One Night One Love

One Night One Love
Bab 64 : Pernikahan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, kesehatan Bryan perlahan membaik. Kini dia tampak bugar dan penuh percaya diri. Persiapan pernikahan mereka semakin baik. Bryan yang mulanya hanya beristirahat total menghabiskan waktu nya menemani calon istrinya mengurus persiapan pernikahan mereka.


"Sudah semua kan sayang, kamu tidak boleh terlalu lelah" ujar Bryan.


"Iya sayang aku tahu, lusa kita akan menikah aku sudah tidak sabar" jawab Seira.


"Kamu senang bukan?" tanya Bryan.


"Tentu saja sayang, kalau kamu?" tanya Seira lagi.


"Tentu saja aku sangat bahagia sayang" balas Bryan.


Bryan memeluk erat Seira dan mencium keningnya. Dia sangat menyayangi wanita yang akan menjadi ibu dari anaknya.


"Makasih ya sayang" ujar Bryan penuh arti.


"Sama-sama sayang, aku sungguh bahagia melihat kamu sudah sehat" jawab Seira.


"Kita akan memulai hidup baru, kita harus bahagia dengan buah hati kita" jawab Bryan.


"Tentu saja sayang" jawab Seira.


Semua undangan telah disebarkan. Keluarga jauh Bryan dan Seira yang tinggal di luar kota sudah berkumpul di rumah Seira. Mereka turut memberi selamat kepada Seira atas pernikahannya. Tiket bulan madu ke Swiss telah dipersiapkan dan menjadi kado dari Laura dan Freddin beserta seluruh hotelnya.


"Kamu tidak perlu terlalu capek saat acara lusa, ingat kesehatan anak kita tetap nomor satu sayang" ujar Bryan.


"Iya sayang aku paham" jawab Seira.


Seira turut mengundang Larissa ke pesta pernikahannya. Akan tetapi Larissa menolak dan dia mengatakan bahwa dia sudah berada di luar negeri. Dia mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan pada pasangan itu. Larissa berharap mereka bahagia dengan anak mereka kelak.


"Kamu sungguh wanita yang spessial sayang" ujar Bryan kagum dengan sikap bijaksana calon istrinya.


"Aku juga bangga punya kamu sayang" jawab Seira memeluk mesra Bryan.


Thomas yang sudah mulai melupakan Seira juga turut memberikan selamat. Dia sudah memulai lembaran baru dengan Miranda. Thomas tahu cinta Seira tidak akan pernah berhasil dia rebut dari Bryan. Thomas juga sadar bahwa cinta Bryan begitu besar pada Seira.


"Aku mulai membuka hati untuk Miranda" ujar Thomas saat curhat pada Seira.


"Miranda sudah menyukaimu sejak awal, kamu jangan menyia-nyiakan rasa yang kini selalu ada menemanimu" nasehat Seira.


"Aku tahu, Miranda sangat baik padaku" balas Thomas.


"Aku juga sangat mendukung hubungan kalian" jawab Seira.


"Kamu jangan lupa datang ke pernikahanku dengan Miranda, dia akan menjadi brisemaid ku" ujar Seira mengingatkan.

__ADS_1


"Tentu saja kamu tidak perlu khawatir" balas Thomas.


Yuna dan Kevin juga turut diundang sebagi brisemaid dan groomsman. Mereka juga akan menyusul menikah di akhir tahun. Kevin sudah memperlihatkan keseriusannya pada Miranda. Dia sudah yakin bahwa Miranda lah yang menjadi pelangi untuk kehidupannya yang penuh hujan.


"Aku juga akan menikah di akhir tahun, pastikan kamu harus datang dan menyaksikan kebahagiaanku" ujar Kevin.


"Tentu saja aku dan Bryan akan datang, kamu tidak usah khawatir" balas Seira.


"Seira aku mau kamu selalu bahagia, kamu tahu kan bahwa aku sahabat yang tidak akan meninggalkan mu di kala susah" balas Kevin.


"Aku tahu, kamu tenang saja aku akan membujuk Tante agar merestui hubungan kalian" jawab Seira.


"Makasih Ra" jawab Kevin bahagia.


*******


Dua hari kemudian pesta pernikahan di gelar besar-besar an oleh keluarga Bryan dan Seira. Mereka tampil memukau dan membuat para undangan terkesima. Bryan memegang lembut tangan istrinya dan memberikan kecupan hangat.


