PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 52


__ADS_3

📃📃📃


Teruntuk Andrew...


Aku tidak tau harus memulainya dari mana,mungkin saat kau membaca ini aku sudah tidak disini,tapi satu hal yang bisa aku katakan,berjumpa denganmu adalah berkat tersendiri untukku,pada awalnya aku pikir aku akan hidup hanya dengan gadis kecilku saja seumur hidupku,hingga kau datang mengisi hati kami,kau menerangi hidup kami bagai lentera yang tidak pernah redup,tapi disaat aku melihatmu terbaring disana dengan banyak alat itu ditubuhmu,membuatku merasa sesak nafas,bahkan aku bisa merasakan sakit yang kau rasakan,karena itu aku memutuskan untuk pergi,tidak disini dan tidak disana,mungkin tempat yang lebih baik dimana keberadaanku tidak akan pernah menyakiti orang lain,aku tidak ingin siapapun terluka karena aku,aku harap kau bisa mengerti keputusanku ini.Satu lagi..Aku titip Jihan,aku tidak bisa membawanya,karena dia masih punya jalan yang panjang,katakan pada bibi May untuk menjaganya selalu,katakan aku menyayangi nya..Dan aku menyayangi kalian,aku menyayangimu.📃📃


Akhir surat dari Julia,Miko selesai membacanya,sekarang dia tau kenapa Andrew murung,dan juga dia tidak mengerti dengan kata 'tidak disini atau tidak disana' lalu kemana dia,Andrew benar-benar frustasi akan hal itu,baginya Julia adalah segalanya,tapi dia tidak menyangka Julia akan pergi,dan tidak satupun yang tau dia kemana.


"Lalu,apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Miko.


"Aku tidak tau."Tatapan mata Andrew terlihat kosong,dan Miko mengerti akan hal itu.


Jihan masuk bersama bibi Vivian,dia masih menunjukan wajah cerianya,entah dia tau atau tidak kepergian Julia,begitu melihat Jihan,raut wajah Andrew berubah,seperti ada kesedihan di matanya.


"Kakak Andrew mau makan?Jihan bawa banyak makanan."Ucap gadis kecil itu.


"Ya...Apa Jihan mau menyuapi kakak Andrew?" Kata Andrew.


"Boleh." Jihan naik dan duduk di ranjang Andrew dibantu bibi Vivian.


Miko mendekat kearah bibi Vivian,dia mengisyaratkan agar keluar,akhirnya Miko dan bibi Vivian keluar.


DILUAR KAMAR ANDREW.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya bibi Vivian cemas.


"Dia terlihat buruk,tapi sepertinya Jihan sedikit mengobati luka hatinya."


"Sebenarnya kemana Julia pergi?Dia bahkan meninggalkan Jihan." Bibi Vivian bingung,lalu Miko memberikan surat dari Julia pada bibi Vivian.


Bibi Vivian pun mulai membacanya,dia juga tidak mengerti maksut dari kata yang dituliskan Julia.


"Dia tidak ingin disini atau disana,lalu dia bilang Jihan masih mempunyai jalan yang panjang,apa yang dia maksut...??"Bibi Vivian menghentikan ucapannya,dia menutup mulutnya sendiri.


"Mungkin aku dan bibi berpikiran sama,tapi kita tidak punya bukti dia melakukan hal itu,aku mencarinya di apartemen miliknya,tapi penjaga disana mengatakan kalau mereka sudah lama tidak melihatnya." Miko menjelaskan.


"Lalu dimana dia?Bagaimana jika sesuatu hal buruk terjadi padanya?" Bibi Vivian tiba-tiba cemas.

__ADS_1


"Bibi jangan cemas,jangan sampai Andrew tambah cemas,dia sudah cukup terpukul disaat dia tau Julia pergi." Miko menasehati.


"Baik...Bibi akan berusaha tenang."


DIDALAM KAMAR.


Jihan nampak menyuapi Andrew,itu membuat Andrew ingin menangis,dia menahannya untuk Jihan.


"Kakak,apa kamu menangis?Kenapa matamu merah?" Tanya Jihan yang melihat mata Andrew merah dan nampak berkaca-kaca.


"Tidak...Kakak tidak menangis." Andrew berusaha menahan airmatanya.


Jihan menyeka airmata Andrew yang menetes,itu membuat Andrew benar-benar menangis.


