
Jihan belum bisa memberitahukan Andrew atau Julia perihal kedatangan Ken yang menemuinya, dia takut jika kedua orang yang dia sayangi itu melarangnya bertemu dengan Ken.
Julia menemani Jihan tidur malam itu, dia terus mencoba mendekatkan dirinya pada Jihan berharap jika dia bisa cepat mengingat tentang putri nya itu.
"Mama!" panggil Jihan.
"Iya sayang," sahut Julia yang merebahkan tubuhnya disebelah Jihan, tangan kanannya nampak mengusap rambut Jihan.
"Apa mama ingat dengan ayah?" tanya Jihan.
"Ayah yang mana?" Julia nampak bingung.
"Mama belum ingat ya, ya sudah," ucap Jihan yang mencoba memahami keadaan mama nya itu.
"Ehmmm, soal Jihan tanya tentang ayah, mama jangan bilang ke papa Andrew ya!" pinta Jihan.
"Oke," Julia hanya mengiyakan.
Julia bertanya-tanya kenapa dia tidak boleh membicarakan hal itu pada Andrew, dia menjadi penasaran pria seperti apa ayah Jihan dan juga mantan suaminya itu.
***
Disisi lain, Ken ternyata mendapat info jika Julia masih hidup. Ia merasa ada rasa senang juga rasa bersalah atas tindakannya lima tahun lalu yang membuat wanita itu nekad melakukan hal yang benar-benar diluar dugaan.
Setelah Julia dinyatakan meninggal, status antara Ken dan Julia pun terputus. Kini Ken menyandang status lajang menurut kantor catatan sipil yang berlaku.
"Dia masih hidup itu sangat bagus. Tapi bagaimana jika ia tidak mengijinkan ku bertemu dengan Jihan lagi?" gumam Ken.
Tapi ia tidak peduli, ia hanya ingin haknya sebagai seorang ayah. Ia hanya merasa jika kini ia merasa membutuhkan putri nya itu.
***
Julia menunggu Andrew kembali. Karena hingga malam pria itu belum nampak pulang dari kantornya.
__ADS_1
Julia duduk hingga tertidur di sofa menunggu Andrew kembali. Andrew yang baru saja kembal pun terlihat tersenyum melihat Julia.
Andrew duduk disebelah Julia yang tertidur dengan posisi masih duduk, kepalanya nampak bersandar pada sandaran sofa. Andrew menyangga kepalanya dengan telapak tangannya, ia menatap wajah Julia yang terlihat cantik meski sedang tidur.
Andrew nampak mendekatkan wajahnya ke arah wajah Julia, entah apa yang ingin dia lakukan. Sebelum maksudnya tersampaikan Julia sudah terlanjur terbangun hingga membuat Andrew terkejut dan mundur agak menjauh.
"Kamu sudah pulang?" tanya Julia yang membuka mata seraya mengusap-usap matanya.
"Ya baru saja. Kenapa kamu tidur disini?" jawab serta tanya ulang Andrew.
"Aku menunggumu," jawab Julia.
"Hmm … menungguku?" tanya Andrew yang seakan merasa percaya diri karena di nantikan kepulangannya.
"Kenapa kau tersenyum-senyum?" tanya Julia seraya mengangkat sedikit alisnya ketika melihat senyum di bibir Andrew.
"Tidak ada!" Andrew mencoba mengelak.
"Aku ingin bicara tentang Jihan," ucap Julia.
Andrew duduk berhadapan dengan Julia dia tampak serius ketika akan mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Julia.
"Dia tadi tiba-tiba saja menanyakan tentang ayahnya!" ucap Julia dengan rasa penasaran di pancaran matanya. "Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya," imbuh Julia.
Andrew terkejut dengan perkataan Julia, selama bersamanya Jihan tidak pernah sekalipun menanyakan perihal ayahnya. Lalu kenapa sekarang membahas itu, hal ini membuat Andrew merasa benar-benar penasaran.
"Apa menurutmu Jihan bertemu dengan ayahnya?" tanya Julia.
Andrew terlihat berpikir, ia belum menjawab pertanyaan Julia. Andrew mengingat perkataan Ken saat menemuinya, ia mengingat jika Ken ingin mengambil alih hak asuh Jihan atas dirinya karena Ken merasa berhak atas Jihan.
"Andrew … Andrew!" Panggil Julia karena Andrew tidak meresponnya.
"Iya!" Andrew baru tersadar.
__ADS_1
"Kau melamun!" ucap Julia.
"Maaf … hanya teringat akan sesuatu," kata Andrew.
"Apa?" tanya Julia yang menjadi penasaran.
"Sudah tidak apa-apa. Jangan di pikirkan … masalah Jihan biar aku yang atasi," kata Andrew mencoba menenangkan pikiran Julia.
Tangan Andrew terlihat mengusap pipi Julia dengan lembut membuat wanita itu terdiam. Julia tidak tau seberapa besar cinta Andrew padanya, tapi ia bisa merasakan kasih sayang dan perhatian yang sangat besar dari Andrew yang membuat ia selalu merasa nyaman saat bersamanya.
"Kamu dari tadi menatapku. Apa ada yang aneh?" tanya Andrew ketika menyadari Julia yang terus menatapnya.
Mendengar pertanyaan Andrew pun membuat Julia mengalihkan pandangannya ke arah lain karena salah tingkah. Andrew yang menyaksikannya pun nampak menahan tawa.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Julia yang malu.
"Tidak ada!" Andrew masih menahan tawanya.
Hal itu membuat Julia sedikit kesal, tapi juga merasa ada sesuatu yang membuatnya meski kesal tapi tidak bisa marah.
"Tidurlah sudah malam!" perintah Andrew.
"Iya," Julia mengiyakan.
Andrew dan Julia naik ke atas bersamaan. Setelah tinggal di sana, Julia tidur bersama Jihan dan kamar mereka bersebelahan dengan Andrew.
"Julia," panggil Andrew seraya menarik tangan Julia yang ingin melangkah ke kamarnya.
Julia yang langkahnya terhenti pun berbalik melihat ke arah Andrew. Ia penasaran kenapa Andrew menahannya.
Tanpa bertanya ataupun mengatakan sesuatu, Andrew mencuri ciuman selamat malam dari bibir Julia membuat wanita itu terdiam seperti patung.
"Selamat malam," kata Andrew.
__ADS_1
Andrew langsung saja masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Julia masih tertegun berdiri di depan kamar Andrew dengan tangan kanannya yang memegangi bibirnya, muncul sedikit senyum di bibirnya.