PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 73


__ADS_3

Jihan baru saja menyelesaikan pelajarannya hari itu, dia keluar dari sekolah seusai jam pelajaran berakhir, dia terlihat sedang bercanda gurau dengan temannya yang lain hingga dia melihat sesosok pria yang tidak ingin dia lihat, Jihan berhenti dan melihat kearah pria yang sedang menatapnya.


"Kenapa pria itu disini?" gumam Jihan dengan ekspresi wajah yang tidak senang.


"Jihan bisakah kau ikut papa sebentar," pinta Ken, ya pria itu Ken nampaknya dia masih berusaha untuk mengambil hak asuh anak dari tangan Andrew.


"Siapa anakmu? Jangan bicara sembarangan," ucap Jihan ketus, dia berjalan melewati Ken dan mencari keberadaan mobil Laurent.


"Tunggu, kita perlu bicara," Ken menarik tangan Jihan dan membawanya masuk kedalam mobil, seketika mobil itu pergi dari sana dengan cepat.


Laurent baru saja tiba disana untuk menjemput Jihan seperti biasa, dia agak terlambat karena adanya rapat dadakan diperusahaannya, Laurent melihat kearah jam tangannya lalu melihat ke sekelilingnya tapi dia belum juga melihat keberadaan Jihan.


"Sudah jam segini tapi kenapa dia belum keluar," gumam Laurent, dia masih menunggu Jihan disana tapi Jihan tidak nampak terlihat, hingga pada akhirnya dia bertanya pada security sekolah itu.


"Maaf apa anda tau murid bernama Jihan, dia biasanya menunggu di dekat pos ini, ini fotonya," Laurent memperlihatkan foto Jihan ke security itu.


Securiti itu nampak memperhatikan foto di ponsel Laurent, dan dia sepertinya tau.


"Oh iya tadi saya melihatnya, dia pergi bersama seorang pria, sepertinya itu ayahnya," Securiti itu menjelaskan.


Laurent tertegun dia terlihat berfikir, seorang pria seperti ayah tapi Andrew belum kembali, dan satu nama yang melintas dipikiran Laurent pria itu adalah Ken.


"Gawat," Laurent buru-buru masuk ke mobilnya, dia sudah nampak panik dan takut jika Ken nekat membawa pergi Jihan.


Laurent mencoba menghubungi nomer Andrew.


"Andrew," suara Laurent panik.


"Ada apa, kenapa suaramu terdengar begitu cemas?" Andrew menjawab panggilan itu, dia sedang membantu Rey mengepak barang nya untuk pindah ikut bersama Andrew.


"Jihan menghilang," ucap Laurent.

__ADS_1


"Apa maksutmu?" Andrew benar benar terkejut, raut wajahnya seketika penuh kecemasan, Rey yang memperhatikan Andrew pun nampak bertanya tanya.


"Ya, aku pikir Ken membawanya, kapan kau kembali?" Tanya Laurent, dia menelfon sembari menyetir dan memperhatikan jalan, berharap dia melihat atau menjumpai Ken.


"Aku akan kembali, tolong cari dia," Andrew putus asa, bagaimanapun dia hanya seorang ayah wali, dan Ken adalah ayah kandungnya.


"Tentu saja," Laurent menutup panggilan itu.


DISISI LAIN DI TEMPAT LUNA.


Andrew sudah dipenuhi kecemasan, dia melihat kearah Rey, dan memintanya segera berkemas, Andrew secepatnya mencari Luna dikamarnya.


"Ada apa?" Luna melihat Andrew yang nampak cemas.


"Kita berangkat hari ini," pinta Andrew.


Luna nampak bingung, tapi dia mengiyakan permintaan Andrew, mereka kembali ke kota S hari itu juga.


Laurent masih berada dijalan mencoba mencari keberadaan Jihan, dia bahkan sudah menghubungi rumah Andrew kalau saja Jihan sudah kembali, tapi nampaknya semua usahanya nihil, Laurent sudah putus asa karena Jihan adalah tanggung jawabnya sekarang dia malah kehilangan nya.


Hari mulai petang, Laurent masih belum menemukannya, dia kembali ke rumah Andrew dan menunggu Andrew kembali, bibi May sangat cemas, bahkan dia tidak bisa duduk dengan tenang, sesekali bibi May menengok kearah pintu berharap Jihan muncul disana.


