One Night One Love

One Night One Love
Bab 51 : Pindahan


__ADS_3

Setibanya di kontrakan Seira menangis sejadi-jadinya. Dia tengah berpikir apa yang akan dia lakukan kedepannya. Dia tahu Bryan akan selalu mendatangi kontrakannya.


"Apa ini saatnya untuk kembali ke rumah kembali?" tanya Seira oada dirinya.


"Aku sudah terlalu lama berpisah dengan Papa" ujar Seira.


Seira segera menghubungi Papanya dan mengabari bahwa ia akan kembali ke rumah. Dia juga mengatakan bahwa ia akan masuk ke perusahan milik keluarganya.


"Halo Pa" ujar Seira.


"Halo sayang akhirnya kamu menghubungi Papa terlebih dahulu" jawab Pak Wilson senang.


"Begini Pa aku memutuskan untuk kembali ke rumah, bagaimana menurut Papa?" tanya Seira.


"Tentu saja Papa sangat senang, apalagi di rumah sangat sepi karena Ednan dan Laura masih berbulan madu" jawab Papa.


"Baiklah Pa aku akan pindah besok ke rumah kita" jawab Seira.


"Papa juga punya posisi yang bagus untuk kamu di perusahaan kita, kamu datang saja besok" lanjut Papa lagi.


"Baik Pa besok akan kita bahas" jawab Seira.


*******


Bryan tengah duduk dan menahan emosinya saat berhadapan dengan Larissa. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana menghadapi wanita masa lalunya itu.


"Larissa sebenarnya apa mau mu?" tanya Bryan.

__ADS_1


"Menikah denganmu" jawab Larissa enteng.


"Kamu tahu sendiri kalau itu tidak akan terjadi" ujar Bryan.


"Kenapa tidak?" tanya Larissa lagi.


"Kamu kan tahu kalau aku sudah milik Seira" jawab Bryan.


"Kalian kan sudah putus" bantah Larissa.


"Aku tidak pernah sedikitpun mau putus dengannya, aku akan tetap mengejarnya hingga akhir" ujar Bryan.


"Dahulu kamu juga sangat mencintaiku seperti itu" ujar Larissa.


"Itu dulu, kamu sendiri yang memutuskan buhungan kita" ujar Bryan.


"Dia memiliki alasan yang jelas dan masuk akal, kamu kira aku tidak tahu kalau kamu bertemu dengannya dan menghasutnya" ujar Bryan sangat paham sifat Larissa.


"Aku tidak akan berhenti sampai aku mendapatkan apa yang aku mau" ujar Larissa.


"Kamu sungguh egois Larissa, kenapa kamu menjadi seperti ini, jangan buat aku menyesal sudah pernah menjalani hubungan denganmu" ujar Bryan.


"Jangan coba menghasutku, itu tidak akan mempan" ujar Larissa lagi.


"Sudah lah, pikirkan lagi apa yang kamu inginkan selain menikah, sebaiknya kamu berhenti menggangguku sebelum aku kehilangan kesabaran" ujar Bryan.


Bryan pun pergi meninggalkan Larissan yang tengah berpikir apa rencana selanjutnya yang akan dia lakukan. Dia tidak mau sampai kehilangan Bryan kembali dan statusnya sebagai Nyonya Bryan harus segera ia dapatkan.

__ADS_1


Vera dan Bara yang merupakan mantan Seira dan selingkuhannya ternyata tengah magang di perusahaan milik keluarga Seira. Mereka tidak tahu bahwa puteri keluarga Wilson merupakan musuh mereka.


Seira yang memutuskan pindah ke rumah keluarganya segera mengangkat barang-barangnya. Dia dibantu oleh Thomas yang berusaha mendapatkan hatinya.


"Kenapa kamu tahu kalau aku akan pindahan?" tanya Seira kaget saat Thomas datang tanpa ia kabari.


"Tentu saja aku tahu semua tentangmu, aku kan penggemar berat mu" canda Thomas.


"Wah jangan-jangan kamu ini penguntit ya" ledek Seira.


"Wah kamu jahat sekali" balas Thomas.


Mereka segera membereskan barang-barang milik Seira dan memasukkannya ke mobil. Mereka juga dibantu oleh pekerja pemindahan barang.


Setelah selesai mereka istirahat seraya makan siang bersama. Thomas segera bertanya apa yang akan dilakukan Seira sesudah ini.


"Kamu kan sudah resign, habis ini kamu mau kemana?" tanya Thomas.


"Aku masuk ke perusahaan Papa" jawab Seira.


"Akhirnya kamu mau juga ke perusahaan milik keluargamu" ujar Thomas senang.


"Mau bagaimana lagi, aku bingung harus kemana" ujar Seira.


"Kamu bekerja di tempat ku saja" ajak Thomas.


"Perusahaan kalian kan bergerak dalam jada pelayanan bodyguard, aku tidak akan paham" ujar Seira.

__ADS_1


Mendengar perkataan Seira yang lucu Thomas hanya bisa tertawa. Dia sudah terpikat dengan Seira hingga tidak bisa melepaskan pandangannya dari wanita itu.


__ADS_2