
"Kau belum tidur juga?" Aku terkejut,Andrew terbangun dan sudah berada di belakangnya.
"Ya,aku terbangun dan kau tidak ada disampingku,karena itu aku mencarimu."Andrew mendekat.
Aku berdiri dan melangkah kearah Andrew."Aku akan tidur sekarang."
Andrew memegang tanganku,"Kau masih memikirkan kejadian hari ini?"
"Ya,tapi aku tidak apa-apa,kau jangan memikirkannya juga." Aku tersenyum pada Andrew,aku hanya berfikir,aku tidak mau Andrew terpengaruh oleh masalahku.
"Lalu apa yang kau rencanakan?"
"Aku akan menggugat cerai dia duluan,jadi kau jangan khawatir,istirahatlah...Besok kau masih harus ujian."
"Baiklah."
Aku berjalan masuk kekamar terlebih dahulu,dan Andrew tepat dibelakangku,malam itu dia memegang tanganku saat akan tidur,dan dia mengatakan."Julia,apapun yang terjadi,aku akan selalu disisimu,aku yakin kita bisa segera melewati masalah ini." Kata-katanya saat itu,begitu menenangkan,rasanya aku bisa tidur dengan nyenyak.
HARI BERIKUTNYA
Andrew harus pergi kekampus,dan aku masih di tempatnya,Andrew melarangku pergi ke cafe,dia takut jika Ken akan datang kesana,demi membuatnya agar merasa tenang,akupun menuruti kata-katanya.
"Halo,Fara."
"Julia,ini sudah siang,kau belum datang kecafe?"
"Aku tidak akan datang hari ini,pria itu semalam ke Apartemenku,dan aku takut hari ini dia akan mencariku ke cafe."
"Maksutmu,ayahnya Jihan?"
__ADS_1
"Ya..."
"Lalu,sekarang kau ada dimana?Bagaimana keadaanmu?"
"Aku ada ditempat Andrew,aku baik-baik saja,hanya tidak bisa pergi-pergi untuk sementara ini,aku harap kau bisa mengurus cafe untukku."
"Tenang saja,kau tidak perlu khawatir."
"Baiklah,terimakasih."
Aku menutup panggilanku pada Fara,aku sendiri masih belum bisa tenang,hingga Laura menghubungiku.
"Julia,aku sudah mendapatkan pengacara untukumu,apa kau bisa datang kesini?Temanku butuh bertemu denganmu,untuk membahas masalah tuntutanmu."
"Baiklah,aku akan segera kesana."
"Baiklah,aku tunggu."
CAFE
Fara mengurus semua urusan Cafe,hingga seorang pria masuk kesana,dan langsung mengahampiri Fara.
"Selamat datang,ada yang bisa saya bantu,anda mau pesan apa?"Fara menyambutnya.
"Tidak,aku hanya ingin bertemu dengan pemilik cafe ini,dimana dia?"
Fara terkejut,dia baru saja melihat pria itu disana pertama kali,lalu bagaimana bisa dia menanyakan pemilik Cafe itu.
"Saya pemiliknya,apa yang anda inginkan."Fara menjawab tegas.
__ADS_1
"Benarkah,tapi dari info yang aku dapat,pemilik Cafe ini bernama Julia,Julia Kimberly...Apa aku salah?"Itu Ken,dia bicara dengan sangat yakin.
"Pria ini,tau nama panjang Julia,jangan-jangan dia??"Fara bicara dalam hati.
"Aku tidak tau siapa yang anda cari,kalau anda tidak ada urusan lain,silahkan pergi dari sini,jangan memghalangi pekerjaan saya."Fara menunjuk kearah pintu.
"Hemm,begitu,kalau Julia menghubungimu,katakan padanya jika suaminya mencarinya."Ken pergi meninggalkan Cafe Julia.
"Dasar pria tidak tau diri,sudah mencampakan istrinya sekarang mengaku suaminya.Huh...pria tidak punya tanggung jawab."
"Kak Fara,siapa pria itu?Kenapa dia mencari Nona Julia?"Keisha yang dari tadi mendengar percakapan Ken dan Fara.
"Mantan suami Julia,kelak jika dia datang lagi,jangan biarkan dia tau informasi tentang julia,kau mengerti?"
"Tentu saja..."Keisha bersemangat.
Kampus Andrew
Dikarenakan harus pergi ke kota Z,Julia harus menemui Andrew terlebih dahulu,makanya Julia sengaja datang kekampus Andrew.Karena ujian belum berakhir,Julia harus menunggunya ditaman sampai ujiannya selesai.
"Hah...Aku mencarimu seharian,akhirnya menemukanmu disini,tidak kusangka ya.."Ken berada dikampus Andrew,ternyata dia juga mencari info tentang Andrew.
Mendengar serta melihat Ken disana membuatku terkejut,aku langsung berdiri."Kenapa kau disini?Apa lagi yang ingin kau lakukan?"
"Coba aku pikirkan dulu...Hmmm,bukankah aku sudah bilang,aku mau kau ikut denganku."Ken mengulurkan tangannya.
Melihat sikapnya ini,dia benar-benar tidak main-main,dan sepertinya dia tidak akan berhenti sampai aku ikut dengannya.
"Dia tidak akan kemana-mana." Andrew tiba-tiba muncul disana,dia mendekat kearah sisiku dan memegang tanganku,aku menatapnya.
__ADS_1
Ken yang melihat Andrew memegang tanganku pun merasa tidak senang,dia terlihat mengepalkan tangannya.