
Semua akhirnya berjalan dengan semestinya, keluarga yang hangat dan utuh pun tercapai. Semua perjuangan, kerja keras, serta kesabaran berbuah manis semanis kisah kami.
"Sayang kau tidak ingin bangun?" tanya Julia yang membelai rambut Andrew.
Andrew sedari tadi tidur berbantalkan paha istrinya. Andrew memiringkan kepalanya mengahadap ke perut Julia, ia menciumi perut yang sudah membuncit itu.
"Apa dia sudah bangun?" tanya Andrew yang masih terus menciumi perut istrinya.
Di tahun ke dua pernikahan mereka, Julia baru di beri kepercayaan oleh tuhan untuk mengandung sekali lagi, janin yang ada di perutnya baru berumur 6 bulan, tentu saja hal itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Julia maupun Andrew.
"Dia sudah bangun dari tadi, sepertinya dia lapar," jawab Julia yang masih membelai rambut Andrew.
"Kau sudah bangun sayang? Tapi papa yang malas bangun," celoteh Andrew kepada bayi yang masih ada di perut istrinya.
"Bangunlah sayang, hari ini hari bahagia buat Ken, kita harus segera bersiap," Julia mengingatkan.
Andrew langsung terbangun dari pangkuan istrinya, ia duduk menghadap Julia.
"Aku sudah menyiapkan pakaianmu, sekarang kau hanya perlu mandi," kata Julia membelai pipi pemuda di hadapannya itu.
Andrew mengelus perut Julia dengan senyum yang terus terpajang di bibirnya, ia kemudian mencium perut Julia hingga mencium bibir istrinya.
"Baiklah, aku akan mandi," Andrew turun dari tempat tidur.
Julia pun bersiap, Jihan menginap bersama Ken untuk menemani sang ayah.
Meski tengah berbadan dua, Julia tetap cantik ketika memakai dres khusus ibu hamil.
-
-
-
-
Andrew dan Julia telah sampai di Hotel tempat Ken akan menikah. Ken menjalin hubungan dengan seorang wanita berumur 27 tahun setahun belakangan ini sebelum memutuskan untuk menikah, calon istri Ken adalah seorang Desainer.
"Mama," panggil Jihan seraya berlari menuju ke arah Julia dan Andrew yang baru saja datang.
__ADS_1
"Halo adik kecil, bagaimana kabarmu," Jihan mengajak calon adiknya yang masih berada di dalam perut seraya mencium dan mengusapnya.
Julia hanya tersenyum melihat tingkah putrinya itu, Andrew pun mengusap kepala Jihan.
"Dimana ayahmu?" tanya Julia yang belum nampak Ken disana.
"Mama tidak akan percaya dengan apa yang di lakukan ayah," gerutu Jihan seraya memutar bola matanya.
Julia dan Andrew sama-sama mengernyitkan dahi begitu mendengar perkataan Jihan.
"Ayah tidak bisa tidur semalaman, lalu dia hanya mondar-mandir di dalam ruangan, pagi tadi dia di kamar mandi hampir satu jam lebih," jelas Jihan seraya menghitung dengan jarinya.
Mendengar penjelasan Jihan, Andrew dan Julia pun mencoba menahan tawa, mereka tahu pria yang sudah menikah itu merasa gugup.
"Aku akan melihatnya," izin Julia pada suaminya.
"Baiklah, hati-hati," Andrew mengiyakan.
Julia pun berjalan menuju kamar dimana Ken bersiap, sedangkan Jihan menemani Andrew di tempat pesta akan diadakan.
Julia sudah sampai di depan kamar yang pintunya tidak tertutup rapat itu, ia langsung masuk tanpa permisi. Julia melihat mantan suaminya itu berjalan mondar-mandir seperti orang kebingungan, melihat tingkah pria yang sebenarnya sudah pernah menikah itu Julia pun tidak bisa menahan tawanya.
Melihat Julia datang raut wajah Ken berubah sedikit tenang, ia langsung mendekat ke arah Julia dan memegang tangan Julia, membuat Julia bingung.
"Jul, aku gugup," ucap Ken tiba-tiba.
Mendengar ucapan Ken, Julia tertawa terbahak-bahak, ia bisa merasakan kegugupan Ken dari dinginnya telapak tangan Ken.
"Kau ini! Bukankah ini bukan yang pertama kenapa harus gugup?" tanya Julia yang berhenti tertawa.
Julia merapikan jas Ken, membetulkan dasi pria itu, menepuk sedikit jas di bagian dada pria itu.
Terlihat sekilas senyum di bibir Julia, ia berpikir mungkin dulu saat akan menikah Ken juga gugup seperti ini.
Melihat Julia terdiam Ken maju agar lebih dekat dengannya, ia sekilas mengecup kening wanita yang pernah menjadi istrinya itu.
"Bagaimana keadaan Andrew junior?" tanya Ken mencoba mengalihkan perhatian Julia.
"Dia baik, kata Dokter perkembangannya baik setiap minggunya," jawab Julia seraya menyentuh perutnya.
__ADS_1
Calon bayi Julia dan Andrew sudah di pastika berjenis kelamin laki-laki, karena mereka sudah menanyakan jenis kelaminnya saat melakukan USG.
"Bolehkah?" tanya Ken mengisyaratkan jika dia ingin menyentuh perut Julia.
Julia hanya menganggukkan kepalanya. Ken berlutut di depan Julia, menyentuh dan sedikit berbisik berbicara dengan calon Andrew junior.
"Halo jagoan, paman Ken akan menghadapi masa mendebarkan di kehidupan paman, doakan paman sukses ya,"
Mendengar ucapan Ken membuat Julia tersenyum, ia tidak menyangka jika hubungan mereka yang pernah mengalami panas dingin ketegangan, kini bisa mereka jalani seakan-akan tidak pernah terjadi apapun.
-
-
Acara pernikahan Ken pun dimulai, sang pengantin wanita terlihat begitu cantik dan anggun dengan gaun pengantin model Ballgown sukses mencuri banyak pasang mata. Ken tampak sudah menanti calon pengantinnya itu di Altar.
Jihan merasa senang melihat ayahnya bisa menikah lagi, selama dua tahun memperbaiki hubungan dengan ayahnya, Jihan mendapatkan kasih sayang lebih dari pemuda itu.
Ken mengulurkan tangannya siap menerima sang mempelai wanita yang sudah di depan mata, melihat cantiknya istrinya siapa sangka akhirnya Ken juga bisa mendapatkan kebahagiaan.
Tidak ada yang menyangka jika pria arogan dan penuh ambisi itu bisa berubah hanya demi membahagiakan si cantik Jihan, gadis kecilnya telah membawanya ke jalan yang benar.
-
-
-
Tidak akan ada yang bisa menolak kebaikan, asal kita mau maka kita pasti bisa. kita hanyalah manusia biasa yang di beri pikiran dan perasaan, hingga kita akhirnya harus belajar berpikir untuk bisa mengerti perasaan kita sendiri.
-
-
-
**Terimakasih buat semua pembaca yang sudah setia membaca dan menanti cerita dari Author yang hanya sebuah cerita receh tak bermutu, author berharap jika author bisa terus memberikan yang terbaik buat kalian.
love greetings from meππππ
__ADS_1
Author: Din Din**