Dan akhirnya Jihan benar benar pulang, tapi wajahnya begitu lesu dan terlihat sedih dia tidak bersemangat sama sekali, begitu mencapai ambang pintu bibi May langsung memeluknya erat.


"Ya Tuhan dari mana saja kau, nenek sangat mencemaskan mu," bibi May memeriksa tubuh Jihan jaga-jaga jikalau Jihan terluka.


"Aku tidak apa apa, hanya lelah bolehkah aku naik ke kamarku," pinta Jihan dengan suara pelan.


Bibi May tertegun mendengar permintaan Jihan, tapi dia hanya menganggukan kepalanya mengiyakan permintaan cucunya.


Jihan melihat kearah Laurent dan hanya melempar senyuman, lalu dia langsung naik keatas, bibi May dan Laurent hanya memperhatikan Jihan yang naik ke arah kamarnya.

__ADS_1


"Apa kau berfikir sama denganku? Bahwa pria itu sudah mengatakan sesuatu yang mengganggu pikirannya?" Tanya bibi May pada Laurent sembari tatapannya masih kearah Jihan.


"Sepertinya iya," Laurent pun masih melihat kearah Jihan.


Suara deru mobil terdengar di halaman luar rumah, Laurent sudah bisa menebak siapa yang datang, bibi May dan Laurent pun bergegas keluar menyambut Andrew.


"Ayo turun," perintah Andrew sembari melepas seatbelt ya.


Luna memandangi rumah besar yang ada didepannya lewat kaca jendela mobil, selama dia Amnesia baru kali ini dia melihat rumah sebesar itu.


"Ini rumahmu?" Tanya Luna.


"Ya, rumah kita," Andrew tersenyum.


"Rey, ayo turun," ajak Andrew, Andrew turun dari mobil langsung disambut bibi May.


Baru akan mengatakan perihal Jihan, bibi May terdiam melihat Luna yang turun dari mobil, matanya terlihat tidak percaya dengan apa yang dia lihat, hatinya terasa senang dan bahagia melihat sesosok wanita yang pernah menjadi gadis kecilnya itu, seketika bibi May menghampiri Luna dan memeluknya erat, hal itu membuat Luna sedikit terkejut, bagaimanapun dia tidak mengingat siapapun disana.


Laurent pun terlihat senang melihat adik angkatnya itu telah kembali lagi dengan keadaan yang sehat, dia nampak tersenyum bahagia.


"Ya Tuhan bibi tidak percaya bisa melihatmu lagi," ucap bibi May yang sudah menangis, kedua tangannya memegang kedua pipi Luna.


Luna masih bingung, dia melihat kearah Andrew, dan Andrew hanya tersenyum tau akan kebingungan yang sedang dialami kekasihnya itu.


"Luna ini bibi May, dia adalah orang yang sudah merawat mu sejak kecil," Andrew memperkenalkan bibi May pada Luna.


"Benarkah? Maaf karena aku tidak bisa mengingatnya," Luna menatap kearah wanita tua yang ada dihadapannya yang menangis itu, dia kemudian mengusap airmata yang mengalir ke pipi wanita tua itu, seraya berkata. "Maaf karena tidak mengingat anda, tapi aku pasti akan berusaha untuk mengingat semuanya,"


Bibi May hanya menganggukkan kepalanya dan memeluk sekali lagi gadis kecilnya itu, Rey nampak berjalan dan berdiri disisi Andrew, Andrew juga mengenalkan Rey pada bibi May dan Laurent.


Mereka pun masuk bersama, bibi May tak henti merangkul Luna karena kerinduannya selama ini, bagaimana tidak dia yang berfikir tidak mungkin akan bisa melihatnya lagi kini bisa melihatnya dan memeluknya sekali lagi, Luna tetaplah Julia walau hilang ingatan dia tetap memiliki perasaan khusus yang muncul ketika melihat wanita tua itu, Luna merasa ada rasa kasih sayang yang menghampirinya.

__ADS_1


Laurent memberitahu Andrew kalau Jihan sudah kembali, tapi ada sesuatu yang mengganggu pikiran bocah kecil itu yang membuatnya terlihat bersedih dan tidak bersemangat.


__ADS_2