA jika memang anak itu benar keturunanku" ujar Bryan logis.


"Aku tidak tahu itu urusan kalian" jawab Seira.


"Jangan begitu Ra, aku sungguh tidak punya anak dengannya" jawab Bryan.


"Darimana kamu begitu yakin? memangnya kamu pernah sadar kalau lagi punya anak?" tanya Seira mengingat dirinya sendiri tengah hamil.


"Bukan begitu, jika aku memang punya anak aku akan bertanggung jawab, tapi dia bahkan tidak memberitahu aku bukti nyata baik itu anak atau hasil tes" ujar Bryan lagi.


"Sudahlah Bryan aku tidak mau lagi mendengar apa-apa darimu, kita sudah putus" ujar Seira kemudian meninggalkan Bryan yang sedang putus asa.

__ADS_1


__ADS_2