One Night One Love

One Night One Love
Bab 54 : Jalur Hukum


__ADS_3

Vera memasang muka kecut dengan perlakuan Seira yang tidak takut padanya. Bara mencoba menenangkan Seira dan membujuknya agar tidak marah.


"Kenapa sih kamu punya mantan yang seperti itu?" ujar Vera.


"Dia memang seperti itu sayang, orangnya sombong biarkan saja" jawab Bara.


"Kamu belum bisa ya lupakan dia?" tanya Vera marah.


"Tentu saja aku udah lupain dia sayang, dia tidak berguna" jawab Bara.


Bara dan Vera akhirnya pergi setelah puas menjelek-jelekkan Seira. Seira yang tidak peduli dengan keberadaan mereka kembali ke ruangannya. Dia memanggil sekretaris yang ditugaskan Ayahnya untuk membantunya.


"Kamu kenal Bara dan Vera?" tanya Seira pada sekretaris itu.


"Kenal Nona mereka anak magang yang baru saja diterima" jawab Sekretaris.


"Aku ada hak tidak untuk memecat mereka?" tanya Seira.

__ADS_1


"Tentu saja Nona, perusahaan cabang ini sepenuhnya di bawah kendali Nona Sharon" jawab Sekretaris itu.


"Baiklah aku akan menunggu waktu yang tepat, kita lihat saja bagaimana reaksi mereka nanti" guman Seira.


Sementara itu di sisi lain Bryan tampak mabuk-mabukan resah dan gelisah semenjak ditinggalkan oleh Seira. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk membuat Seira kembali ke sisinya.


"Tuan sepertinya Nona Larissa sudah menemui Nona Sharon" ujar mata-mata.


"Pantas saja Seira tiba-tiba memutuskan aku dia pasti sangat marah dan kecewa" ujar Bryan sangat marah.


"Ayo kita temui Larissa aku tidak mau masalah ini berlarut-larut" jawab Bryan.


"Larissa keluar kamu" ujar Bryan.


"Ada apa sih ribut-ribut? kamu sudah tidak sabar menikah denganku?" ledek Larissa.


"Aku sudah habis kesabaran menghadapimu, katakan saja apa mau mu, kamu hanya merusak nama baikku" ujar Bryan.

__ADS_1


"Sudah aku bilang aku hanya mau kamu bertanggung jawab dan menikahiku" jawab Larissa dengan gampangnya.


"Atas dasar apa aku harus bertanggung jawab? harusnya kamu malu dengan dirimu sendiri, kamu yang memutuskan hubungan kita tanpa memberitahu apa-apa, sekarang dengan mudahnya kamu meminta dinikahi, apa itu masuk akal!" ujar Bryan sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Tentu saja itu masuk akal, biar bagaimana pun dia anak kamu" jawab Larissa.


"Lagipula kenapa kamu begitu berani bertemu dengan Seira dan memberitahunya tentang hal yang tidak jelas dan belum tentu benar, kamu sendiri tidak berani memberikan tes DNA kepadaku" ujar Bryan.


"Agar kalian segera putus, aku muak melihat hubungan kalian" jawab Larissa.


"Sudahlah Larissa jangan berpura-pura lagi, apa yang kamu inginkan? harta bukan?" ujar Bryan sudah mulai kasar.


"Tentu saja harta tidak cukup, aku harus menyandang status Nyona Bryan" ujar Larissa yang membuat Bryan begitu marah.


"Larissa stop, kamu benar-benar tidak masuk akal, kalau kamu begini terus aku akan melaporkan mu atas kasus pencemaran nama baik, kamu bahkan tidak punya bukti yang membuktikan anak itu adalah anakku" ujar Bryan segera pergi meninggalkan kediaman Larissa.


Larissa terdiam mendengar ucapan Bryan, dia tidak mengira Bryan begitu berbeda dengan dirinya di masa lalu. Ada sedikit penyesalan dalam diri Larissa telah meninggalkan Bryan demi laki-laki seperti Owen. Kalau saja dia tidak berkhianat mungkin sekarang dia sudah menjadi istri Bryan.

__ADS_1


"Bagaimana ini, mungkin dia serius akan melaporkan kasus ini melalui jalur hukum" ujar Larissa sedikit takut.


__ADS_2