
Aku terkejut,kenapa bisa bertemu dengannya disini,dan apa mungkin dia adalah ayahnya Andrew.
"Julia."
"Paman,bagaimana kabarmu?" Itu adalah paman Edward,teman ayah yang aku temui tempo hari.
"Paman?Julia,kau mengenal ayahku?" Andrew yang menjadi bingung.
"Julia?Sayang itu..Julia..Yang itu...?"Ibunya Andrew juga bingung,dan tentu saja aku juga bingung,lebih bingung dari mereka,sebenarnya ada apa,hubungan seperti apa ini.
Ayahnya Andrew tertawa,itu membuatku,Andrew dan Ibunya bingung."Ya...Kalo jodoh memang ga kemana?"
"Hah...Apa yang terjadi?Kenapa aku malah merasa aneh disini."Pikirku.
"Sayang,dia adalah Julia,putrinya Kevin dan Anita." paman Edward nampak bahagia dia memperkenalkan ku pada istrinya(ibu Andrew),dan aku sedang mencoba memahami sesuatu disini.
"Aghhh,benarkah." Ibunya Andrew entah kenapa,dia tiba-tiba menghampiriku dan memelukku,aku masih berusaha memahami apa yang sedang terjadi.
"Hah,kau sudah sebesar ini,dan kau ternyata begitu cantik."
"Seseorang,bisakah memberiku sebuah penjelasan,aku baru akan memperkenalkan dia,mengapa kalian malah sudah mengenalnya?" Andrew yang dari tadi diabaikan.
"Baik baik,kita duduk dulu sekarang."
Paman Edward mengajak kami semua duduk dulu,dan Ibunya Andrew,dia terus memegangi tanganku.
"Julia,kami sudah berjanji pada ibumu dan ayahmu,bahwa kami akan menjagamu."
"Ya...Paman Edward sudah pernah mengatakan hal itu."
"Kau pernah bertemu ayahku?" Andrew yang tidak tau apa-apa.
"Ya,kau ingat saat aku bilang ada perlu ke kota Z,aku saat itu menemui ayahmu."
"Hah...Sepertinya banyak yang tidak aku ketahui." Andrew.
"Ya..Apa kau lupa,kalian saat kecil dulu sering bermain bersama saat kita pergi mengunjungi keluarga Julia."
"Aku tidak ingat." Andrew berusaha mengingat.
__ADS_1
"Apa kau ingat Julia?"
"Aku juga tidak ingat."
"Haih..Kalian ini,dulu kau suka menjahili Andrew,kau sering mengerjainya,saat itu umurmu sekitar 10 tahun,dan Andrew baru 4 tahun,karena itu kau sering mengerjainya."
"Ahh,benarkah?" Aku dan Andrew bicara bersamaan.
"Baiklah,lupakan masa lalu,bagaimana kalian bisa kenal,dan juga kenapa kau secara kebetulan membawanya kerumah,Andrew?" Paman Edward memotong pembicaraan.
"Pa,aku membawanya karena aku ingin memperkenalkannya pada kalian,Julia adalah.." Andrew berhenti bicara disaat ibunya memotong pembicaraan.
"Apa kalian bersama?Kalian berpacaran?" Ibunya Andrew memotong pembicaraan.
"Ya ma,aku sangat mencintai Julia,karena itu aku ingin minta ijin kalian untuk hubungan kami."
"Hahaha...Tentu saja." Ibunya Andrew tertawa.
"Kami pasti merestui kalian." Paman Edward menambahkan.
"Kalian setuju begitu saja?" Andrew tidak menyangka.
"Tentu saja,kenapa tidak.Awalnya mama ingin menjodohkanmu dengannya saat kami menemukannya,siapa sangka kau malah menemukannya terlebih dahulu."
"Tentu saja."
"Tapi nyonya." Aku berfikir mereka setuju karena mereka belum tau statusku,tapi saat mereka tau,apa mereka akan menerimaku.
"Kenapa memanggilku 'nyonya'?Panggil aku bibi Vivian,kau memanggil ku nyonya tapi kau memanggil suamiku paman.Emm...Emm itu tidak benar dan tidak adil."
"Baiklah bibi."
"Itu baru benar,jadi...Apa yang ingin kau katakan tadi?"
"Untuk mengawali sebuah hubungan,aku tidak ingin berbohong,aku ingin jujur pada kalian kalau..." Aku terhenti.
"Kalau apa?Kalau kau sudah punya seorang anak?" Paman Edward memotong kata-kataku.
"Paman sudah tau?"
__ADS_1
"Ya,tentu saja,bahkan aku juga tau." Bibi Vivian menambahkan.
"Jadi,apa kalian tidak keberatan?" Tanyaku gugup.
"Tentu saja tidak,aku suka anak kecil,walau dia anak pria itu,tapi aku tetap menyukainya." Sambung Bibi Vivian.
Aku merasa sangat senang,aku memandang kearah Andrew,dan aku bisa melihat jika dia juga senang."Terimakasih."
"Ahh,kenapa berterimakasih,kami yang berterimakasih karena kau ternyata bersama Andrew.Aih...Ini seperti mimpi saja."
Pada akhirnya semua kekhawatiran ku sirna,disini aku mendapatkan kasih sayang yang lama tidak aku dapatkan,dan ini adalah hal yang selalu aku impikan,mempunyai keluarga yang utuh,dan aku berharap agar bisa seperti ini selamanya.
DITEMPAT LAIN.
Fara yang baru saja selesai mengurusi Cafe milik Julia pergi bersama Laurent,hubungan mereka sepertinya menjadi lebih baik lagi.
"Bagaimana kabar Julia?" Laurent dan Fara pergi makan bersama.
"Dia baik,hanya saja masalahnya dengan orang bernama Ken itu belum selesai."
"Pria itu ya,andai 5 tahun lalu aku ada disana,aku pasti akan menghajarnya,Julia terlalu baik untuk membiarkannya."
"Ya kau benar,setelah membuang Julia,sekarang dia malah mengejarnya lagi,Sungguh tidak masuk akal"
"Pria itu memang gila dan penuh dengan ambisi,semoga saja hubungan antara Julia dan pria itu segera berakhir."
"Ya..Aku juga setuju."
Suara ponsel Laurent berdering,itu panggilan dari nomer tidak dikenal.
"Siapa?" Fara penasaran.
"Aku tidak tau,Biar aku angkat dulu."
"Baiklah."
Laurent menjawab panggilan itu,tapi seketika wajahnya berubah menjawab panggilan itu."Ba..Baik,saya mengerti,terimakasih."
"Laurent,ada apa?" Fara yang cemas melihat ekspresi Laurent.
__ADS_1
"Laura..."
"Ada apa dengannya??"