
Kevin Leo Andreans tengah berjalan menelusuri jalan setapak dengan tas kerja di tangannya. Hari ini dia pulang lebih cepat untuk menikmati hidupnya. Supirnya disuruh pulang terlebih dahulu agar ia bisa mengendarai mobilnya sendiri.
Saat sedang berjalan terlihat seorang anak perempuan tengah menangis tersendu-sendu. Terlihat anak itu tengah menjatuhkan lolipopnya tanpa sengaja ke tanah. Saat Kevin hendak menolong anak itu, seorang wanita sudah mendahuluinya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya wanita itu.
Anak kecil itu hanya menggelengkan kepala nya. Badan nya tidak terluka, dia hanya tidak sengaja menjatuhkan permen lolipopnya.
"Lolipopku terjatuh, uangku sudah habis untuk membeli yang baru" ujar sang anak.
"Kamu tidak usah menangis, ayo kita beli yang baru" ujar wanita itu.
Anak kecil dan wanita itu saling menggenggam tangan dan berjalan ke arah toko. Wanita itu memberikan tiga buah permen lolipop untuk anak kecil itu.
"Ini untuk dimakan besok, jalan lupa sikat gigi ya" ujar wanita itu tersenyum seraya mengelus rambut anak itu.
Kevin terpesona melihat perilaku wanita itu. Tanpa sadar kakinya mengikuti langkah wanita cantik itu hingga berhenti di sebuah Cafe kecil di ujung jalan.
Flashback seminggu yang lalu
Kevin mendatangi kontrakan Seira dengan beberapa makanan yang disukai wanita itu. Terlihat Seira yang sedang menunggunya di teras rumah. Kevin tersenyum dan memberikan oleh-olehnya seraya duduk disamping Seira.
"Kamu sedang bahagia ya?" tanya Kevin pada Seira.
"Tidak, aku hanya merasa lebih hidup beberapa waktu belakangan ini" jawab Seira tersenyum.
"Aku tahu alasan mu bahagia" ujar Kevin lagi.
"Kenapa?" tanya Seira penasaran.
"Sepertinya kamu sudah benar-benar menyukai Bryan" ujar Kevin dengan nada sedih.
"Sungguh?" tanya Seira lagi.
"Iya, aku tahu bagaimana kamu sedang jatuh cinta, lagi-lagi aku terlambat" tutur Kevin.
"Kev, kamu kan tahu kalau aku sudah menganggap mu sebagai saudaraku sejak kita masih kecil" ujar Seira.
"Iya aku tahu, belakangan ini aku juga sedang berpikir untuk menyerah, sepertinya kita memang tidak ditakdirkan bersama" jelas Kevin.
__ADS_1
"Sejak dulu aku selalu menyukaimu dan mengejarmu, tapi perasaanmu tidak pernah berubah, kamu bahkan lebih nyaman dengan pria yang baru kamu temui" Kevin terlihat sangat sedih saat mengucapkan kalimat itu.
"Maafkan aku Kev, kamu tahu cinta itu tidak bisa dibuat-buat" ujar Seira menyesal.
"Tidak apa-apa Ra, tapi kamu harus tetap menganggapku sebagai saudaramu ya, bagaimanapun kita besar bersama" ujar Kevin lagi.
Seira memeluk Kevin dengan tulus. Dia tahu Kevin laki-laki baik yang selalu hadir di kehidupannya. Tetapi Seira tidak bisa memaksakan dirinya untuk menyukai Kevin. Perasaan sayangnya pada Kevin murni sebagai seorang sahabat bahkan seperti keluarga bagi Seira.
Kevin juga sadar bahwa Seira tidak pernah menganggap dirinya lebih. Dia ingi mengakiri perasaannya agar Seira bahagia dan tidak merasa terbebani oleh perasaannya. Kevin juga sadar bahwa Bryan sudah berhasil mencuri hati Seira yang dingin.
"Semoga kamu menemukan sosok wanita yang benar-benar akan membuatmu bahagia Vin" ujar Seira tulus.
"Semoga begitu" jawab Kevin tersenyum.
"Kejar kebahagiaanmu Seira, aku tahu kamu benar-benar menyukai Kevin" ujar Kevin lagi.
