PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 45


__ADS_3

RUMAH KEN.


Ken nampak duduk di ruang kerjanya,dia sesekali menggoyangkan kursinya,jarinya tak henti mengetuk ngetuk meja,dia juga nampak menatap foto pernikahannya dengan Julia,dia masih menyimpan itu dan memajangnya di meja kerjanya.Ken memperhatikan ponselnya entah siapa yang dia tunggu,dia mengambil ponselnya dan mengamatinya. "Arghhh...Sial." Ken melempar ponselnya,kemudian dia mengambil bingkai foto didepannya. "Sebegitu buruknya diriku kah bagimu?Aku sudah berubah,aku hanya ingin kau kembali,kenapa kau tidak bisa melakukan itu,aku tau aku dulu penuh ambisi,aku melakukan segala cara untuk mencapai tujuanku,tapi saat kau tidak ada,hatiku terasa hampa,bahkan harta yang begitu banyak ini pun tidak bisa mengisinya,Julia...Aku mohon kembalilah,kembalilah padaku,aku berjanji akan menjagamu dengan baik kali ini." Untuk pertama kalinya Ken menangis,dan mungkin benar yang orang katakan, 'Kau tidak akan merasa memiliki sebelum kau merasakan kehilangan' Dan itu sepertinya berlaku pada Ken.


Ken masih larut dalam kesedihannya itu,hingga dia mendengar suara gaduh dari luar. "Siapa malam malam begini membuat ribut." Ken terlihat kesal,dia keluar untum melihat.


DILUAR.


Susan masih berusaha untuk menemui Ken,dia mamaksa masuk meski sudah dihalangi oleh para pelayan rumah.


"Kalian pikir kalian siapa,aku ini nyonya rumah disini,bagaimana bisa kalian memperlakukan ku seperti ini?" Susan berteriak kencang.


"Ada apa ini?Kenapa kau berteriak dirumah orang?" Ken keluar dengan amarah.


"Ken...Ken...Akhirnya kau mau menemuiku." Susan berlari,dia langsung menghampiri Ken dan ingin memeluknya,tapi Ken langsung menghindar.


"Apa yang kau inginkan lagi?Bukankah aku sudah bilang aku tidak mau melihatmu!!"

__ADS_1


"Ken...Aku sudah menemanimu 5 tahun ini,kenapa bahkan kau tidak berbelas kasih padaku?Aku sangat mencintaimu,bahkan aku rela melakukan apapun untukmu."


"Cinta ya...Hemmm,ya...Gara-gara kata cintamu itu,aku jadi orang bodoh,aku buta...Tidak bisa melihat mana yang baik,apa kau kira aku masih sama seperti 5 tahun lalu?Heh...Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu,ingat kau adalah sebuah kesalahan,jadi pergi dari sini dan jangan pernah kembali kehadapanku lagi." Ken berbalik dan bersiap masuk,hingga Susan meraih kaki Ken dan berlutut disana.


"Ken,aku mohon,aku akan melakukan apapun untukmu,tolong jangan pergi." Susan menangis disana.Tapi Ken benar-benar tidak tergerak sama sekali,dia melepaskan tangan Susan dari kakinya.


"Jangan merendahkan dirimu sendiri.Seseorang bawa wanita ini pergi." Ken langsung meninggalkan Susan disana yang terduduk dilantai.


"Baik." Beberapa pelayan nampak memegang tangan Susan dan membawanya keluar.


"Ken...Kenapa kau tidak punya hati.Aku tau aku salah,tapi kenapa kau memperlakukanku seperti ini?" Susan masih meronta,tapi tetap dia dibawa keluar gerbang rumah Ken.


RUMAH KELUARGA ANDREW.


Aku dan Andrew masuk kedalam,bibi May juga ikut disana,Orang tua Andrew sudah menunggu kami,saat melihat kami,yang mereka pandang pertama kali adalah Jihan.


"Ouwh...Lihat siapa ini?Kau sangat mirip mama mu saat kecil,cantik lucu dan menggemaskan." Bibi Vivian nampak mengulurkan tangannya ingin memegang Jihan,tapi Jihan masih sedikit takut.

__ADS_1


"Jihan,ini adalah Nenek Jihan,apa Jihan takut dengan Nenek?Oh ya...Nenek punya banyak kue dan coklat,apa Jihan mau?" Bujuk bibi Vivian.


Jihan menatap Andrew lalu dia menatapku,tentu saja aku mengangguk,agar dia mau dan tidak takut lagi.


"Apa Jihan boleh makan banyak?" Tanyanya dengan polos.


"Oh tentu...Bahkan Jihan boleh menghabiskan apa yang Jihan mau." Bibi Vivian bersiap menggendong Jihan.


"Baiklah.."Jihan akhirnya mau.


Aku memperhatikan,sepertinya paman Edward mengingat Bibi May. "Paman,ini bibi May,apa paman ingat?"


"Tentu saja,dia sudah mengasuhmu dan menjagamu dengan baik."


"Senang bertemu dengan anda Tuan."


"Hahaha...Jangan sungkan,ayo mari masuk."

__ADS_1


Kami semua masuk kedalam,aku melihat tawa kecil Jihan,dimeja makan dia sudah nampak makan beberapa camilan bersama Bibi Vivian,dan aku bisa lihat Bibi Vivian memang menyukainya,dan aku merasa lega saat itu.


__ADS_2