
Miko masih menemaniku disana,dia juga tidak tega meninggalkanku,lagipula dia juga mengkhawatirkan Andrew,hingga beberapa polisi datang kesana.
"Selamat sore,apa disini ada keluarga dari saudara Andrew?" Kata salah satu polisi itu.
"Sa..saya."Ucapku.
"Bisa anda ikut kami kekantor polisi,saudara Andrew adalah korban,dan kami mengamankan orang yang melanggar lalulintas dan menabraknya." Polisi itu menjelaskan.
"Oh..Baik,saya akan ikut." Kataku.
"Silahkan." Polisi itu mempersilahkan ku.
"Sebentar,Miko...Tolong hubungi orang tua Andrew dan juga jaga dia untukku selama aku pergi." Ucapku pada Miko.
"Iya,aku mengerti." Miko menganggukan kepalanya.
Aku memandang kearah Andrew,dan kemudian aku pergi mengikuti polisi tadi,sebenarnya aku tidak ingin meninggalkannya,aku ingin selalu disisinya,tapi aku juga harus tau apa yang terjadi.
KANTOR POLISI.
__ADS_1
Aku datang kesana,diluar aku melihat mobil Andrew yang diderek kesana sebagai barang bukti,aku bisa melihat betapa parah kerusakan pada mobil itu,dan membuat aku mengerti kenapa kondisinya juga parah,aku masuk kedalam dan aku melihat seorang pria yang meracau disebuah ruangan khusus,dia terus mengatakan bahwa dia tidak sengaja dan dia sedang mabuk.
"Nona,kami ingin anda menandatangi berkas perkaranya."
"Oh ya,aku duduk dikursi disalah satu meja petugas polisi.
"Yang menabrak keluarga anda sedikit mabuk,dia melanggar lampu lalu lintas hingga menabrak Mobil saudara anda,tapi dengan kondisinya harusnya dia masih sadar,tapi dia tetap mengatakan kalau dia tidak sadar dan tidak melihat kalau lampunya merah."
"Apa saya boleh bicara dengan pria itu?" Aku merasa ada yang aneh,dan aku ingat akan peringatan dari Ken.
"Tentu...Saya akan membawa anda kesana."
"Apa anda mau saya temani?" Kata polisi itu.
"Tidak,biarkan saya bicara secara pribadi dengannya."
"Baiklah,kalau begitu saya tinggalkan kalian,kalau ada apa-apa segera panggil petugas."
"Terimakasih."
__ADS_1
Polisi itu meninggalkan ku diruangan itu,aku mendekat dan duduk tepat didepan pria tadi,bisa aku perkirakan pria itu berumur sekitar 35 tahunan.
Aku menatapnya dan pria itu merasa tidak nyaman saat aku menatapnya.
"Apa yang kau inginkan nona?"Ucapnya.
"Kau tidak nampak mabuk berat yang membuatmu hilang kendali,lalu kenapa kau bisa menabrak mobil itu?"
"Ahh nona,apapun bisa terjadi saat dijalan,kau juga tidak bisa menyalahkanku,lagipula aku sudah memgakui kesalahanku,lalu apa yang kau inginkan lagi?" Pria itu masih bicara dengan santai,itu membuatku tambah yakin ada yang janggal dalam kecelakaan Andrew.
"Begini saja,aku akan meminta polisi meringankan tuntutanmu,jika kau mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi,bagaimana?" Aku mencoba membujuknya.
"Aku sudah bilang kenapa kau tidak percaya?"
"Aku tidak percaya,apa ada yang menyuruhmu?Aku benar-benar berjanji,jika kau mengatakan yang sebenarnya padaku,aku tidak akan mengatakannya pada siapapun termasuk polisi,dan aku akan meminta keringanan untukmu."
Pria itu menatapku,dia melihat keseriusan di mataku,dan itu membuatnya mengatakan yang sebenarnya padaku,aku pun menepati janjiku padanya,aku meminta keringanan hukuman untuknya atas dasar ketidak sengajaan.
Aku berjalan keluar meninggalkan kantor polisi,disaat itu entah kenapa tiba-tiba hujan turun disana,seakan-akan dia tau ada kesedihan dihatiku,hujan menutupi airmataku,hujan itu mengalir diwajahku bersama tetesan airmataku.Tiada semangat dan tiada gairah itulah yang aku rasakan,aku masih berjalan dibawah guyuran hujan,begitu basah dan dingin menyelimuti tubuh dan hatiku.
__ADS_1