
KAMPUS.
Andrew baru saja sampai dikampus setelah mengantar Julia,dan Miko juga sudah menunggunya disana.
"Hei,bagaimana kabarmu?" Miko berjalan disamping Andrew.
"Baik."
"Bagaimana hubunganmu dengan Julia?"
"Kami baik,kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?"
"Tidak apa,apa rencanamu untuk liburan semester ini?"
"Aku belum tau,mungkin aku ingin mengajak Julia dan Jihan berlibur."
"Kau benar-benar serius dengan dia ya?"
"Tentu saja,aku tidak pernah seserius ini pada seseorang."
"Baik,aku senang mendengarnya."
Andrew hanya tersenyum,dia memang benar-benar serius dengan hubungannya,baginya tidak ada kata perbedaan,mau itu umur ataupun status,karena yang dia inginkan hanya cinta yang mereka miliki.
CAFE JULIA.
Aku duduk dengan tatapan serius,aku tidak mengerti kenapa orang ini kesini,satu saja sudah membuat hidupku repot,sekarang tambah satu lagi,benar-benar pasangan yang serasi.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan?Susan."
"Ini memang gayamu,to the point tanpa basa basi." Susan meminum kopi yang dia pesan.
"Aku memang tidak suka basa basi,langsung saja pada intinya."
"Aku ingin kau meninggalkan Ken,pergi dari hidupnya,sejauh mungkin yang kau bisa." Susan bicara dengan percaya diri.
"Heh,bukan aku yang mengejarnya,kenapa aku harus meninggalkannya,kau ini sama anehnya dengan dia." Aku merasa kesal Susan bicara dengan seenaknya seperti itu.
DISISI LAIN,DEKAT DAPUR.
Para pekerja Julia nampak mengintip Julia dan Susan,mereka heran kenapa akhir-akhir ini banyak sekali yang mencari Bosnya itu.
"Siapa wanita itu?"Tanya Keisha.
"Lihat saja wajahnya itu,terlihat begitu galak."Sambung Chila.
Fara tiba-tiba muncul dibelakang mereka."Apa yang kalian lakukan?"
"Sstt...Kak Fara jangan keras-keras,lihat wanita itu." Kata keisha tanpa sadar.
"Oh...Apa kalian tidak punya pekerjaan?"
Mereka bertiga baru sadar. "Oh..Tentu-tentu kak."Jawab mereka bersamaan.
"Kalau begitu,ayo kerjakan." Gertak Fara.
__ADS_1
"Oh,baik." mereka bertiga bubar.
Fara mengamati Julia dan Susan,dia juga tidak tau apa yang diinginkan Susan disana.
KEMBALI KEMEJA JULIA DAN SUSAN.
"Aku hanya ingin kau meninggalkannya,aku tau dia mengejarmu lagi,jadi bisakah kau biarkan dia sendiri agar dia bisa bersamaku." Nada Susan mulai tinggi.
"Aku ingatkan kau sekali lagi,bukan aku yang mengejarnya,aku juga tidak berharap dia mencariku,kenapa tidak kau katakan padanya untuk meninggalkan ku,aku sudah hidup senang selama ini,kenapa tiba-tiba kalian muncul mengusik hidupku lagi." Aku pun menggunakan nada tinggi.
"Kau sudah dicampakannya,kau pasti yang datang untuk merayunya kan?Mengakulah."
"Hah,Aku...Merayunya?Mungkin aku sudah gila jika aku melakukan itu,kau tau...Walau pria didunia ini mati semua dan tinggal dia seorang,akupun tidak sudi kembali padanya,apa kau mengerti,jadi percuma kau bicara denganku."
"Kalau kau menghilang dan tidak kembali ke kota Z,dia mana mungkin mengejarmu lagi."
"Kenapa kau menyalahkanku?Tanyakan dulu pada dirimu sendiri yang tidak becus menjaga priamu,kenapa kau sekarang menyalahkan orang lain?Aku masih mengingat setiap kata-kata penghinaanmu hari itu,karena kau pernah jadi temanku aku tidak mempermasalahkan itu,tapi jika kau mengatakan kalau aku merayunya sekali lagi,maaf...Itu bukan gayaku,aku tidak akan pernah sudi kembali ke pria sampah seperti itu,bukankah aku sudah mengatakan padamu,pria sampah dan wanita sampah perebut suami orang itu sangat cocok." Aku sudah tidak bisa bersabar bicara dengan Susan,aku pun berdiri bersiap pergi.
"Julia,beraninya kau menghinaku."Susan menghadangku.
"Apa?Kau bisa menghinaku,lalu kenapa aku tidak bisa?Bukankah kau sekarang merasakan apa yang aku rasakan?Terhina,terbuang dan tidak dianggap sama sekali,sekarang kau tau perasaanku 5 tahun lalu,itu belum seberapa dengan penderitaan yang aku alami,kau hanya dicampakan,sedangkan aku,apa kau tau perasaanku pada waktu itu,dicampakan oleh orang yang aku cintai lalu di khianati teman sendiri,menurutmu bagaimana aku saat itu,tapi lihat perbedaanmu denganku,aku tidak pernah mengemis pada siapapun dan kau,kau kesini mengemis belas kasihanku,kasian sekali."
"Julia,kau keterlaluan." Susan ingin menamparku,tapi aku berhasil menangkap tangannya,aku sudah kehilangan kesabaranku pada nya,aku dorong dia hingga terjatuh.
"Aku bukanlah Julia 5 tahun lalu yang bisa kau tindas sesuka hatimu,ingat itu."
Aku pergi kearah ruanganku,meninggalkan Susan disana,aku terkadang bingung dengan pemikiran orang-orang itu,seenaknya bisa menghina orang,sekarang malah memohon pada orang yang sama,sungguh lucu...
__ADS_1