Our Fault

Our Fault
Bagian 49 - Bohong Lagi?


__ADS_3

Akhirnya waktu ini tiba juga. Waktu yang sangat ditunggu oleh Kiana. Waktu baginya bisa bertemu dengan istri muda Arya.


Kiana penasaran, bagaimana wajah sebenarnya rupa perempuan itu. Apakah lebih cantik darinya atau justru lebih buruk? Kalau iya lebih buruk, hahaha Kiana sangat menyukainya.


Tidak hanya pergi sendiri, Kiana mengajak Anita. Sedangkan anaknya dia titipkan pada orang tuanya.


Mereka sudah sampai di rumah perempuan itu.


Baik Kiana maupun Anita, mereka dibuat bingung dengan banyaknya orang yang ada di rumah tersebut. Mereka memperhatikan keadaan rumah itu dari dalam mobilnya yang terparkir di seberang jalan rumah tersebut.


“Ini kenapa rame begini ya rumahnya Nit?” Gumam Kiana dan memperhatikan rumah tersebut.


“Kurang tahu gue, lagi ada acara kali.”


“Bentar, bentar. Gue kayak kenal sama mobil itu.” Kiana menajamkan pandangannya, menunjuk pada mobil yang dimaksudnya.


“Iya. Gue juga kayak pernah lihat sama mobil yang itu.” Anita membenarkan perkataan Kiana menunjuk mobil yang lain, dan teringat akan sesuatu, “mirip mobilnya suami gue yang satunya lagi.” Lanjutnya.


Mata mereka melebar sempurna dan saling menatap. Tatapan mereka sulit diartikan dan di pikirannya mereka sudah mulai berpikir negatif.


Anita menggeleng, dia tidak mau hal yang dia pikirkan itu terjadi.


“Enggak-enggak, semoga saja bukan.” Anita tersenyum mencoba untuk berpikir positif.


“Eh Ki, itu bukannya Kak Bian sama Kak Fiska ya?” Tanya Anita

__ADS_1


“Tapi itu juga kenapa ada Kak Ilsa sama suami lo pegangan tangan terus Kak Ilsa lagi hamil?” Kiana mengernyit.


“Bukannya Kak Ilsa itu udah nikah sama Kak Kaivan? Tapi kenapa dia ke datang ke sini bareng sama suami lo Nit? Mereka asli kayak suami istri.”


Ini sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa banyak kebohongan yang terjadi di hadapan mereka? Mereka tidak percaya akan semua ini.


Pandangan Kiana kini tertuju pada sosok Fabian yang baru keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Kiana tidak tahu harus berkata apa, saudaranya sendiri juga kenapa ada di sana? Apa dia juga ikut terlibat dalam kebohongan itu?


Jika Kiana memandangi sosok itu, maka Anita memandang sosok Eshan yang sedang bersenda gurau dengan perempuan hamil itu. Mereka juga ikut masuk ke dalam rumah besar itu.


Hati Anita perih melihat hal itu. Suami yang selalu ia puji akan kesetiaan dan belum pernah mengkhianatinya sekarang berubah. Nyatanya laki-laki itu memang tidak setia dan mengkhianatinya sampai kebohongannya itu tidak tercium oleh dirinya sendiri.


Hebat kamu Mas sudah bohongin aku. Kenapa kamu melakukan ini? Aku pikir kamu setia sama aku, nyatanya kamu sama aja kayak laki-laki lainnya. Anita membatin.


Keterdiaman Kiana berhenti karena merasakan jika Anita juga diam. Dia menatap sahabatnya itu dengan tatapan sendunya.


Tangisan Anita pecah sudah dalam dekapan Kiana.


“Gue gak nyangka Kiana, dia suami gue yang selalu gue puji akan kesetiannya ke gue, ternyata bisa ngelakuin itu juga. Kok dia jahat sih?!”


“Nit, bisa aja kan itu Kak Kaivan nitip Kak Ilsa ke suami lo.”


“Enggak Kiana! Mana mungkin! Kak Kaivan itu sudah nikah sama temen gue, dan mereka tinggal di Bogor sekarang.” Tegas Anita.


Apa? Anita kata siapa itu? Kenapa ucapan dia dengan Arya mengenai kabar Kaivan juga Ilsa yang Kiana tanyakan waktu itu berbeda? Apa suaminya itu lagi-lagi bohong padanya?

__ADS_1


“Lo kata siapa? Kak Arya justru bilang sama gue kalau mereka udah nikah dan masih tinggal di kota ini.” Bantah Kiana.


Anita mendelik dan tersenyum miris, “lo percaya sama ucapan dia? Dia itu bohong Kiana! Gue yang benar! Gue lihat pakai mata gue sendiri kalau Kak Kaivan sama temen gue itu nikah.”


Perempuan yang masih dalam keadaan emosi menarik nafasnya dalam-dalam, “kita lewat dulu soal itu, sekarang jadinya lo bagaimana? Mau pulang atau lanjut misi? Kalau gue sendiri lebih pilih lanjut.”


“Gue ikut lanjut Nit. Gue udah penasaran dengan masalah ini.”


Kiana langsung menjalankan mobilnya menuju rumah itu dan menepikannya di sana.


Rumah yang tadinya ramai banyak orang, kini sudah sedikit dan tersisa orang terdekat saja. Seperti Fabian, Eshan, Fiska, dan Ilsa. Intinya, mereka semua adalah sahabat Arya.


Begitu mobilnya sudah terparkir di rumah itu, Kiana juga Anita langsung keluar dari mobil itu dan menyelonong masuk saja ke dalam rumah tersebut.


Sampai di dalam, Kiana sangat begitu terkejut. Ternyata istri muda suaminya itu perempuan yang tidak pernah dia kira akan menjadi perebut suaminya bahkan dulunya Kiana pernah dekat dengan perempuan itu.


“Kiana?”


“Afriani?”


Suara mereka memecahkan kebisingan yang terjadi. Orang-orang di sekitar mulanya tidak memperhatikan kedatangan Anita juga Kiana langsung menoleh pada mereka karena suara itu dan mereka semua terkejut.


*****


**Hai kalian semua, masih adakah yang menunggu kelanjutan cerita ini? 😅 maaf ya aku baru lanjut update. Sedang sibuk soalnya.

__ADS_1


Terimakasih buat kalian yang masih setia menunggu 😊 setelah aku bakal update lagi kok, tapi gak tiap hari ya maaf 🙏**


__ADS_2