PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 42


__ADS_3

Aku pernah berfikir,saat aku pergi 5 tahun lalu untuk memulai hidup yang baru,itu adalah akhir dari semua penderitaan,tapi siapa yang tau kini aku berada di titik dimana aku harus berjuang sekali lagi untuk mendapatkan kebahagiaanku.


"Apa?Kecelakaan?" Kataku panik,ketika Fara menceritakan tentang Laura.


"Iya,karena itu Laurent semalam buru-buru pergi kekota Z."


"Tapi,kenapa kakLaurent tidak memberitahuku?"


"Mungkin dia punya alasan lain."


Aku mulai berfikir sejenak,entah kenapa aku tiba-tiba mengaitkan kata-kata kakLaurent dengan kecelakaan Laura.Laura kecelakaan dan masalah perceraianku harus diundur,apa yang sebenarnya terjadi?.


KAMPUS.


Andrew berjalan bersama Miko,hingga Hellen memghampiri mereka.


"Andrew..Andrew....Tunggu." Hellen nampak mengejar langkah mereka.


Andrew berhenti berjalan,dia masih tampak malas melihat Hellen,Miko hanya mengikuti Andrew.


"Ada apa lagi?Bukankah aku sudah bilang kau jangan menggangguku lagi?" Ucap Andrew ketus.


"Aku hanya ingin memberitahumu."


"Apa?"


"Bukankah tempo hari yang kesini adalah suami wanita itu."


"Lalu?"

__ADS_1


"Apa kau masih tidak mengerti?Dia masih istri orang,apa kau tidak peduli dengan itu?Bagaimana tanggapan orang lain terhadapmu?"


"Aku tidak peduli." Andrew berjalan lagi.


Miko nampak menghela nafas."Lebih baik kau tidak mengganggunya lagi,atau dia akan bertindak yang tidak masuk akal seperti waktu itu."Miko berbisik.


"Andrew,pria itu bukanlah pria biasa,dia adalah orang yang mampu melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan,kalau kau tidak percaya tanyakan itu pada wanitamu."


Mendengar perkataan Hellen,Andrew berhenti berjalan."Bagaimana bisa kau tau banyak?Apa kau menyelidikinya?"


"Aku...Aku hanya ingin kau aman,aku peduli padamu,tinggalkan wanita itu."


Andrew hanya tersenyum sinis,dan dia pergi meningggalkan Hellen,Miko pun mengejar Andrew.Hellen terlihat sangat kesal,dia hanya peduli rasa sukanya pada Andrew.


APARTEMEN FARA


"Jihan,ayo makan siang dulu." Bibi May sudah menyiapkan makanan untuk Jihan.


"Nenek,aku tidak lapar." Jihan nampak berada di tempat tidur.


"Heh...Tidak lapar?Kenapa?"


"Jihan mau mama,kenapa mama sekarang begitu sangat sibuk?"


"Ahh,itu karena mama ingin agar Jihan punya kehidupan yang baik dimasa depan,jadi Mama harus bekerja kerasa mulai sekarang untuk Jihan."


"Tapi Jihan tidak mau mama bekerja keras."


"Jangan begitu,mama melakukannya untuk Jihan,jadi Jihan juga harus membantu mama." Bibi May berusaha merayu Jihan.

__ADS_1


"Bagaimana caranya Jihan membantu mama?" Jihan berkata dengan wajah polosnya.


"Membantu mama dengan cara,Jihan harus makan lalu tumbuh besar,hingga Jihan bisa membantu mama."


"Benarkah bisa?"


"Tentu saja." Bibi May meyakinkan.


"Baiklah,Jihan akan makan,Jihan ingin cepat besar,agar bisa membantu mama."


Akhirnya Jihan bersedia makan,dan Bibi May berhasil merayu,tapi dia sendiri tidak tau,sampai kapan semua kejadian ini akan berakhir,dan sampai kapan kedamaian yang mereka miliki akan kembali seperti dulu.


CAFE


Aku masih berada diruanganku,banyak laporan Cafe yang harus aku tangani,tapi aku merasa tidak bersemangat lagi,terlebih saat mengetahui Laura yang mengalami kecelakaan,dan proses pengajuan perceraian ku yang ditunda.Aku menyandarkan kepalaku dikursi,kepalaku terasa berat,terlalu banyak yang aku pikirkan dan terlalu banyak pula yang aku khawatirkan.Hingga ponselku berbunyi,aku menjawabnya tanpa melihat siapa yang menelfon.


"Halo." Suaraku terdengar malas dan lemah.


"Halo sayang,kau terdengar tidak bersemangat?"


Suara itu membuatku terkejut dan langsung membuatku duduk dengan benar.


"Dari mana kau memdapatkan nomerku?" Tanyaku panik,aku tidak menyangka Ken akan tau nomer ponselku.


"Ya...Apa yang ingin aku ketahui,maka aku akan mengetahuinya."


"Aku sedang tidak ingin bicara denganmu,aku harap jangan menghubungiku." Aku bersiap menutup panggilan itu,hingga Ken berkata sesuatu,itu membuatku terkejut dan merasa takut.Aku menggenggam erat ponselku,dan tanpa pikir panjang lagi,aku mengambil tasku dan pergi keluar,aku harus memastikan nya dan aku harus menemukannya terlebih dahulu.


"Kau dimana?Jangan kemana mana sampai aku datang,apa kau mengerti?" Aku menutup panggilanku,dan aku segera berlari sebisa aku berlari.

__ADS_1


__ADS_2