PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 25


__ADS_3

"Ada apa?"Aku bertanya tanya.


Andrew terlihat mendekatkan wajahnya kepadaku,sampai-sampai aku berfikir berlebih.


"Selamat malam"Andrew mencium keningku,itu membuatku terkejut.


Aku pun tersenyum,"kau hati-hati dijalan."


Aku pun keluar dari mobilnya,aku melihatnya pergi hingga mobilnya tidak terlihat lagi,baru aku masuk kedalam.


Saat sampai di atas,bibi May ternyata sudah menungguku.


"Bibi May,Kau belum tidur?Apa Jihan sudah tidur?"Aku melepas sepatuku dan masuk kedalam.


"Ya,Jihan sudah tidur dari tadi,kau pulang terlambat hari ini."


"Ya,Andrew datang mengajakku makan malam sekalian."Aku duduk di sofa,aku merasa sedikit lelah.


Bibi May duduk disebelahku,"Sepertinya dia sangat peduli padamu,"


"Iya,dia pemuda yang baik."Aku tau bibi May berfikir kearah mana,walau aku meinginginkan hubungan yang lebih serius,tapi bagaimana pun juga Andrew masih berstatus pelajar,aku tidak ingin menggangu kuliahnya,aku ingin dia berhasil,aku ingin melihatnya sukses,karena aku mulai berharap banyak padanya.


"Bibi may,bulan depan peringatan meninggalnya ayah,aku akan kekota Z,ada sesuatu yang harus aku lakukan."


"Kau ingin kembali kekota itu?Tapi sudah lama kau tidak kesana,kenapa mendadak ingin kesana?"Bibi May nampak mencemaskanku.


"Ada sesuatu yang menyangkut masalah ayah,jadi mau tidak mau aku harus kesana."


"Baiklah,lagipula kau sudah lebih dewasa dan lebih pandai menilai,bibi tidak akan melarang,"


"Tentu bibi,aku akan kembali kekamarku,bibi juga istirahat ya."Aku meninggalkan bibi diruang tamu.


Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidurku,aku memandang langit-langit kamarku,akupun mulai berfikir,bagaimana jika aku bertemu pria br*ngs*k itu,apa yang akan aku lakukan kepadanya?Memakinya,memukulnya atau apa?Dulu demi kandunganku aku tidak melakukan apa-apa,karena aku takut terjadi sesuatu pada janinku.


Ya,sudahlah,lebih baik aku tidur dulu,masalah itu aku akan pikirkan sambil jalan saja.


Disisi lain


sudah lama Andrew tidak keasrama,malam itu dia mampir ke asrama Miko.


"Tumben kesini,aku pikir kau sudah lupa."Miko memberikan secangkir kopi pada Andrew.


"Ya,lagi luang saja."Andrew meminum kopi dari Miko.


"Omong-omong kau belum mengatakan padaku,gadis mana yang merebut hatimu,dikampus pun kau tidak pernah terlihat bersama seorang gadis."


"Kau sudah tau,kenapa masih bertanya."


"Apa dia Hellen?"


"Bukan."

__ADS_1


"Bukan?Lalu siapa?Hmmm,jangan-jangan,dia adalah pelayan di cafe itu."


"Yup,benar sekali."


"Serius??Tapi dia.."Miko tidak percaya Julia benar-benar bisa mengambil hati Andrew.


"Jangan bicara tapi,juga jangan menilainya dari luar,apa kau tau?ternyata dia adalah pemilik cafe itu."


Miko yang sedang minum nampak terkejut dan langsung menyemburkan air dimulutnya.


"Beneran itu?Tidak bisa dipercaya?"


"Awalnya aku pun tidak tau,mungkin aku harus berterimakasih pada Hellen,kalau bukan karena kejahilannya yang ingin mengerjai Julia,aku pasti tidak akan pernah tau yang sebenarnya."


"Hmmm,jadi wanita itu benar-benar menarik ya,terlihat seperti wanita biasa,tapi ternyata malah pemilik cafe itu."


"Ya,makanya jangan melihat buku dari sampulnya,kau tau?"


"Baik,baik."


Hari berikutnya


Hari ini Andrew tidak datang menjemputku,dia ada kelas pagi,sepertinya dia memang benar-benar serius belajar.


