One Night One Love

One Night One Love
Bab 58 : Permintaan Mantan


__ADS_3

Larissa masuk ke ruangan Bryan dan disambut tatapan tajam dari pria itu. Tampak wajah penuh rasa benci menyelimuti diri Bryan. Wajah itu bukanlah wajah yang dikenali Larissa selama ini. Dulu wajah itu selalu membuat dirinya tersenyum dan bahagia. Dia sungguh menyesal telah meninggalkan berlian demi sebuat batu bata.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Bryan.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ujar Larissa.


"Kamu ingin mengatakan apa lagi, gak puas kamu udah misahin aku dari Seira?" tanya Bryan.


"Aku minta maaf" jawab Larissa singkat.


"Maaf? aku tidak salah dengar bukan" jawab Bryan.


"Kamu sama sekali tidak salah dengar, aku sungguh minta maaf padamu karena telah menghancurkan hubungan mu yang romantis" jawab Larissa.


"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Bryan.


"Awalnya aku ingin menjadi istri mu sehingga dengan mudah mendapatkan semua yang aku inginkan" ujar Larissa.


"Kenapa? dulu waktu aku melamar mu kamu malah menolak mentah-mentah" ujar Bryan.


"Aku sungguh menyesal Bryan, saat itu aku sangat bodoh tidak bisa membedakan yang tulus dengan yang jahat" ujar Larissa.

__ADS_1


"Kamu salah Larissa, aku yang salah tidak bisa menilai mu saat itu" jawab Bryan.


"Iya aku tahu aku yang salah, makanya aku benar-benar minta maaf padamu" ujar Larissa.


"Sebenarnya apa mau mu? kenapa kamu tiba-tiba minta maaf setelah semua yang kamu lakukan?" tanya Bryan mulai bertanya tentang inti kedatangan Larissa.


"Aku akan mengakui semuanya" ujar Larissa.


"Maksud mu mengakui apa?" tanya Bryan.


"Sebenarnya aku berbohong mengatakan bahwa aku punya anak dengamu" ujar Larissa.


"Haha aku sudah pikir hal itu, tidak mungkin kamu punya anak" ujar Bryan.


"Maksud kamu?" tanya Bryan tidak mengerti.


"Bukankah semua foto kamu hamil dan lainnya itu palsu?" tanya Bryan memastikan.


"Aku benar-benar hamil dan punya anak saat kita putus Bryan, aku sudah khilaf dan berbuat jahat padamu" ujar Larissa.


"Aku sungguh tidak mengerti kamu harus jelas menceritakan semuanya" ujar Bryan.

__ADS_1


"Waktu annive kita yang terakhir aku tengah mengandung anak dari Owen, saat itu aku khilaf dan dia tidak mengizinkan ku untuk menggugurkan anak itu" ujar Larissa dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu hamil anak Owen? kamu sungguh kejam Sa" ujar Bryan.


"Aku tahu dan aku minta maaf, aku akan menebus kesalahan ku dan tidak akan mengganggu mu lagi dengan Seira" ujar Larissa.


"Dia sudah tidak mempercayaiku, bahkan kami sudah putus" ujar Bryan bersedih.


"Aku tahu kamu begitu menyayangi Seira, tatapan mu ke Seira penuh cinta seperti yang dulu kamu berikan padaku, aku akan membantu mu baikan dengan Seira dan menjelaskan semuanya" ujar Larissa.


"Kenapa tiba-tiba kamu mau membantuku? kamu tidak ada maksud tersembunyi bukan?" tanya Bryan lagi.


"Aku tidak ada maksud tersembunyi ataupun niat jahat padamu, aku hanya ingin minta tolong satu hal saja padamu" ujar Larissa.


"Apa itu?" tanya Bryan.


"Owen ingin memisahkan aku dari anakku Zelyn, aku mohon kembalikan aku dengan anakku, aku tidak bisa berpisah dengan Zelyn" ujar Larissa memohon seraya menangis.


"Ternyata kamu masih punya hati nurani, setidaknya kamu masih menyayangi anak mu" ujar Bryan.


"Tolong aku Bryan, ini akan menjadi permintaan terakhir ku, aku hanya ingin hidup damai dengan puteriku" ujar Larissa lagi.

__ADS_1


"Baiklah aku akan membantumu, segera bawakan aku informasi dan data lengkap tentang anak mu, aku akan merebutnya dari Owen" ujar Bryan.


"Baiklah, terimakasih Bryan, aku akan segera mengirimkan semua informasi mengenai Zelyn" ujar Larissa.


__ADS_2