
Miko masuk kekamar dimana Andrew berada,disana dia melihat Andrew yang duduk ditempat tidur,tangan kirinya masih memegangi bingkai foto Julia,dan tangan kanannya tampak memerah karena luka lebam terlalu banyak memukul.
Miko duduk di sebelah Andrew,dia melihat tatapan mata Andrew yang kosong,bahkan Miko tidak tau apa yang Andrew tatap.Miko pun meraih tangan Andrew dan mengobati luka ditangannya itu.
"Lalu bagaimana rencanamu sekarang?"Tanya Miko sambil memgoleskan salep ke tangan Andrew.
"Entahlah."Jawab Andrew pelan.
"Lalu,bagaimana dengan Jihan?" Miko selesai mengobati luka Andrew.
"Dia...Aku akan menjadi wali sahnya,dia akan tetap menjadi anaku,Julia mempercayakannya padaku,maka aku tidak akan pernah mengecewakannya,kemanapun aku pergi maka aku akan mengajaknya ikut serta."Andrew bicara dengan tatapan kosong.
"Baiklah..Lalu apa yang akan kau katakan jika dia bertanya tentang Julia?"Tanya Miko penuh kekhwatiran tentan psikologi sikecil itu,jika dia harus tau kalo mama nya sudah tiada.
"Jangan bicara apapun padanya tentang Julia,biar aku yang menanganinya."Kata Andrew,terlihat mulai ada semangat dimatanya.
"Aku mengerti."Miko pergi dari kamar itu meninggalkan Andrew disana sendiri,karena Miko tau,Andrew butuh waktu untuk menenangkan pikirannya.
Setelah hari itu,Andrew bersama Miko dan Bibi May pun kembali kekota S,walau terasa berat harus kembali tanpa hasil yang diinginkan,tapi dia tetap harus kembali untuk Jihan.
RUMAH KELUARGA ANDREW.
Jihan nampak sedang bermain di depan bersama bibi Vivian,dia terlihat ceria seperti layaknya anak seumuran dia yang sedang senang senangnya bermain.Begitu melihat mobil Andrew,Jihan nampak berteriak kegirangan,dia langsung menghampiri mobil Andrew yang sudah berhenti,mungkin di hati kecil Jihan ingin sekali melihat Andrew membawa pulang mamanya kembali.Tapi..Disaat semua keluar dari mobil,ada sedikit rasa kekecewaan di wajah Jihan,dia tidak melihat mama nya ikut serta disana,lalu dia nampak menatap Andrew,dengan penuh harapan bahwa dia ingin melihat mamanya.
"Papa Andrew."Ucap lirih gadis kecil itu.
Andrew mendekati Jihan dan berjongkok didepannya.
"Iya sayang."Kata Andrew.
"Mana mama?"Tanya gadis kecil itu dengan kesedihan dimatanya.
"Mama belum bisa pulang,apa Jihan mau sama papa Andrew,sampai mama pulang?"Jawab serta tanya Andrew.
"Iya.."Angguk gadis kecil itu.
Andrew memeluk Jihan erat,dia menahan airmatanya saat melihat Jihan,Andrew menatap bibi Vivian dengan penuh kesedihan,dan bibi Vivian pun bisa menangkap apa yang ada dalam tatapan mata Andrew.Andrew menggendong Jihan masuk kedalam rumah,gadis kecil itu nampak menyandarkan kepalanya di bahu Andrew.
__ADS_1
Miko dan bibi May yang masih diluar hanya memandang mereka masuk,bibi Vivian pun bertanya apa yang terjadi,hingga Miko menceritakan lagi tragedi Julia,itu juga membuat Bibi Vivian syok,dia tidak menyangka beratnya tekanan yang di rasakan Julia,mampu mendorongnya melakukan hal itu.
Pada akhirnya dari kejadian itu,mereka tidak bisa mengabaikan kehidupan yang harus mereka jalani,terutama untuk gadis kecil itu,dia tetap harus merasakan kasih sayang dan perhatian,Andrew benar benar menepati janjinya,dia menjadikan dirinya wali sah Jihan,dan dia membawanya ikut tinggal bersamanya,bibi May pun ikut Andrew,dan hingga hari berganti hari,minggu berganti minggu,bulan berganti bulan,hingga tahun pun berganti tahun.