"Apa kamu merasa kami pasangan yang serasi?" tanya Seira.
"Tentu saja, keluarga Bryan juga setara dengan kita, pasti kalian akan mendapatkan restu" ujar Kevin lagi.
"Aku berharap begitu, aku juga tidak menyangka bisa membuka hati lagi pada pria yang baru aku kenal" ujar Seira.
***********
(Kembali ke cerita)
Kevin memasuki Cafe tempat wanita itu berhenti. Saat memasuki Cafe, Kevin tidak menemukan sosok wanita pemberi lolipop itu. Mata Kevin mencari ke setiap ujung Cafe dan tidak menemukannya.
Saat Kevin hendak keluar, wanita cantik tadi muncul dari balik ruangan khusus staf dengan pakaian yang sudah diganti. Dia berganti dengan wanita yang berjaga di meja pesanan. Dengan cepat Kevin menuju ke meja itu untuk memesan minuman.
"Saya pesan iced Americano satu ya" ujar Kevin pada wanita itu.
"Baik, totalnya Rp.38.000,- " ujar wanita itu.
Kevin segera membayar dengan QRIS dan menunggu pesanannya. Tak lama kemudian wanita itu datang membawa pesanan Kevin seraya tersenyum.
"Ini pesanan anda sudah siap" tutur wanita itu sopan seraya tersenyum ramah.
"Terimakasih" jawab Kevin tersenyum juga.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu nama anda siapa?" tanya Kevin memberanikan diri saat wanita itu meletakkan pesanan Kevin ke meja.
"Nama saya Yuna" ujar wanita cantik itu seraya menunduk dan pergi.
Kevin senang mengetahui nama gadis itu dan tempat kerjanya. Gadis itu terlihat sederhana dengan senyuman ramah di wajahnya yang cantik.
"Sepertinya benar kata orang, obat patah hati adalah jatuh cinta lagi" ujar Kevin dalam hatinya.
*********
Seira membelai mesra Bryan yang tengah memasak sesuatu untuk dirinya. Wanita itu memeluk mesra Bryan dari belakang sehingga tangannya melingkari badan Bryan.
"Aku terlihat seperti suami idaman kan" ledek Bryan.
"Tentu saja" jawab Seira mulai tidak malu-malu lagi.
"Besok kamu masih ke kantor?" tanya Bryan.
"Iyaa aku harus ke kantor" jawab Seira.
"Kamu harus hati-hati dengan Larissa" ujar Bryan lagi kembali mengingatkan Seira.
"Siap kamu tenang saja, kamu begitu takut pada Larissa, kamu bahkan tidak mengenalnya" ujar Seira lagi.
Bryan belum berani untuk mengatakan pada Seira bahwa dia adalah mantan Larissa. Lelaki itu takut Seira salah paham dan membenci dirinya. Bryan tengah memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan informasi penting itu tanpa membuat Seira marah.
"Kamu tenang saja Larissa tidak sejahat itu" ujar Seira kembali.
"Pokoknya kalau terjadi sesuatu kamu harus memberitahu aku" tegas Bryan.
Setelah makanan siap disajikan, Seira dan Bryan makan terlebih dahulu dan menghentikan perbincangan mereka. Masakan Bryan ternyata lebih enak daripada dirinya. Seira mulai merasa Bryan adalah laki-laki ideal yang mampu melakukan segala hal.
"Kamu pasti playboy" ujar Seira.
"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Bryan cemberut.
"Bagaimana kamu tahu cara menarik hati wanita?" goda Seira.
"Berarti kamu sudah tertarik padaku?" tanya Bryan senang.
__ADS_1
Seira mengangguk dan tersenyum pada Bryan. Akhirnya Seira menerima Bryan sepenuhnya tanpa pacaran pura-pura lagi. Mereka sepakat untuk memulai hubungan mereka yang asli tanpa alasan lainnya. Bryan sudah berhasil membuat Seira jatuh hati padanya dan menerima cintanya. Walaupun mereka belum kenal lama, tapi Seira yakin Bryan adalah pria baik yang akan memberinya kebahagiaan setiap harinya.