
Minggu ini Daffa tengah berada di Surabaya dengan sang kakak karena urusan keluarga juga bisnis milik keluarga nya. Sebenarnya ia sangat malas mengikuti ajakan nya, karena tetap saja, sikap orangtuanya tetap acuh padanya. Dan dengan berat ia harus meninggalkan Raya sendiri di apartemen nya.
🐾🐾🐾
Sedangkan di apartemen nya, Raya tengah merasakan rasa mual yang menyerangnya pagi ini, sampai membuat nya lemas seketika. Sebenarnya bukan hanya pagi ini ia mengalami mual-mual hebat seperti pagi ini, tapi sudah lebih dari 3 hari ia mengalami nya.
Dengan perlahan ia berjalan menuju ranjangnya dan mengambil handphone nya untuk menghubungi Daffa. Beruntung saat ini Daffa sudah on the way menuju apartemen nya.
Tak lama kemudian Daffa datang dengan raut wajah khawatir mendengar kabar bahwa Raya sakit.
"Raya kamu sakit apa sih?" Tanyanya panik karena Raya yang sudah sangat pucat dan juga lemas.
"Dari kemaren aku mual-mual terus." Jawabnya dengan sangat pelan.
"Yaudah ke dokter yuk."
Dengan kuat Raya menggelengkan kepalanya, sejak dulu ia sangat menghindari rumah sakit. Karena menurutnya, rumah sakit adalah tempat paling mengerikan di dunia.
"Yaudah makan dulu ya aku tadi beliin kamu bubur ayam." Daffa membuka bubur ayam dan mulai menyuapkan pada Raya.
Namun saat suapan pertama rasa mual nya kembali terasa dan berujung memutahkan bubur di mulut nya di kaos Daffa.
"Maaf tiba-tiba aku mual banget," Ucapnya merasa bersalah dan langsung mengambil tisu untuk membersihkan kotoran yang ada di kaos Daffa.
"Udah nggak papa sekarang minum terus makan lagi ya," Ucap Daffa dengan sabar menyuapi Raya kembali.
"Sejak kapan kamu mual-mual gini?" Tanya Daffa penasaran, karena setahunya kekebalan tubuh Raya sangat kuat dan jarang sekali sakit.
"Tiga hari lalu mungkin, tiap pagi mual terus aku tuh."
"Bolos kuliah dong? Terus Karin kesini nggak?"
__ADS_1
"Iya Karin tiap hari temenin aku tapi hari, ini dia lagi liburan sama pacarnya." Jawab Raya sambil bersandar di dada Daffa.
"Yaudah kamu istirahat lagi." Daffa membaringkan Raya ke ranjangnya, ia pun juga mengikuti nya sambil mengusap kepala Raya penuh sayang.
"Aku pengen semangka yang seger, kali aja abis itu mual ku hilang" Ucapnya manja.
"Dimana beli nya? Emang ada?"
"Yanggg pokoknya aku mau semangka!" Rengek nya.
"Iya iya nanti aku cariin tapi sekarang istirahat dulu."
Raya pun mencoba memejamkan matanya dan segera tidur sebelum Daffa mengomel lebih panjang.
Sedangkan Daffa, dirinya tengah berfikir cukup keras dengan apa yang di alami Raya saat ini. Ia tidak bodoh, ia tau betul tanda-tanda orang hamil itu seperti apa, dan kini ia sangat takut jika hal ini terjadi. Ia benar-benar belum siap luar dalam kalau Raya harus hamil duluan.
Setelah Raya bangun ia harus mengajaknya ke dokter untuk segera memastikan.
Daffa menunggu dengan cemas di depan ruang periksa karena ia tidak sanggup kalau harus masuk. Jantungnya benar-benar berdetak sangat cepat kala Raya baru saja keluar.
"Gimana?" Tanyanya panik.
"Asam lambung aku naik jadi mual-mual gini." Jawab Raya sangat melegakan Daffa yang sedari tadi terus gelisah.
"Yaudah sekarang pulang ya aku temenin." Daffa merengkuh pinggang Raya dan berjalan keluar klinik.
Tujuan mereka kali ini adalah kafe miliknya karena dengan sangat mendadak Raya ingin memakan semua menu di Kafe Daffa.
Dengan semangat Raya mencomot semua makanan yang kini terhidang didepan nya.
"Yangg ingat BB." Peringat Daffa untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
"Daffa ku, aku lagi laper banget pliss deh diem aja daripada aku mual-mual kayak tadi."
"Untung kamu pacar aku." Gumam nya.
"Ray." Panggil nya.
"Hemm?"
"Aku tadi sempat ngira kamu hamil." Ucap Daffa langsung menghentikan aktivitas Raya.
"Gila kamu aku aja nggak kepikiran."
"Abisnya mirip tanda-tanda orang hamil sih." Jawabnya santai.
"Kalau pun iya aku nggak bakalan bisa pertahanin janin aku." Jawabnya membuat Daffa terkejut.
"Kamu mau gugurin? Dosa Ray ingat dia nggak berdosa!" Tegur Daffa.
"Bukan aku, tapi papi." Jawabnya pelan. "Kamu tau sendiri papi seperti apa, dia ngga bakal sudi liat aku hamil diluar pernikahan apalagi sama kamu papi kan nggak suka sama kamu!" Lanjutnya dengan suara bergetar.
"Stop udah ya, yang penting sekarang kamu nggak hamil."
"Tapi aku takut kalau sewaktu-waktu terjadi."
Dengan sigap Daffa langsung memeluk Raya yang mulai menangis.
"Aku ngga mau pisah sama kamu," ucap Raya pelan dan mengeratkan pelukannya.
🐾🐾🐾
Haiiiii haiiiii......
__ADS_1
Gimana hayoo?😂