PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 53


__ADS_3

KOTA Z.


Andrew dan Miko sudah sampai dikota Z,tapi sebelum itu mereka bertemu bibi May,Laura juga Laurent disana.


RUMAH LAURA.


"Jadi..Info apa yang sudah kalian dapat?"Tanya Andrew.Mereka terlihat duduk bersama,sama sama dengan wajah yang cemas.


"Aku mencari info ke perusahaan Ken,tapi tidak mendapat apa apa." Kata Laurent.


"Aku sudah mencarinya kerumah lamanya,tapi tidak seorang pun melihatnya." Kata bibi May.


"Aku mencoba mencari dari teman-temannya dulu,tapi memang sudah bertahun tahun tidak ada yang pernah melihatnya."Ucap Laura menambahkan.


"Lalu sebenarnya kemana dia?" Miko juga nampak serius berfikir.


"Jalan satu satunya adalah pergi dan masuk kerumah Ken,kalau kita tidak melakukannya,maka kita tidak akan pernah tau kebenarannya."Andrew yang terlihat paling serius.


"Tapi biasanya rumah itu sangat tertutup,dan tidak membiarkan sembarangan orang masuk." Ucap Bibi May yang mengerti betul tentang rumah itu.


"Bibi jangan khawatir,aku akan memikirkan cara agat bisa masuk,asal bisa menemukannya,aku akan melakukan apapun." Andrew fokus.


"Baiklah..Kamar Ken ada di lantai 2 sebelah kanan paling ujung." Tambah bibi May.


"Aku memgerti,terimakasih infonya bibi."Andrew senang dapat sedikit info.


"Aku akan menemani kalian."Kata Laurent.


"Tidak usah,kau jangan terlibat,biar kami saja,andai kami tidak berhasil,maka masih ada kau yang akan mencarinya." Andrew memeprtimbangkan.


"Oh,aku mengerti."Ucap Laurent.


"Nak..Tolong bawa pulang dia."Ucap Bibi May penuh harap,matanya terlihat berkaca kaca.


"Tentu bibi,kau jangan khawatir." Andrew menenangkan.


"Kalau ada apa apa,segera hubungi kami."Timpal Laura.


"Pasti."

__ADS_1


RUMAH KEN.


mereka langsung menuju kerumah Ken.Saat disana mereka berdiri didepan gerbang rumah Ken,rumah itu nampak besar dan luas,tapi begitu sepi,seperti tidak berpenghuni,dan itu tidak seperti yang dikatakan oleh bibi May tentang keamanan disana,tapi seharusnya itu jadi hal bagus untuk mereka,karena tidak usah susah payah menghadapi keamanan disana.Andrew melihat gerbang yang tidak terkunci,karena itu Andrew dan Miko langsung masuk kesana,mereka berjalan hingga depan pintu rumah Ken.


Saat mereka membunyikan bel,ada seorang pelayan paruh baya yang membukakan pintu itu.


"Maaf,kalian cari siapa?" Tanya pelayan itu.


"Apa Julia disini?" Tanya Andrew langsung.


"Julia?Oh maksut anda nona muda,dia kan sudah pergi dari sini 5 tahun lalu."Pelayan itu mengingat,dia sudah bekerja disana sangat lama.


"Bagaimana dengan Ken?" Tanya Andrew lagi.


Pelayan itu nampak bingung,dia menoleh kearah dalam beberapa kali sebelum menjawab."Sebaiknya kalian pergi saja,keadaan tuan kami sedang buruk,dia tidak mau bertemu siapapun."Kata pelayan itu lirih.


"Tapi kami harus bertemu dengannya."Ucap Miko.


"Tapi..."Pelayan itu belum selesai bicara,Andrew menerobos masuk.


Dia menerobos sambil meneriaki nama Julia,Miko akhirnya hanya mengikuti Andrew,pelayan itu juga nampak cemas.


"Tuan tuan sekalian,saya mohon jangan,tuan besar saya bisa marah." Pelayan itu mengikuti Andrew dan Miko.


"Maaf tuan,ini kamar tuan besar,dia akhir-akhir ini benar-benar tidak bisa ditemui."


"Kenapa?"Tanya Andrew dengan tatapan dingin.


"Saya juga tidak tau,waktu itu tuan pulang dengan keadaan buruk,bahkan dia memarahi semua pelayan disini,karena itu saya mohon jangan ganggu dia dulu."