"Kamu cantik sekali sayang" bisik Bryan mesra.


"Kamu gombal terus ya" balas Seira.


"Bryan Vero Wijaya bersediakah kamu menjadi suami dari Sharon Diandra Wilson...."


"Bersedia" ujar Bryan tersenyum.


"Bersedia" jawab Seira dengan senyuman penuh arti.


Para hadirin bertepuk tangan dan beberapa ada yang meneteskan air mata. Laura dan Freddin terharu melihat pernikahan Kakaknya yang berakhir dengan baik. Mereka yang akan segera punya anak turutan bahagia atas pernikahan Kakaknya.


"Kalian harus bulan madu tanpa memikirkan beban apapun" ujar Laura saat mereka hendak pergi.


Pesta pernikahan telah usai dan pengantin akan segera pergi. Seira dan Bryan langsung naik peswat menuju Swiss. Laura dan Freddin mengantarkan mereka di bandara.


*******


Sesampainya di Bandara, Freddin memeluk erat Kakaknya dan memberi nasehat. Dia ingin Seira selalu bahagia apapun yang terjadi. Freddin juga meminta Bryan untuk selalu menyayangi Kakaknya dan tidak membuat Seira menangis.


"Aku tahu dia masih kekanak-kanakan, tolong bimbing dia Kak" ujar Freddin pada Bryan.


"Kamu tenang saja, Kakak akan menjaga Seira dengan baik" jawab Bryan.


"Kakak jangan biarkan satu malam pun menjadi sia-sia" bisik Laura nakal pada Seira yang tersipu malu.


"Kamu tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik" jawab Seira.

__ADS_1


"Tapi Kakak harus hati-hati agar kandungan Kakak tidak terluka" tambah Laura lagi.


"Iya Laura kamu tidak perlu khawatir" jawab Seira.


Kedua nya segera berangkat karena jadwal mereka sudah hampir terlambat. Mereka berpamitan satu sama lain dan berpisah.


Sesampainya di Swiss Bryan membangunkan Seira yang tengah tertidur. Mungkin Seira kelelahan selama di perjalanan.


"Sayang bangun sudah sampai" bisik Bryan.


"Iya sayang aku sudah bangun" jawab Seira akhirnya terbangun oleh bisikan Bryan.


Mereka segera pergi menuju hotel yang sudah dipersiapkan oleh Freddin dan Laura. Kamar hotel sudah dihias khusus untuk pengantin baru. Mereka disambiut dengan baik sebagai tamu VVIP.


"Kamar nya bagus sekali sayang" ujar Seira merasa senang.


"Jika Tuan dan Nyonya ada keperluan lain hubungi saja kami" ujar pelayan itu.


Bryan segera membantu Seira melepaskan gaunnya agar mereka mandi bersama. Sejak tadi Bryan sudah kegerahan sama hal nya dengan Seira.


"Siapa yang mandi duluan?" tanya Seira.


"Kita mandi bersama" jawab Bryan.


"Aku tidak mau" balas Seira merinding.


"Itu akan sangat nikmat sayang" bisik Bryan nakal seraya mengelus punggung Seira.


"Bryan stop" ujar Seira merasa geli.


Setelah perdebatan panjang, Bryan akhirnya kalah dan Seira mandi terlebih dahulu. Setelah Seira selesai mandi, wanita itu keluar dengan rambut basah.


"Aku sudah tidak tahan lagi" ujar Bryan yang hendak mandi.


Bryan menarik tangan Seira yang masih pakai handuk. Pria itu mendudukkan Seira di pangkuannya. Bryan duduk di atas tempat tidur dan mulai menatap Seira yang berada di pangkuannya.


"Kenapa sayang, kamu mandi dulu" ujar Seira.


"Aku tidak mau" balas Bryan.


"Tidak mau bagaimana sayang" ujar Seira lagi.


Bryan mulai mengecup bibir mungil Seira secara perlahan. Tangan Bryan mulai naik ke bagian atas Seira. Wanita itu mende*** keenakan. Bryan mulai menuntun Seira ke atas tempat tidur. Bryan melakukannya dengan perlahan karena Seira tengah hamil. Dia tidak ingin melukai janin yang berada di perut Seira.


"Sayang...." ujar Seira dengan muka panas.

__ADS_1


"Sedikit lagi sayang" ujar Bryan.


Setelah beberapa saat keduanya terbaring lemas dan saling berpelukan satu sama lain.


__ADS_2