
Bryan tengah menatap Seira dengan tatapan penuh kasih sayang. Wanita itu tertidur dengan kepala bersender di bahu Bryan. Film bioskop sudah hampir habis tapi Seira masih nyenyak dalam tidurnya.
"Kenapa kamu sangat cantik" guman Bryan pada wanita yang sedang tidur itu.
"Bagaimana bisa aku baru menemukan gadis sepertimu" lanjutnya lagi.
Bryan mengelus rambut halus milik Seira dan mencium keningnya pelan agar tidak membangunkan gadis itu. Setelah beberapa menit film habis Seira mulai membuka matanya. Sayu-sayu matanya memandangi pria tampan disampingnya yang menyambut dengan senyuman.
"Aku tertidur ya" ujar Seira.
"Tidak apa-apa, kalau masih ngantuk kamu bisa melanjutkan tidur lagi" jawab Bryan.
Seira menggeleng atas saran yang diberikan Bryan. Dia menyesal karena tidak menikmati film yang telah disiapkan Bryan. Lelaki itu tidak mempermasalahkan hal itu dan lebih suka melihat wajah Seira yang tadi tertidur daripada film itu sendiri.
"Aku juga tidak menikmati film nya kok" ujar Bryan.
"Kenapa?" tanya Seira heran.
"Aku lebih suka melihat wajahmu" ujar Bryan.
Seira semakin membuka hati untuk Bryan yang berusaha merebut perhatiannya. Walaupun terkadang Seira masih menolah, namun Bryan memperlihatkan kesungguhannya.
"Kamu belum luluh ya?" tanya Bryan lagi.
"Kasih aku waktu ya" jawab Seira.
Mereka meninggalkan bioskop dan menuju restoran favorit Bryan. Dia memilih beberapa hidangan yang sangat direkomendasikan restoran tersebut. Seira tersenyum melihat Bryan yang peka bahwa dia sedang lapar tanpa memberitahunya.
"Bagaimana bisa kamu tahu aku sedang lapar?" tanya Seira.
"Tentu saja, kita kan sudah menonton film tadi, pasti kamu sekarang sedang lapar" ujar Bryan lagi.
Setelah makan Bryan mengantarkan Seira kembali ke kontrakannya. Terlihat Kevin Leo Andreans sedang menunggu Seira di depan rumahnya. Seira terlihat sedikit panik melihat hal itu.
"Dia sahabat mu itu kan?" tanya Bryan saat Seira belum keluar dari mobil.
"Iya dia Kevin" jawab Bryan.
Seira turun dari mobil diikuti pleh Bryan di belakangnya. Kevin yang melihat sahabat yang dia sukai bersama dengan lelaki lain membuat dirinya cemburu. Terlebih-lebih lelaki itu adalah Bryan Vero Wijaya dari PT. Wijaya yang merupakan saingan keluarga Andreans.
"Kamu dari mana?" tanya Kevin.
"Kami habis kencan" jawab Bryan tanpa menunggu Seira memberikan jawaban yang lain.
"Ha?" ujar Kevin kaget.
"Ooo pacar pura-pura itukan" lanjut Kevin lagi mengingat mereka ada kontrak pacar sementara yang pernah diceritakan oleh Seira kepadanya.
"Bukan kali ini pacar beneran" jawab Bryan tidak mau kalah.
__ADS_1
"Udah-udah jangan berdebat" pinta Seira yang tidak suka melihat keributan antara kedua lelaki itu.
Mereka bertiga masuk ke kontrakan Seira dengan penuh emosi. Bryan dan Kevin menunggu di ruang tamu saat Seira sedang menyiapkan minuman mereka.
"Kamu harus jauhi Seira" ujar Kevin.
"Gak bakal, harusnya kamu yang ngalah" pinta Bryan.
"Aku gak bakalan pernah nyerah untuk dapatkan hati Seira" ancam Kevin.
"Tidak masalah, yang jelas pemenangnya adalah aku" ledek Bryan.
Seira datang dengan tiga gelas teh di manpannya. Melihat keduanya tengah berdebat lagi membuat Seira melerai dan mengancam mereka untuk pulang jika mereka masih saling bermusuhan.
"Harusnya kalian akrab" ujar Seira.
"Kenapa kami harus akrab" bantah Bryan.
"Siapa juga yang mau akrab denganmu" ujar Kevin tidak mau kalah.
