
RUMAH ANDREW.
Aku menginap dirumah Andrew malam itu,karena itu sudah larut,dan ayah ibunya juga tidak mengijinkan kami pulang.Tapi terasa tidak nyaman juga kalau kami harus sekamar,Andrew tidak mau melepas pelukannya.
"Apa sekarang kau senang?" Andrew masih mendekapku erat.
"Bukan aku yang senang,tapi kau." Aku mengelak.
"Apa kau malu mengakuinya?"
"Hah,kenapa harus malu,lagipula yang menginginkan aku datang kan kamu bukan aku."
"Baiklah,aku memang senang,tapi bukankah kau juga senang?Kenapa kau tidak mau mengakuinya?"
"Kenapa kau membahas itu terus,aku ingin tidur,bisakah kau melepas pelukanmu ini,kau terlalu kencang memelukku." Aku berusaha melonggarkan pelukan Andrew,tapi dia menolaknya.
"Kalau mau tidur,ya tidur saja,tapi aku akan tetap memelukmu seperti ini."
"Bagaimana aku bisa tidur,kalau kau memelukku begitu erat."
"Pasti bisa,coba saja,lagi pula aku juga tidak akan melakukan apapun,kenapa kau bingung.Apa kau sebenarnya sedang memikirkan apa yang akan aku lakukan kepadamu?"Andrew mulai menggodanya lagi.
"Kau ini,berhenti bicara yang aneh-aneh...Ya sudahlah,aku akan tidur." Aku tidak bisa menang jika berdebat dengannya,tapi dia memang hanya memelukku saja,jadi bukan masalah juga.
Pagi hari.
Rumah sakit,kota Z.
Laurent nampak panik,apalagi setelah mendapatkan kabar malam itu,dia buru-buru mencari penerbangan yang menuju kota Z.Dia sudah sampai disana dan dia langsung menuju Rumahsakit,entah apa yang terjadi pada Laura hingga dia terlihat sangat panik.
Laurent sampai disebuah kamar,dan dia langsung masuk kesana.
"Laura." Panggilnya dengan panik.
"Kakak."Laura terbaring ditempat tidur,ada luka didahi dan tangannya,malam itu dia mengalami kecelakaan.
"Laura apa yang terjadi?Bagaimana bisa kau mengalami kecelakaan?"Laurent begitu cemas.
"Aku juga tidak tau,kejadiannya begitu cepat,aku pulang bersama Deon,dan saat dipersimpangan itu seharusnya lampu hijau untuk kami,tapi tiba-tiba ada sebuag truk yang menerobos dari sisi kanan,dan truk itu menabrak mobil kami,setelah itu aku tidak ingat,kakak tolong liat keadaan Deon,aku takut jika keadaannya lebih buruk dariku."
__ADS_1
"Baiklah,kau tenang dulu,aku akan mencoba melihat dan menanyakan keadaannya pada Dokter."
"Baik kakak,terimakasih."
Laurent melihat keadaan Deon,dia masih berada di ICU,keadaannya memang buruk.
"Dokter,bagaimana keadaan teman adik saya?"
"Pasien mengalami benturan dikepalanya,dan dia belum sadar sampai sekarang,orang yang membawa adik anda dan temannya mengatakan kalau temannya ini berusaha melindungi adik anda dari benturan,hingga pada akhirnya dia lah yang mendapatkan benturan keras,kami masih menunggu hasil CT SCAN,saya harap ini bukan masalah yang serius,karena pasien juga belum sadar,jadi dia akan dirawat di ICU sampai dia sadar."
"Baiklah,saya minta tolong untuk melakukan yang terbaik untuknya,dan untuk biaya dan lainnya Rumahsakit tidak perlu mengkhawatirkan itu,saya yang akan menanggung semua biaya nya."
"Baik,kami akan melakukan yang terbaik."
Kamar inap Laura.
Laurent kembali kekamar Laura,dan Laura sudah menunggunya,dia terlihat duduk di ranjangnya.
"Kakak,bagaimana keadaannya?"
"Kondisinya agak buruk,tapi Dokter berusaha semampunya untuk merawatnya,kau tidak peu khawatir."
"Ya,aku juga kurang paham,tapi kata Dokter dia belum sadar."
"Belum sadar?"
"Ya...Kenapa?"
"Semalam kami berdiskusi tentang masalah Julia,dia mengatakan bahwa hari ini dia akan mengirimkan surat gugatan cerai milik Julia ke pengadilan,apa menurutmu kecelakaan kami ada kaitannya dengan Si brengsek itu." Laura enggan menyebut nama Ken.
"Kita tidak boleh menuduh sembarangan,kita juga tidak punya bukti kalau pria itu terlibat,untuk sementara mungkin masalah Julia harus diundur dulu,bagaimana menurutmu?"
"Ya..Mungkin sebaiknya seperti itu."
"Baiklah,mungkin aku perlu mengabari masalah ini ke Julia dulu."
"Baik kak,tapi jangan membuatnya panik."
"Tentu saja."
__ADS_1
KOTA S,Cafe Julia.
Karena beberapa hari meninggalkan Cafe,aku meminta Andrew mengantar ku ke Cafe.
Aku membuka pintu mobil."Apa kau akan menjemputku?"
"Ya,tentu saja,aku akan kekampus sebentar,setelah itu aku akan kesini."
"Baiklah." Aku turun dari mobil.
"Julia." Andrew memangilku,dan aku pun menoleh kearahnya.
"Apa?"
"Aku mencintaimu." Andrew tersenyum dan langsung pergi dari sana.
Aku pun tersenyum sendiri melihat tingkah bocah ini."Dasar."
Baru berapa langkah aku menuju pintu Cafe,suara ponselku terdengar,ada panggilan masuk disana.Aku melihatnya dan itu adalah Laurent.
"Halo kak,ada apa?"
"Kau dimana?"
"Depan Cafe,ada apa?"
"Tidak apa,aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Laura,soal pengajuan perceraianmu,itu sepertinya harus diundur dulu."
"Diundur?Apa terjadi sesuatu?" Aku mulai merasa gelisah.
"Ya,ada kejadian kecil disini,tapi kau tidak perlu khawatir,Aku dan Laura akan mengurusny."
"Benarkah?"
"Ya,jika ada sesuatu,aku akan mengabarimu."
"Baiklah."
Laurent menutup panggilannya.Aku terdiam sejenak,aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan dariku,tapi aku tidak bisa menebak apa itu.
__ADS_1