One Night One Love

One Night One Love
Bab 50 : Resign


__ADS_3

Keesokan harinya Bryan menunggu Seira di luar rumah. Dia sengaja berada disitu agar Seira tidak bisa menghindarinya karena harus ke kantor. Seira yang melihat dari jendela menjadi ragu apa ia harus ke kantor apa tidak.


"Apakah aku harus menghadapinya?" ujar Seira.


"Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi" batin Seira.


Setelah berpikir cukup lama akhirnya Seira keluar dengan terpaksa. Dia akan terlambat tiba di kantor jika ia tidak segera keluar.


"Seira kamu kenapa menghindari aku?" tanya Bryan.


"Cari tahu aja sendiri kita sudah putus jangan pernah muncul di hadapanku lagi" ujar Seira marah.


Wanita itu segera memanggil taksi dan menuju kantornya. Hari ini dia memutuskan untuk resign karena kantor itu milik keluarga Bryan.


"Kamu yakin mau resign?" tanya Pak Anton saat Seira menyerahkan surat pengunduran dirinya.


"Iya Pak" jawab Seira.


"Wah kami akan merindukanmu" ujar Pak Anton lagi.


Seira kembali ke mejanya dan membereskan barang-barangnya. Berita Seira resign dari kantor segera dikabarkan ke Bryan oleh bawahannya.

__ADS_1


"Nona Seira sudah menyerahkan surat pengunduran diri Tuan" ujar bawahan itu.


"Baiklah saya segera kesana" ujar Bryan.


Pak Herman selaku Ayah Larissa sangat bahagia mendengar berita Seira sudah resign dari kantor cabang. Hal ini membuktikan bahwa Seira tidak mau lagi berurusan dengan keluarga Bryan.


Dengan bangga Herman segera mengabari puterinya dengan kabar gembira ini. Dia ingin puterinya segera mendekati Bryan yang kini sudah putus dengan Seira.


"Halo Larissa Ayah ingin mengabarkan sesuatu" ujar Pak Herman.


"Apa Ayah? kedengarannya Ayah sangat senang" ujar Larissa.


"Sepertinya mereka berdua sudah putus, Seira bahkan menyerahkan surat pengunduran dirinya" ujar Pak Herman senang.


"Iya benar, kamu harus memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan Bryan kembali" ujar Ayah Larissa.


"Tentu saja Ayah tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan" ujar Larissa lagi.


Setelah membereskan barang-barangnya Seira segera keluar. Thomas yang juga dapat info dari mata-matanya segera datang untuk menjemput Seira membawa barang-barangnya.


Saat Seira keluar dia tengah melihat Bryan dan Thomas saling bertengkar. Wajah Thomas terlihat tidak baik-baik saja dan Bryan juga tengah terkapar.

__ADS_1


"Kalian kenapa?" tanya Seira panik.


"Ra, apa gara-gara pria ini kamu memutuskan hubungan denganku?" tanya Bryan.


"Harusnya kamu tanya diri kamu sendiri Bryan, kebohongan apa yang sudah kamu berikan untuk aku" ujar Seira seraya membantu Thomas berjalan ke arah mobil.


Mata Bryan tidak bisa berbohong, terdapat kesedihan di sorot mata itu saat Seira memutuskan naik mobil Thomas dibandingkan dirinya. Dia segera menghubungi bawahannya untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Tuan sepertinya Nona Seira sudah tahu hubungan Tuan dengan Nona Larissa waktu dulu" ujar bawahan itu.


"Kenapa kamu baru bilang sekarang, kamu becus kerja gak sih" ujar Bryan yang sudah emosi karena Seira sudah pergi dengan Thomas.


"Maafkan saya Tuan kedepannya saya akan lebih berhati-hati" jawab bawahan itu.


Bryan tidak menjawab bawahan itu dan langsung menutup teleponnya. Dia bergegas menemui Larissa dan bertanya apa maksud dari semua perbuatan wanita itu padanya.


"Kita harus berjumpa sekarang" ujar Bryan.


"Wah sepertinya kamu tidak sabar berjumpa denganku" ujar Larissa.


"Kamu tidak perlu basa-basi aku sudah tahu niat jahatmu" ujar Bryan marah.

__ADS_1


Di mobil Seira hanya diam saja saat Thomas bertanya keadaannya. Dia tidak tertarik untuk membahas apapun dengan Thomas. Dia hanya ingin berdiam diri tanpa diganggu siapapun.


__ADS_2