"Kata mama,dia tidak senang melihat Jihan menangis,Jihan pikir mama juga tidak akan senang jika kakak menangis,mama sangat sayang Jihan juga kakak." Kata Jihan polos.


Andrew memeluk tubuh gadis kecil itu,dia pada akhirnya menangis dalam pelukan gadis kecil itu,Jihan menepuk nepuk punggung Andrew,seperti dia juga merasakan kesedihan Andrew.


"Nenek pergi mencari mama,katanya mama akan pulang bersamanya,karena itu Jihan bersama nenek Vivian,kakak Andrew cepat sembuh ya...Lalu jemput mama nya Jihan juga untuk segera pulang." Ucap Jihan lagi.


Andrew masih mendekap gadis kecil itu,hanya Jihan pengobat rindunya pada Julia.


"Julia...Aku tidak tau apa yang terjadi padamu,tapi tunggulah aku,aku akan datang mencarimu dan membawamu pulang,aku akan memenuhi janji ku,aku kau dan Jihan akan hidup dalam satu keluarga,aku akan menepatinya,jadi tunggu aku." Kata Andrew dalam hati.


SEMINGGU KEMUDIAN.


Andrew sudah selesai dalam masa pemulihan,kini dia sudah keluar dari rumah sakit dan kembali kerumahnya,Jihan tinggal disana bersama ibunya,tapi bibi May juga belum kembali,dia benar-benar mencari Julia.


Ruang keluarga.


"Apa kau yakin?Kau baru saja sembuh."Ucap bibi Vivian.


"Ma...Aku yakin,bagaimana jika dia benar-benar disana,aku harus membawanya pulang." Kata Andrew.


"Kalau dia tidak disana bagaimana?Aku dengar beberapa minggu ini Ken tidak keperusahaan,apa menurutmu karena dia menahan Julia?" Paman Edward juga ikut menyelidiki.


"Aku tidak yakin,karena itu aku harus pergi,aku harus memastikannya sendiri."Andrew bertekad mulai mencari keberadaan Julia.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menemanimu."Miko yang tiba disana.


"Miko?Kau tidak perlu ikut." Kata Andrew.


"Aku harus ikut,bagaimana jika dia benar-benar ditahan dan banyak pengawal disana,apa kau bisa menghadapinya sendirian,kau butuh aku."Miko yang langsung duduk disebelah Andrew.


Andrew menatapny."Ya..Sudahlah..Kau boleh ikut." Andrew tidak punya pilihan.


"Oke..Kapan kau berangkat?"Tanya Miko.


"Sekarang,lebih cepat lebih baik."


"Oke..." Miko bersemangat.


Tapi sebelum itu,Andrew pergi kekamar Jihan,dia nampak sedang menggambar disana,Andrew pun mendekatinya.


"Apa yang kau gambar?"Andrew melihat kegambar Jihan di meja.


"Oh..Ini mama lalu Jihan,yang ini kakak Andrew."Jihan menunjukan gambarnya.


"Ini sangat cantik,kalo ini mama kenapa ini kakak?Kenapa bukan papa?"Tiba-tiba Andrew berkata seperti itu.


"Apa kakak Andrew mau jadi papa nya Jihan?" Tanya Jihan sambil menundukan kepalanya.


Andrew berjongkok di depan Jihan,dan ada senyum diwajahnya."Apa ada alasan yang membuat aku tidak mau jadi papa nya jihan?"


Jihan menggelengkan kepalanya,itu membuat Andrew tersenyum.


"Kalau begitu,mulai sekarang aku adalah papanya Jihan,sampai kapanpun...Apa Jihan senang."


Jihan melihat kearah Andrew,terlihat senyum diwajahnya."Iya...Jihan senang."


"Kalau begitu,peluk papa Andrew."Andrew membuka tangannya,Jihan pun memeluknya.


"Aku janji Jihan,Aku pasti akan membawa mama pulang."Ucap Andrew dalam hati.


Andrew berangkat ke kota Z bersama Miko,dia hanya berharap satu,mendapatkan kepastian dimana Julia berada dan membawanya kembali kesisinya apapun yang terjadi,dia tidak peduli dengan hidupnya sendiri,dia hanya ingib melihat senyuman itu,senyuman yang membuatnya bertahan.

__ADS_1


__ADS_2