"Stopp, cukup ya kalian pulang saja" pinta Seira.
"Tidak mau" ujar kedua lelaki itu serentak.
"Wah giliran yang begini saja kalian kompak" ledek Seira.
"Aku pamit dulu Seira, aku mengalah untuk pulang terlebih dahulu karena aku pria dewasa" ujar Kevin.
"Seseorang tidak akan pulang sebelum aku pulang" sindir Kevin lagi.
Setelah Kevin pulang Seira menggeleng-gelengkan kepalanya ke arah Bryan. Laki-laki itu sudah tertidur saat Seira ke depan mengantarkan Kevin ke mobil untuk pulang. Dalam waktu sesingkat itu Bryan bisa tidur dengan nyenyak. Seira duduk di samping kepala Bryan dan mengelusnya. Dia sadar bahwa pria itu sangat tampan dan memesona.
"Kamu mengelus kepalaku" ujar Bryan terbangun karena sentuhan dari tangan Seira.
"Kamu belum tidur" ujar Seira kaget.
"Udah, tapi tanganmu yang hangat membangunkanku" ujar Bryan menggombal.
"Aku cemburu kamu dekat dengan Kevin" lanjut Bryan lagi.
"Kenapa?" tanya Seira.
"Sejak dulu kamu sudah mengenalnya, aku hanyalah orang baru" ujar Bryan seraya raut mukanya berubah menjadi menyedihkan.
"Udah kamu pulang sana" ujar Seira.
"Kamu tega sekali menghusirku, aku lapar" rengek Bryan.
Seira memasak dua porsi ramyon untuk mereka berdua. Bryan sangat menikmati ramyon buatan Seira dengan penuh cinta.
__ADS_1
*********
Seira berangkat ke kantor dengan taxi, Bryan terkena deman setelah pulang dari rumahnya semalam. Wanita itu bergegas karena takut terlambat dan dimarahi atasan.
"Pagi Seira cantik" ujar William manis.
"Pagi Wil" jawab Seira.
"Just Wil? aku panggil kamu cantik loh tadi" tanya William.
"Jadi harus pakai ganteng?" ledek Seira.
"Jelas dong" jawab William pasti.
Setelah Seira berada di mejanya, Miranda dan Larissa menghampirinya. Seira menyambut kedatangan mereka dengan senyuman.
"Pagi Seira" ujar Larissa pura-pura baik.
"Iya pagi Sa" jawab Seira.
"Tadi Larissa cerita sesuatu padaku tentang mantannya itu" ujar Miranda.
"Oh ya bagaimana?" tanya Seira dengan polosnya.
"Aku menceritakan bagaimana aku ditinggalkan demi wanita lain" ujar Larissa berbohong.
"Dasar laki-laki kejam" balas Miranda kesal.
"Dimana kamu mendapatkan lelaki seperti itu" tanya Seira.
"Kami dulu kuliah di Amsterdam bersama" jelas Seira.
"Berarti kalian pacaran saat di Amsterdam?" tanya Miranda.
"Iya, kami putus saat kelulusan karena wanita lain" ujar Larissa mengarang.
Mereka bertiga bercerita dengan antusias tentang wanita yang merebut mantan Larissa. Seira sama sekali tidak tahu bahwa mantan Larissa adalah pacarnya.
"Dia tega meninggalkanku padahal kami sudah begitu" ujar nya dengan bahasa halus.
"Udah begitu maksudnya hubungan suami istri?" tanya Miranda polos.
"Iya, aku sedih sekali" ujar Larissa menipu mereka berdua.
"Dasar pria brengsek, dia berani memperlakukan wanita seperti itu, siapa namanya?" tanya Seira.
"Lain kali aku akan memberitahu kalian siapa pria itu" ujar Larissa takut ketahuan.
Setelah selesai menggibah, mereka melanjutkan kerja seperti biasa. Siangnya mereka makan siang bersama dan kembali menggibah. Larissa selalu menambahi bumbu di setiap kalimat yang keluar dari mulutnya. Seakan-akan semua itu salah mantannya yang selingkuh darinya. Padahal yang selingkuh Larissa sendiri dengan Owen sampai punya anak dan wanita itu juga yang memutuskan hubungannya dengan Bryan saat anniversary mereka. Tanpa merasa bersalah dia mengarang cerita versinya sehingga Miranda dan Seira benci pada laki-laki itu.
__ADS_1