
Freddin, Laura, dan Kevin tiba di kontrakan Seira setelah setengah jam di perjalanan. Kevin melihat tempat yang ditinggali Seira tidak cocok sama sekali dengan wanita pujaannya itu.
"Bagaimana bisa dia tinggal di sini?" tanya Kevin pada Freddin.
"Awalnya aku juga tidak percaya Kak, tapi itulah yang terjadi" jawab Freddin.
"Dia ingin menjalani gaya hidup sederhana" tambah Freddin lagi.
Seira yang mengetahui Adik dan sahabatnya datang segera membukakan pintu untuk mereka. Dia senang sahabatnya sudah kembali ke Kota mereka dan menyelesaikan S2 nya.
"Kevin, Laura" ujar Seira seraya memeluk mereka.
"Kalian apa kabar?" tanya Seira.
"Sehat Kak, Kak Sharon bagaimana?" tanya Laura kembali.
"Kakak sehat sayang" jawab Seira bahagia melihat mereka berdua.
"Kamu sehat Vin?" tanya Seira.
"Sehat, kamu kenapa tinggal di tempat seperti ini? tanya Kevin to the point.
"Udah, udah masuk dulu, nanti kita cerita di dalam" ajak Seira.
"Aku dilupain nih?" tanya Freddin.
"Ayo adikku sayang" ledek Seira pada Freddin.
Mereka berbincang-bincang di kontrakan Seira hingga lupa waktu. Seira akhirnya menceritakan kepada Laura dan Kevin tentang alasannya keluar dari rumah.
"Kak Sharon itu hanya salah paham" ujar Laura.
"Kakak tahu tapi Kakak belum siap Lau" jawab Seira.
"Kamu tenangin diri aja dulu, kembalinya kalau sudah siap saja" ujar Kevin yang tidak pernah memaksakan kehendak terdahap Seira.
"Aww kamu memang paling mengerti Vin" ledek Seira.
Laura dan Freddin pulang terlebih dahulu dan menyisihkan Seira berdua dengan Kevin. Seira yang takut Kevin bertanga yang aneh-aneh padanya memutuskan mengajak Kevin jalan-jalan keluar.
__ADS_1
"Vin belanja yuk" ajak Seira.
"Ayo aku teraktir kamu belanja sepuasanya, uang mu pasti tidak sebanyak dulu karna keluar dari rumah" ledek Kevin.
"Enak aja, uang aku tetap jalan tuh, tapi lebih enak pake uang mu, hahaha" balas Seira.
Mereka pergi ke Mall milik keluarga Wijaya dikarenakan Mall itu yang terbaik dan terbesar di kota. Seira mulai berjalan-jalan dan mencari apa yang dia inginkan. Seira mulai membeli pakaian terbaik yang ia lihat.
Saat mereka tiba di dekat Toko tempat terakhir kali Seira berantam dengan Bara dab Vera, dua manusia menjengkelkan itu muncul lagi. Tapi kali ini mereka tidak menghampiri Seir. Wanita livik Vera dengan cepat mengambil handphone miliknya dan memoto beberapa gambar saat Seira menggandeng sahabatnya itu.
"Rasain kamu Seira, ketahuan selingkuh" ujar Vera.
"Sekarang kita punya cara merusak hubungan Seira" lanjut Vera lagi.
"Bisa-bisa nya dia mengatakan kita tukang selingkuh, padahal dia juga mempermainkan banyak pria" ujar Bara kesal.
"Apa perlu kita labrak dia?" tanya Bara lagi.
"Gak perlu sayang kita hanya perlu memperlihatkan foto ini ke pacarnya" jawab Vera licik.
********
"Kita ini sahabatnya mbak, kami ingin memberikan informasi kalo pacar Bryan selingkuh" ujar Vera.
"Iya mbak bilang aja seperti itu, Bryan akan langsung menemui kami" lanjut Bara.
"Kalo Mas dan Mbak sahabat Tuan Bryan kenapa tidak menghubunginya langsung saja lewat telepon, pasti kalian punya kalau kalian sahabatnya" jawaban cerdas dari petugas informasi.
Kebetulan Diko sahabat Bryan lewat dari sana. Dia mendengar nama sahabatnya di sebut-sebut. Dia mendekat untuk memastikan dirinya tidak salah dengar bahwa sahabatnya sudah punya pacar dan selingkuh.
