PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 62


__ADS_3

Andrew terlihat merebahkan diri dibawah beralaskan sebuah matras tipis,tapi baginya itu tidak masalah,asal dia bisa mencari tau identitas sebenarnya dari Luna,maka apapun itu dia akan melakukannya.


Rey nampak mengintip Andrew yang berbaring dibawah,dia berada diranjangnya.


"Tuan,siapa namamu?"Tanya Rey.


Andrew menoleh kearah Rey."Andrew,dan kau?"Andrew balik bertanya.


"Reynand,orang orang memanggilku Rey,Tuan bolehkah aku menanyakan sesuatu?"Tanya Rey.


Andrew kembali duduk untuk mendengar pertanyaan Rey. "Apa yang ingin kau tanyakan?"Ucap Andrew.


"Tuan,kota besar itu seperti apa?Bukankah kau dari kota besar?"Tanya Rey.


"Iya..Aku dari kota besar,di Kota S,disana sangat ramai dan bising,banyak mobil dan motor berlalu lalang,pertokoan gedung besar dan lainnya,kenapa kau bertanya seperti itu?Apa kau belum pernah melihat kota besar?Tanya Andrew.


Rey menggelengkan kepalanya."Aku dan Ayah,keluarga kami miskin,jangan kan kota besar kota disini saja aku tidak pernah main kesana."Ucap Rey sambil merebahkan tubuhnya lagi.


"Benarkah?Bagaimana jika aku janjikan ini,kalau kakimu sudah sembuh aku bawa kau melihat kota."Andrew memberi penarawan.


"Apa kau janji?Kau tidak akan bohong kan?"Kata Rey yang terlihat bersemangat.


"Tidak...Tapi omong omong,umurku tidak lebih tua dari kakakmu,jadi bisakah kau memnaggil ku kakak saja?Kata Tuan sedikit aneh.Namaku Andrew."Pinta Andrew yang merasa mulai bisa sedikit dekat dengan Rey.


"Oke...Kak Andrew,tapi bolehkah aku menanyakan sesuatu?"Tanya Rey setelah mengiyakan.


"Apa itu?"Tanya Andrew balik.


"Apa kau tertarik dengan kakakku?Sejak awal dia datang aku melihat kau tidak berhenti menatapnya."Tanya Rey serius.


"Ah itu ya,hanya saja aku merasa wajahnya nampak seperti seseorang yang sangat berarti dalam hidupku,dia menghilang beberapa tahun laku, tapi saat melihat kakakmu entah kenapa aku merasa dia sangat mirip."Andrew sedikit membayangkan sambil tersenyum.


"Kak,kau tidak berbohong kan?"Tanya Rey.


"Tentu saja tidak,kenapa aku harus berbohong?"Andrew menyakinkan.


"Hmmm,bagus kalau begitu, Kakakku paling tidak suka dibohongi, jadi jangan sekali kali berbohong padanya."Rey menasehati.


"Aku mengerti,tapi tolong jangan beritahu dia,atau akan terjadi salahpaham oke,ini sudah malam... Kembalilah tidur."Pinta Andrew.


"Oke kak."Rey mulai menarik selimutnya.

__ADS_1


Andrew menjadikan satu tangannya sebagai sandaran kepalanya,lalu di mulai tersenyum kecil,Andrew bergumam dalam hati."Aku akan pastikan itu kau, lalu mari pulang." Andrew memejamkan matanya.


PETANG HARI.


Aku masih bermimpi mimpi,mimpi yang sama,pria itu senyuman itu,selalu terasa tidak asing untukku, dalam tidur lelap ku,aku selalu mengernyitkan dahi ku disaat pria itu pergi menghilang,bahkan bayangannya pun tidak sampai aku gapai.


Aku terbagun karena bau sebuah masakan,akupun membuka mataku,entah siapa yang memasak ayah pergi kelaut,dan Rey tidak mungkin,jangan jangan...Aku bergegas bangun dan berlari kearah dapur,jangan sampai pria kota itu membakar dapurku.Sesampai didapur aku melihatnya nampak sibuk memasak,aku melipat kedua tanganku dan bersandar dipintu,pria itu menyadari kehadiranku.


"Kau sudah bangun nona,apa aku membangunkanmu?"Tanya Andrew.


"Apa yang kau lakukan didapurku?"Tanya ku dingin.