"Tapi aku perlu bertemu dengannya,jadi jangan menghalangiku." Andrew menyerobot masuk,pelayan itu tidak bisa berbuat apa-apa.


Andrew dan Miko nampak terkejut saat masuk kesana,kamar itu gelap dan sangat sangat berantakan,banyak botol minuman berserakah disana,Andrew pun memberanikan diri masuk,dia melihat Ken yang sedang duduk di kursi dekat dengan jendela,tirai nya tertutup tapi sinar matahari masih bisa masuk dari celah celah tirai.


Andrew tepat berdiri disamping Ken,dia menantapnya dengan perasaab kesal dan marah. "Dimana dia?" Tanya Andrew langsung.


Mendengar suara Andrew,Ken hanya mendongkakkan kepalanya dan melihat ke arah Andrew.


Andrew sudah tidak bisa bersabar,dia mencengkeram kerah baju Ken dan membuatnya berdiri menghadap kearahnya.

__ADS_1


"Katakan!Dimana dia...Dimana Julia."Teriak Andrew.


Entah apa yang ada dipikiran Ken,dia tiba tiba tertawa,membuat Andrew dan Miko bingung,Ken tertawa keras,Andrew melepas cengkeramannya,lalu Ken terduduk lagi di kursinya,kedua tangannya menutupi wajahnya,dan seketika itu dia tiba tiba saja menangis,Andrew dan Miko tambah bingung dengan sikap Ken itu.


"Katakan dimana dia br*ngs*k,jangan uji kesabaranku." Kata Andrew lagi.


"hahaha..Lalu apa...Kau mau membunuhku,bunuh saja."Kata Ken sambil tertawa tapi ada kesedihan juga di wajahnya.


"Kau tidak takut mati,oke..Tapi katakan dulu dimana dia?" Tanya Andrew sekali lagi.


"Kalau aku memberitahumu,apa kau pikir kau bisa membawanya kembali?" Ken menatap tajam ke arah Andrew.


"Apa yang kau maksut?Kenapa aku tidak bisa membawanya kembali?" Andrew sudah nampak mengepalkan tangannya,tapi Miko memeganginya.


Ken nampak meraih botol minumnya dan dia minum minuman itu,lalu dia juga mengelap minuman yang tumpah dimulutnya,Ken nampak tertunduk,ada senyum masam diwajahnya,sekarang Andrew dan Miko benar benar bingung dengan apa yang terjadi.


"Dia menghubungi ku waktu itu."Ken tiba tiba bicara,Andrew dan Miko pun nampak mendengarkan.


"Tapi...Siapa sangka hal itu akan terjadi." Ken tersenyum masam lagi.


"Apa yang terjadi?"Andrew penasaran.


Ken menatap Andrew,lalu dia mulai bercerita.


FLASBACK ON.


Julia nampak mengemudikan mobilnya,dia menelfon Ken.


"Aku sudah mengirimkan lokasinya,aku akan menunggumu disana."Julia menutup telfonnya.


Dia terlihat begitu cepat memacu laju mobilnya,hingga dia sampai di sebuah jalan dengan tebing dan lautan di bawahnya,Julia pun keluat dari mobil dan berdiri sambil bersandar di depan kap mobilnya,dia terlihat memejamkan matanya,berusaha merasakan hembusan angin yang sepoi sepoi,dia begitu menikmatinya hingga terlihat seperti dia tidak akan pernah merasakan itu lagi.


Ken akhirnya sampai disana,Ken pun turun dan mendekat kearah Julia,melihat Ken datang Julia pun nampak berdiri disisi tebing.


"Berhenti disana dan jangan mendekat lagi."Kata Julia.


"Kau sudah memikirkannya?Apa kau sudah siap untuk kembali kepadaku?"Tanya Ken.


"Bolehkah aku mengatakan sesuatu?" Tanya Julia.

__ADS_1


"Tentu."


Julia nampak tersenyum."Kau tau,saat pertama kali melihatmu,aku dulu langsung jatuh hati padamu,waktu itu aku melihatmu di ujian masuk kuliah,kau selalu tersenyum ramah,bahkan kau begitu sangat baik membantu peserta lain,hingga aku pikir kau adalah malaikat yang datang kebumi untuk membantu manusia disini."


__ADS_2