Siang ini aku berencana membawakan makan siang untuknya,dia terdengar serius belajar,jadi tidak ada salahnya aku buatkan makan siang untuknya,aku yakin dia tidak sempat makan siang.


"Nona,apa kau butuh bantuanku"Rara nampak berinisiatif ingin membantuku.


"Ah,baiklah."


Entah sejak kapan,ternyata Fara dan yang lainnya mengamatiku dari pintu.


"Kalian,apa tidak ada kerjaan ya?Sampai-sampai bisa santai didepan pintu."ucapku.


"Ah,tentu ada,aku mau ambil lap."Kata kheisa


"Aku mau ambil gelas."Ucap Chila.


Hanya Fara yang datang mendekat,dia mencoba mengambil makanan yang aku siapkan untuk Andrew.


"Lihat kemana tanganmu pergi."Aku memukul tangan Fara.


"Aku kan hanya ingin mencicipi,itu terlihat enak."Fara mengelus tangannya yang aku pukul.


Aku mengambil sendok dan menyuapinya,"Coba rasakan,apa benar enak?"


Fara terlihat menikmati,lalu dia bergumam,"Hmmm,ini sangat enak,kenapa kau tidak pernah masak makanan seenak ini untuk kami."


"Baiklah,kalau mau lain kali aku akan buatkan untuk kalian semua."


"Yai,itu baru benar."Fara memelukku dari belakang.

__ADS_1


"Sudah,aku akan mengantar ini,jaga dengan benar didepan."


"Siap bos."Fara akhirnya kembali kebagian depan.


Setelah selesai membungkus,aku segera pergi ke kampus Andrew.


Kampus


Aku sudah mengirimkan pesan untuknya,aku menunggunya diparkiran mobil.Ini pertama kalinya aku datang langsung kekampusnya,terkadang terasa tidak nyaman saat orang lain menatapku yang sedang berdiri menunggu Andrew,tatapan mereka seperti ingin melontarkan banyak pertanyaan,seperti..Itu siapa,saudara siapa,atau sedang apa.


"Julia,sudah lamakah?"


"Tidak,aku baru sampai juga."


"Kenapa kesini?"


"Apa kau sudah makan siang,aku membawakanmu makan siang."Aku menunjukan rantang yang aku bawa.


"Kebetulan,aku juga lapar,ayo cari tempat yang nyaman untuk makan."


"Baiklah."


Andrew berjalan sambil menggandeng tanganku,aku merasa senang,tapi semua mahasiswa disana memperhatikan kami,itu sedikit membuatku tidak nyaman,entah karena aku tidak suka,atau karena aku yang merasa tidak percaya diri.


Kami akhirnya duduk disebuah taman didalam kampus,Andrew terlihat bersemangat membuka makanan yang aku bawa,dia langsung mencicipi makanan itu.


"Hmm,ini sangat enak."Gumam Andrew.


Aku masih memperhatikan sekitar.


"Julia."


"Julia."Andrew memanggiliku 2kali,dan aku baru sadar.


"Iya,kenapa?"


"Ada apa,kau dari tadi melamun?"


"Tidak ada."


Andrew terlihat ikut mengamati sekitar,"Apa kau merasa tidak percaya diri disini?"


"Tidak,hanya saja,aku merasa aneh dengan pandangan orang-orang itu,apa aku nampak buruk?"Aku bicara pelan,aku takutjikalau ada yang mendengar.


"Aku sudah bilang kan,jangan pernah mendengarkan pendapat orang lain tentan kita,kita yang menjalani hubungan ini,kenapa kita harus peduli dengan tanggapan orang lain,kau mengerti maksutku kan?"


"Ya,tentu saja."Aku mencoba mengabaikan pandangan orang terhadap kami.


"Jadi buka mulutmu,ayo makan bersamaku."Andrew menyuapi ku.


Aku merasa senang,dia tidak pernah peduli dengan statusku,dia juga tidak pernah peduli dengan perkataan orang,dia tidak pernah peduli dengan tanggapan orang tentang hubungan kami,yang dia pedulikan hanyalah bagaimana kami menjaga dengan baik hubungan ini.

__ADS_1


Aku tidak bisa berhenti melihatnya,dia makan dengan sangat bersemangat,sesekali dia menyuapiku,hingga hal itu menarik perhatian orang yang sedang berjalan disekitar sana untuk melihat kearah kami.


__ADS_2