
Aku tidak menyangka semua ini harus terjadi padaku, aku berlari sekuat tenaga diikuti oleh Rey dan Andrew, kami pergi ketempat teman ayah bersama anaknya, sudah banyak orang disana, aku terhenti ketika mereka yang disana memandang ke arahku, mata mereka menatap penuh kesedihan, tatapan mereka membuatku sudah merasa gelisah, Andrew nampak berdiri di sisiku dan dia sama sepertiku, tertegun serta penasaran dengan apa yang terjadi, kami mendekat perlahan dan hingga mereka membuka dan memberi kami jalan, aku melihat istri dari teman ayah disana terduduk dilantai serta menangis terisak isak, melihat itu membuat hatiku semakin kacau, aku melihat kearah sudut lain di ruangan itu, terlihat tubuh seseorang yang sudah terbujur dan tertutup oleh sebuah kain.
"Apa yang terjadi?" Tanyaku sedikit gagap.
"perahu yang dipakai ayahmu dan lima orang lainnya terhempas badai dan tenggelam dilaut lepas, kami menemukan mereka yang terdampar di pantai, tapi kami tidak menemukan ayahmu, total yang kami temukan. baru 4 orang, ayahmu dan satu orang lainnya masih hilang," jelas seorang warga disana.
Mendengar perkataan itu membuatku seperti tersambar petir di siang hari, kakiku tiba tiba saja merasa lemas alu bahkan tidak sanggup menopang tubuhku sendiri, semua terasa gelap aku sendiri bahkan tidak tau apa yang terjadi pada diriku.
Hari ini seperti sebuah mimpi buruk bagiku, dimana aku harus mendengar ketidakpastian keberadaan orang yang aku sayangi.
Aku membuka mataku perlahan, aku memandang ke langit langit atas, dan aku baru sadar kalo aku sudah berada dalam kamarku, samar samar aku mendengar suara dari luar itu adalah suara Rey dan Andrew.
"Tenanglah Rey, kita pasti akan menemukan ayahmu." Andrew berusaha menghibur.
"Tapi bagaimana caranya laut itu sangat luas, kalo ayah pergi lalu bagaimana denganku?" Rey menangis.
Bagaimanapun juga Andrew sudah pernah merasakan rasanya kehilangan dan ditinggal pergi oleh orang yang dicintai, Andrew memeluk Reynand dan berusaha untuk menenangkan bocah laki laki itu, mata Andrew tertuju pada Luna yang sudah berdiri ditengah pintu kamarnya.
Aku melihat Rey yang sangat terpukul didalam pelukan Andrew, aku sendiri pun tidak tau harus bagaimana, sedang aku sendiri merasa sangat kehilangan, ingin rasanya aku menjerit sekuat tenaga ku, tapi entah kenapa aku tidak sanggup, aku menutup mulutku sendiri dengan satu tanganku, aku tidak tau lagi bagaimana jika Rey melihat kesedihanku juga, aku berjalan kearah pintu luar, sesampai nya diluar aku berlari kearah pantai dan terduduk di bibir pantai terkena hempasan ombak, aku menjerit sekuat aku bisa, aku menangis sejadinya disana bagaimana tidak aku kehilangan orang yang menyayangiku seperti anaknya sendiri itu kini menghilang entah dimana dan bagaimana keadaannya, aku menutup wajahku dengan kedua tanganku, tanpa aku sadari Andrew sudah berada di sisiku dia berjongkok dan meraih tubuhku dan memelukku erat, seakan akan ingin mengatakan bahwa semua akan baik baik saja bersamanya.
"Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi padaku," aku masih menangis dalam pelukan Andrew, dia mendekap ku erat seakan tidak ingin melepaskan ku.
__ADS_1
"Hei, jangan seperti ini, kita belum tau pasti kondisinya aku akan menyiapkan tim penyelamat untuk mencari Ayahmu bagaimana, kita harus tetap berusaha, oke," Andrew mencoba untuk menghibur.
