
Ini sudah 3 hari semenjak aku memindahkan Jihan,masih begitu tenang untuk saat ini,dan aku berharap badai itu tidak pernah dan tidak akan datang.
Aku memandang kelantai bawah,aku masih merasa gelisah,Andrew sedang ujian semester,dan aku tidak akan menganggunya sampai dia selesai,karena aku tidak mau mengganggu konsentrasinya.
"Julia,bolehkah aku masuk?" Fara terdengar berada di depan pintu ruanganku.
"Masuklah."
Fara masuk kedalam.
"Ada apa?"
"Ini sudah malam,semua sudah selesai memberesan pekerjaan mereka,aku pun bersiap untuk pulang."
"Ya,hati-hati dijalan." Aku melihat kearah Fara,aku berusaha tersenyum agar dia tidak khawatir.
"Bagaimana denganmu?Apa perlu aku temani?"Fara masih mengkhawatirkanku yang selalu gelisah.
"Tidak perlu,aku baik-baik saja." Aku mengusap pundak Fara.
"Kau yakin?"
"Ya,aku yakin,aku juga akan pulang."
"Baiklah,aku akan pergi dulu,oh ya...Jihan bertanya kapan kau bisa mampir kesana,dia merindukanmu,dia tidak mau hanya bila mendengar suaramu."
"Katakan padanya,setelah ini semua selesai,aku akan menjemputnya." Walau sebenarnya aku ragu,kapan aku bisa menjemputnya.
"Baiklah."
Fara meninggalkanku diruangan ku,aku terkadang ragu untuk pulang,aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku sepanjang perjalanan,aku takut bertemu Ken secara tiba-tiba,aku hanya bisa berharap dan berdoa,Ken akan melupakanku,sehingga hidupku bisa kembali tenang seperti 5 tahun ini.
__ADS_1
Suara ponselku berdering,itu Andrew,dia menghubungiku.
"Hai,kenapa menelfonku?Apa kau tidak belajar?" Aku menjawab telfon sambil berjalan ke luar dari ruanganku.
"Tentu saja belajar,tapi tiba-tiba aku mengingatmu,dan aku ingin mendengar suaramu."
"Hemm,benarkah?Apa itu cuman alasan agar kau tidak belajar?" Aku sudah sampai dibawah dan mengunci pintu cafe,lalu aku berjalan kemobil dan masuk kemobil.
"Bagaimana bisa,aku benar-benar belajar,dan aku ingin sekali mendengar suaramu,ini sudah 4 hari semenjak kita bertemu terakhir kali,aku benar-benar rindu padamu."
"Hahaha,kau mulai menggombal lagi.Tapi baiklah,aku percaya,jaga kesehatanmu."
"Tentu saja,setelah ujianku selesai,mari pergi kesuatu tempat."
"Baiklah,tapi dengan satu syarat,nilaimu harus bagus,jangan kecewakan aku."
"Tentu saja,aku pasti membuatmu bangga."
"Baiklah,jaga dirimu baik-baik,kalau ada apa-apa,tolong segera beritahu aku."Suara Andrew,terdengar bercampur dengan kecemasan.
"Tentu saja,itu pasti,aku akan menutup telfonnya,aku harus menyetir."
Aku menutup panggilan itu,mendengar suaranya lebih lama lagi akan membuatku menangis,entah kenapa aku tidak tau,seharusnya aku bahagia,tapi aku memang bahagia,hanya saja aku ingin menangis.
Aku mulai menyetir mobil ku perlahan,terkadang rasanya enggan pulang,tiada siapapun dirumah,tidak ada lagi langkah kaki kecil dan tawa itu,aku merindukan putri kecilku.
APARTEMEN FARA
"Bibi pulang,Jihan..." Semenjak Jihan pindah kerumah Fara,dia tidak lagi merasa kesepian.
"Bibi Fara,apa mama sudah pulang juga?"Jihan yang terlihat keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Ehmm,mama belum pulang,tapi mama bilang kalau dia akan segera menyelesaikan urusannya dan segera menjemput Jihan,apa Jihan tidak betah tinggal dirumah bibi?"Fara mencoba mengalihkan perhatian Jihan.
"Jihan betah,hanya saja Jihan rindu mama." Jihan terlihat sedih.
Fara bisa melihat itu,tapi dia pun tidak bisa banyak membantu dan berbuat apa-apa.
"Baiklah,bibi tau Jihan kangen mama,tapi beri waktu sedikit pada mama,agar mama bisa segera pulang."Fara membelai pipi gadis kecil itu dan mencium keningnya.
Jihan berjalan lesu dan masuk kembali kedalam kamarnya.Bibi May mendekat ke Fara.
"Bagaimana keadaannya."
"Dia masih seperti kemarin,terlihat gelisah dan ketakutan,aku merasa kasian dengannya."
Bibi May nampak terdiam,dia tau dan sudah pasti merasakan kegelisahan Julia,bibi May merasa ingin sekali menemani Julia disaat seperti ini,tapi kini dia memiliki tanggung jawab lebih dari itu.
"Katakan padanya,apapun yang terjadi untuk tidak goyah akan pendiriannya,karena aku tau,bagaimana dia begitu mencintai pria itu dulunya."
"Yakinlah pada dia bibi,dia pasti tau yang terbaik untuknya."
Apartemen Julia
Aku baru saja sampai di basement gedung apartemen ku.Aku naik lift dan berjalan lesu kearah apartemenku.
Saat ingin membuka kunci pintu apartemen seseorang sudah berdiri di belakangku tanpa aku sadari.
"Ternyata benar,kau tinggal disini."
Suara itu membuatku tanpa sengaja menjatuhkan kunci ditanganku,dan aku tidak berfikir untuk melihat siapa itu.
Dia mengambil kunci yang jatuh tepat didepan kakiku,aku masih tidak bisa bergerak,entah apa yang membuatku tidak bisa bergerak sama sakali.
__ADS_1