2 tahun setelah kejadian itu,Andrew dapat menyelesaikan kuliahnya,dan dia mulai memegang kendali diperusahaan ayahnya,dia semakin serius bekerja untuk kehidupan Jihan yang lebih baik,dan cafe itu,cafe yang penuh kenangan bagi Andrew,masih tetap berjalan,cafe itu di atur oleh Fara,tapi tetap pemiliknya adalah Julia,mereka tidak pernah menutup cafe itu,karena itu adalah tempat yang berarti bagi Andrew.
3 TAHUN KEMUDIAN,SETELAH KELULUSAN ANDREW.
Suara langkah kaki berlari terdengar didalam rumah,seseorang membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya,dia terlihat berdiri ditepi tempat tidur,seorang pria tidur dengan pulas disana.
"Papa...Sudah siang."Ucap Jihan yang mendekat ketelinga Andrew,ya pria yang sudah dewasa itu adalah Andrew.
"Jihan...Kenapa pagi begini kau sudah mengganggu papa?" Ucap Andrew sambil membalikan tubuhnya kesisi lain tempat tidur.
"Papa...Jihan harus sekolah,ini sudah siang?Ayo bangun." Jihan nampak menggoyang goyangkan tubuh Andrew.
"Sekolah?"Andrew langsung membuka mata.
"Iya...Sekolah..."Ucap Jihan lagi.
"Oh iya...Papa lupa..Oke...papa akan turun dalam 10menit."Kata Andrew sambil mengusap usap matanya.
Andrew pun bangun sambil tersenyum."Dasar alarm kecil."
MEJA MAKAN.
Jihan sudah bersiap sarapan,bibi May pun sudah menyiapkannya.
"Makan yang banyak."Kata bibi May.
"Iya..Nenek..."
Jihan sekarang sudah berumur 9 tahun,dam di mulai tumbuh menjadi gadia yang cantik seperti ibunya.
"Pagi bibi."Kata Andrew yang baru saja selesai bersiap.
"Pagi nak."
__ADS_1
"Pagi sayang."Ucap Andrew sambil mencium kening Jihan.
"Pagi papa."Ucap Jihan sambil makan.
Bibi May mengambilkan sarapan untuk Andrew,lalu mereka makan bersama.
"Oh ya bibi,ini uang belanjanya,jangan lupa membelikan kebutuhan Jihan." Andrew menyodorkan lembaran uang pada bibi May.
"Iya..."Bibi May menerimanya.
"Papa...Bolehkah aku nonton?"Tanya Jihan.
"Hmm,mau nonton apa?"Tanya Andrew.
"Entah..Aku bosan tiap pekan hanya dirumah."
"Jihan..papa Andrew kan sibuk,kau tidak boleh merepotkannya."Ucap bibi May menasehati.
"Tidak apa bibi,pekan ini papa pasti akan meluangkan waktu untukmu,bagaimana?kau suka?"Kata Andrew.
"Oke..Janji ya."Jihan terlihat senang.
"Nak..Kau terlalu memanjakannya."Kata bibi May pada Andrew,dia merasa Andrew terlalu memanjakan Jihan,Andrew tidak pernah menolak apapun yang diinginkan Jihan.
"Tidak apa bibi,hanya ini yang bisa aku lakukan untuknya." Andrew sudah selesai sarapan.
"Kau ini."Kata Bibi May sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Papa sudah selesai sarapan,bagaimana denganmu?" Tanya Andrew pada Jihan.
"Aku sudah selesai." Jihan mengelap mulutnya.
Seperti hari hari biasanya,semenjak Jihan sekolah,Andrew lah sendiri yang mengantar jemput Jihan,dia tidak pernah menyerahkan urusan Jihan pada orang lain,semuanya dialah uang melakukannya,baginya Jihan adalah prioritas utama.
PERUSAHAAN ED GROUP.
Andrew sudah memegang kendali perusahaan ayahnya sejak dia lulus,dan perusahaan ayahnya yang berkecimpung di bisnis properti itu nampak mengalami banyak peningkatan 2 tahun terakhir.
__ADS_1
Andrew yang menjabat sebagai direktur diusia muda,dia capai dengan kerjakerasnya sendiri meyakinkan para pemilik saham,dia adalah pria yang cerdas dan pandai mengambil sebuah peluang,hingga para pemegang saham sangat beegantung pada kemampuannya,sedikit demi sedikit dia mewujudkan apa yang pernah diharapkan Julia kepadanya,yaitu Julia ingin melihat Andrew menjadi orang yang berhasil dan sukses.