"Lalu seberapa besar kemungkinan ayahku akan ditemukan?" Tanyaku penuh harap.
"Aku tidak yakin, tapi jika kau saja dulu bisa selamat, aku yakin ayahmu pun bisa," Andrew mencoba menghibur lagi.
Aku menatapnya, melihat jauh kedalam matanya terlihat sebuah keseriusan yang dalam, tentangku tentang hidup kami, hari ini aku merasa sangat rapuh, dia memberikanku sebuah pelukan yang begitu hangat, aku merasakan cinta dan kasih sayang didalamnya, membuatku merasa sedikit nyaman dan tenang, aku tenggelam dalam pelukannya dan aku merasa sangat terlindungi.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Andrew menepati janjinya, dia membayar tim pencari dan penyelam untuk mencari ayahku, aku dan Rey menunggu kabar dari mereka tiap hari, dan berdoa setiap hari pula agar ayah kami bisa kembali dengan selamat walaupun kemungkinannya sangatlah kecil, tapi ini sudah lebih dari 5 hari dan belum ada kabar sama sekali, mungkin ini lah waktunya untuk kami berhenti berharap, karena sekeras apapun sebuah usaha maka tetap akan ada ujung untuk berhenti.
"Maaf tuan, ini sudah lebih dari 5 hari dan kami tidak bisa menemukannya, dan kecil kemungkinan orang yang anda cari masih hidup," jelas seorang tim penyelamat.
"Tapi ini sudah lebih dari prosedur yang seharusnya kami lakukan," imbuh tim penyelamat itu.
"Tapi tidak bisakah kalian.." Belum selesai bicara aku sudah menyela perkataan Andrew.
"Terimakasih kalian sudah membantu kami, kalau memang seperti itu maka cukup sampai disini saja," ucapku berusaha tetap tenang.
"Baiklah kami undur diri," ucap perwakilan tim penyelamat itu.
__ADS_1
"Tapi kita belum menemukannya," Andrew protes pada Luna, bagaimana pun dia tidak ingin melihat Luna ataupun Rey sedih.
"Andrew ada waktunya kita harus berhenti berharap, dan mungkin inilah waktunya," ucapku berusaha memaksakan senyum di wajahku.
"Tapi aku tidak pernah berhenti berharap, apalagi jika itu menyangkut tentang seseorang yang sangat berarti dalam hidupku," Andrew menatap mataku, entah aku tidak bisa berkata apa apa lagi.
"Tapi kau yakin kau baik baik saja?" Tanya Andrew.
"Aku baik baik saja," aku tetap harus berusaha untuk tegar demi diriku demi Rey.
Rey tiba tiba saja berlari memelukku dan menangis dalam pelukan ku, aku tau perasaannya dia sudah tidak memiliki siapa siapa dan mungkin hanya aku saja yang bisa menjadi sandaran untuknya.
"Kakak apa kau akan pergi juga?" Tanya Rey seraya menangis terisak.
"Tidak, aku akan selalu bersamamu, jadi Andrew maaf aku tidak bisa ikut denganmu, aku harus menjaga Rey," ucapku pada Andrew, aku tau aku sudah berjanji padanya untuk ikut ke kota dan mengobati Amnesia ku, tapi aku tidak bisa meninggalkan Rey begitu saja.
"Kau akan tetap pergi denganku, dan Rey akan ikut bersama kita," ajak Andrew, dia mengusap kepala Rey.
"Benarkah?" Tanyaku terkejut.
"Tentu saja, lagi pula aku pernah berjanji pada Rey ingin mengajaknya ke kota, mungkin inilah waktu yang tepat,"
__ADS_1
Aku menatap Andrew lalu aku melihat kearah Rey, dia nampak terlihat senang dan menganggukan kepalanya pelan, aku tau maksutnya dan mungkin aku harus menerima tawaran ini, memulihkan ingatanku tanpa harus meninggalkan orang terdekatku, dan mungkin juga aku akan mendapatkan kembali cinta kasih sayang orang orang yang dulu aku kenal.