"Kalian cari Bryan?" tanya Diko penasaran.
"Iya, kamu siapa ya?" tanya Vera langsung lembut melihat cowok tampan dihadapannya.
"Aku sahabatnya Bryan, sebentar aku telpon Bryan" jawab Diko semakin penasaran.
Diko menelpon Bryan sekai tapi belum diangkat. Tidak menyerah dia mencoba kedua kalinya hingga akhirnya diangkat oleh Bryan.
"Ada apa? aku tidak ikut ke party" ujar Bryan seperti biasa dengan nada kasar.
__ADS_1
"Sabar Bro gua gak ngajak lu party, ini ada yang cariin lu, katanya pacar lu selingkuh" jawab Diko to the point.
Bryan terdiam akan hal itu, dia sadar kalau dia tidak punya pacar. Tetapi satu-satu orang yang mengetahui dia punya pacar walaupun hanya bohongan adalah orangtuanya dan juga pasangan kekasih locik Bara dan Vera.
"Kasih telponnya ke mereka" ujar Bryan dengan nada dingin.
"Halo Tuan Bryan ini Vera, yang waktu itu makan siang bersama dengan pacar Tuan, Seira selingkuh dan aku punya bukti fotonya" ucap Vera secara detail.
"Baiklah segera temui aku di kantor ku, aku ingin melihat langsung" ujar Bryan tidak ingin Diko ikut campur.
"Halo Bro gua ikutan ya, kapan lu punya pacar?" tanya Diko.
"Nggak, lu gak diajak" jawab Bryan singkat seraya menutup teleponnya.
" Lihat dong wajah pacar Bryan" ujar Diko.
"Maaf kami dilarang Bryan untuk memberitahu anda" ujar Bara.
Bara dan Vera pergi meninggalkan Diko yang penuh rasa penasaraan. Dia tidak menyangka sahabatnya yang dingin itu akhirnya punya pacar lagi. Derita masa lalu yang menyakitinya belum sembuh dan sekarang pacar barunya malah selingkuh.
Visual Diko sahabat Bryan yang kocak dan menginginkan sahabatnya untuk segera melupakan masa lalu. Dia bersusah payah membuat Bryan berkencan dengan wanita baik itu dengan cara yang gila. Lelaki ini tidak ingin sahabatnya menderita teru-menerus.
***********
"Ini fotonya, mereka belanja banyak dan sepertinya barang-barang mewah" ujar Vera.
Bryan melihat foto itu dengan kekecewaan. Itu bukan lelaki yang ia lihat saat di minimarket, ini lelaki yang berbeda lagi dengan tampilan kelas yang sama. Pria tampan dan bahkan lebih fashionable dari pria pertama. Kharisma pria dalam foto tersebut sangat terlihat dan membuat Bryan semakin cemburu.
"Sebenarnya siapa dia? kenapa pria yang ditemuinya semua dari kelas atas" ujar Bryan dalam hati.
Rasa penasaran Bryan membuat dirinya berpikir macam-macam terhadap Seira. Mungkin saja dia wanita penghibur kelas atas pikir otak Bryan yang akan pecah. Dia kecewa tetapi semakin penasaran dengan wanita yang bahkan mengetahui harga perhiasan Ibunya.
"Siapa kamu Seira" batin Bryan.
Setelah memberikan Veran dan Bara imbalan dan menyuruh mereka pergi, Bryan segera bergegas menuju lokasi tempat foto diambil. Dia berharap Seira dan lelaki itu masih di situ.
Dia menghubungi tim CCTV untuk mencari tahu keberadaan mereka berdua. Petugas mengatakan bahwa keduanya terakhir terlihat saat hendak masuk restoran.
__ADS_1
Bryan segera pergi menuju restoran tempat mereka makan. Syukurnya mereka belum keluar dari Mall itu, jadi Bryan dengan mudah mengakses lokasi mereka. Bryan berjalan dengan penuh pertanyaan, tentang siapa, kenapa, dan harus bagaimana perlakuan mya terhadap Seira. Dia tidak tahu kenapa dirinya semarah dan secemburu ini terhadap wanita yang baru saja ia kenal.