
Silau cahaya matahari pagi membangunkan dua sejoli yang tertidur lelap di atas ranjang.
"Yang jam berapa?" Tanya Daffa dengan mata yang masih tertutup rapat.
"Nggak liat jam."
"Liatin buruan."
Raya mengambil jam kecil yang berada di nakas dengan malas, "Jam 8 lebih."
Mata yang semula terpejam kini langsung membulat sempurna.
"Aduh yang jam tengah 9 aku harus ketemu Klien tau nggak." Daffa langsung bergegas menuju kamar mandinya dengan buru-buru.
Sedangkan Raya seperti biasanya, kalau ia tengah menginap ia akan menyiapkan segala keperluan Daffa.
Setelah menyiapkan baju ia menyiapkan roti dengan selai kacang kesukaannya.
Dengan kemeja yang belum tertata rapi Daffa langsung menuju meja makannya dan mengambil satu roti.
"Daffa baju kamu, astaga!" Dengan telaten Raya merapikan kemeja biru yang Daffa kenakan.
"Nanti kamu nyusul aja ya aku di resto."
"Aku ada kelas jam 9 abis itu aku mau pulang ke apartemen." Pamitnya sebelum Daffa beranjak dari hadapannya.
"Kok pulang sih disini aja temenin aku kerjain tugas kuliah yang lagi banyak banget."
"Lusa ya soalnya sepupuku datang pasti langsung ke apartemen aku." Jelasnya.
"Yaudah aku berangkat dulu sayang, maaf nanti nggak bisa jemput." Daffa mencium kening, kedua pipi dan terakhir di bibir.
Setelah selesai mandi dan membereskan apartemen milik Daffa ia berangkat ke kampus nya dengan taxi.
Sesampainya di kampus ia menuju kantin untuk menemui sahabatnya, yaitu Karin.
"Rin Bu galak masuknya jam berapa gue ngantuk banget sumpah." Ucapnya pertama kali.
"Kapan sih lo pagi-pagi semangat nggak ngantuk mulu, abis lembur sama Daffa ya." Tebaknya yang tepat sasaran.
Raya hanya cengengesan. Bagi Raya dan Daffa Karin adalah sahabat terbaiknya, Karin tau segalanya soal hubungan mereka berdua.
__ADS_1
"Rin gue beneran ngantuk banget." Kini kepala Raya sudah tergeletak sempurna di meja.
"Selesai jam berapa?" Tanya nya blak-blakan.
"Jam 3 Daffa gila nggak mau berhenti."
"Yaudah tidur sana masih ada waktu 30 menit nanti gue bangunin."
Tak membutuhkan waktu lama Raya sudah menuju alam mimpi hanya dengan meletakkan kepalanya di atas meja kantin.
🐾🐾
Sedangkan Daffa, kini ia tengah membolak-balik kan laporan keuangan bulan ini. Meskipun umurnya masih sangat muda ia sudah menguasai dunia bisnis karena kakaknya yang kini juga sudah berhasil dalam bisnis properti.
Dan jangan lupakan pengganggu cilik yang kini tengah berteriak-teriak tidak karuan dengan para mainan nya.
"Alfa sayang suaranya di pelanin ya om Daffa lagi pusing."
"Alfa bosen om!" Jawab anak lelaki yang berumur 5 tahun itu.
"Iya nanti om cariin temen deh."
Setelah memberikan pesan pada sang kekasih untuk datang ke restonya ia kembali fokus ke pekerjaan nya.
"Om Alfa mau susu." Ucapnya sambil menarik-narik kemeja yang Daffa kenakan.
"Iya Alfa bentar ya."
"Sekarang om!!"
Daffa mengumpat kesal dalam hati. Dengan tidak merasa kasian padanya kakaknya menitip kan anak pertama nya pada dirinya yang kini dilanda sibuk.
Akhirnya ia berdiri dari duduknya dan memanggil salah satu karyawan nya untuk membuat kan susu.
Alfa adalah keponakan nya, anak dari kakak kandung nya Devatara Miller dengan istrinya Nadea Imarsya, yang kini berusia 5 tahun.
Saat Raya masuk dengan segelas susu milik Alfa, sebuah keberuntungan untuk Daffa karena ia bisa lepas dari pengganggu kecil itu.
"Tante Aya!!" Teriak Alfa kegirangan karena hubungan mereka yang terjalin sangat baik.
"Halo ganteng." Raya langsung menghampiri Alfa dan mengambil alihnya.
__ADS_1
"Yaudah Ray tidurin ya soalnya dari tadi rewel belum tidur siang."
Raya membawa Alfa menuju sofa panjang yang ada di ruangan Daffa.
"Tante liat mobil-mobil." Ucap nya sambil menyeruput susu nya.
"Tapi janji abis itu tidur ya."
Alfa pun mengangguk semangat dan langsung fokus pada layar handphone yang menampilkan kartun mobil.
Tak membutuhkan waktu lama untuk membuat Alfa tertidur lelap.
"Yang Daffa ditidurinya sini aja ya." Ucap Raya.
"Iya sayang kayak biasanya aja." Jawabnya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop.
Setelah memastikan Alfa tidak akan jatuh ia langsung menghampiri Daffa yang kini terlihat sangat fokus.
Ia duduk di atas pangkuannya dengan tangan sudah melingkari lehernya.
"Kerjanya udahan dong, main yuk." Bisiknya.
"Nanti dulu sayang aku lagi sibuk banget."
"Aku mau nya sekarang."
"Sepupu kamu nggak jadi Dateng?" Tanya Daffa mengalihkan pembicaraannya.
"Nggak jadi ternyata masih besok."
"Yaudah nanti malam nginep lagi di apartemen aku, liat aja sampai pagi aku nggak bakal lepasin kamu." Ucapnya sungguh-sunggu.
"Kan kamu besok ada kelas pagi."
"Bolos lah sekali-kali."
"Nggak boleh gitu"
"Bodo!"
🐾🐾🐾
__ADS_1
Halooooooooooo guys gimana menurut kalian?
Yang nggak suka jangan baca, kalau masih ngeyel, jangan ceramah di kolom komentar😁