"Hmmmm apalagi,membuat sarapan lah."Andrew menyendok sop ikan yang dia buat


"Hei..Kau tidak bisa seenaknya..."Aku terdiam,tanpa aku sadari saat sedang bicara pria itu menyuapiku masakannya,membuatku terdiam dan menatapnya,entah kenapa dia terus tersenyum kepadaku,dan juga aku merasa sangat nyaman saat melihatnya.


"Bagaimana apa itu enak?"Tanya Andrew yang menunggu jawaban.


"Hmmm,lumayan."Jawabku,tapi aku tidak bisa mengelak kalau dia memang pandai memasak,masakannya sangat enak,tapi entah kenapa aku tidak bisa mengakuinya.


"Bagus,aku akan membawakan semangkuk untuk Rey."Andrew mematikan kompor,dia juga mengambil mangkuk dan memasukan sup ke mangkuk.


"Bagianmu ambil sendiri ya."Kata Andrew yang berjalan melewati Luna sambil mengusap kepalaku.


Apa?Kenapa dia menyentuk kepalaku seenaknya."Woi...Siapa yang menyuruhmu menyentuh kepalaku." Ucapku membentaknya sambil merapikan rambutku.


Andrew berbalik dan tersenyum."Karena aku menyukainya." Andrew berlalu pergi lagi.


Aku terkejut mendengar jawabannya,tapi lagi lagi aku merasa ini sangat akrab.


Setelah sarapan Andrew mengikuti Luna ke pesisir pantai untuk menemui ayahnya,dan seperti biasa dia harus mengemas ikan ikan itu untuk dikirim kepasar.


"Kau,masukan itu ke box."Perintah ku pada pria itu.


"Oke."Andrew menuruti apa yang dikatakan Luna.


Ayahku yang sedang merapikan jala pun mendekat kepadaku,dan dia berbisik ketelingaku,dia bilang "Luna kau tidak boleh terlalu kasar padanya,dia kan orang kota,lasian jika dia melakukan perkerjaan seperti itu."


"Ayah..Dia ini seorang pria,harusnya tidak masalahkan jika dia bekerja kasar,lagi pula dia sendiri yang menyetujuinya."Ucapku.


"Hisss,kau ini sangat keras kepala,terserah kau saja lah."Ayah menjauh dariku.

__ADS_1


Aku melihat pria itu,dia perlahan memasukan ikan ikan itu kedalam Box,nampaknya dia bukan orang kaya manja yang hanya bisa memerintah saja.


"Apa sudah selesai?"Tanyaku.


"Sudah..."Jawab Andrew sambil berdiri.


"Sudah semua."Tanyaku lagi untuk memastikan.


"Iya..Sudah semua."


"Bagus,naikan itu diatas sepeda,kita harus membawany kepasar."Perintahku.


"Sepeda?Apa tidak terlalu lama jika kita menggunakan sepeda."Andrew heran,pasar itu lumayan jauh.


"Lalu mau naik apa?Jalan kaki?Adanya sepeda ya sepeda aja."Ucapku ketus.


Andrew melihat kearah jalan,suara mobil terdengar itu adalah Miko,waktu yang sangat tepat pikir Amdrew.


"Andrew,berkas ini tolong tandangi dulu,dan juga nanti siang kau harus menemui klien kita."Kata Miko sambil menyodorkan berkas ditangannya.


Andrew menandatanginya."Dimana kunci mobilnya?"Tanya Andrew.


"Ini,mau buat apa?"Ucap Miko sambil memperlihatkan kunci mobil itu.


"Berikan padaku."Andrew merebutnya.


"Heh,mau buat apa?"Tanya Miko bingung.


"Kepasar."Jawab Andrew.


"Pasar?Lalu aku bagaimana?"Miko bingung.


"Kau telfon cabang perusahaan,suruh mereka menjemputmu."Ucap Andrew santai


"Andrew sialan,kalau bukan karena kau teman dan bosku,sudah aku...Aghhh sial."Miko menggerutu.


Aku mengamati dua pria itu,entah apa yang mereka bicarakan,kenapa tiba tiba pria satunya nampak kesal,tanpa aku sadari pria itu sudah berada di depanku.


"Kita akan naik mobil."Andrew memperlihatkan kunci mobil ditangannya,dan dia mulai mengangkat Box yang berisi ikan.


Dia gila,dia mau mengantar ikan dengan mobil,benar benar gila.

__ADS_1


__ADS_2