PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 60


__ADS_3

Saat siang hari Andrew buru buru pergi menjemput Jihan,dia sudah didepan sekolah Jihan sebelum sekolahnya selesai.Andrew menunggunya di luar mobil,dia berdiri sambil bersandar di mobilnya,sesekali dia melihat kearah jam tangannya,mengecek apa sudah waktunya pulang atau belum.Hingga suara bel sekolah terdengar berbunyi keras,Andrew terlihat mengamati anak anak yang mulai keluar kearah gerbang sekolah,dia melihat Jihan berjalan kearah gerbang dengan wajah suramnya,Andrew tersenyum pada Jihan tapi dia hanya memalingkan wajahny,Jihan buru buru masuk kemobil Andrew,bahkan dia tidak mau duduk didepan bersebelahan dengan Andrew,Andrew sendiri nampak menghela nafaa melihat tingkah Jihan.


"Baik nona muda,kali ini kita mau kemana?"Goda Andrew sambil memakai sabuk pengaman.


Jihan masih terlihat memalingkan wajahnya,dia melihat kearah jendela.


"Kau tidak mau menjawab,oke...Aku yang putuskan."Andrew mulai menjalankan mobilnya.


Andrew fokus menyetir,tapi sesekali dia melihat ke arah kaca spion dan mengamati Jihan,dia hanya menghela nafas melihat raut wajah Jihan yang cemberut tidak bisa tersenyum,Andrew memberhentikan mobilnya disisi jalan,Jihan terlihat terkejut karena mobilnya berhenti disana,tapi dia masih tidak mau bertanya dan berbicara dengan Andrew,tangan kanannya nampak menyangga dagunya.


Andrew keluar dari mobil,lalu dia pindah masuk ke kursi belakang,Jihan hanya meliriknya sedikit.


"Jadi..Mari kita bicarakan apa yang harus dibicarakan."Ucap Andrew.


"Jihan...Papa minta maaf,bukan maksut papa membohongimu,hanya saja papa merasa bahwa mama masih hidup,papa sedang mencarinya 5 tahun ini,mungkin papa juga sepertimu,begitu rindu mama,bahkan papa tidak bisa menerima jika seorang mengatakan mama sudah meninggal,papa disini hanya ingin menjagamu,memberikan yang terbaik untukmu,papa tidak pernah memberitahukan hal ini karena tidak ingin kau merasa sedih,kebahagianmu adalah hal yang paling utama,karena itu papa benar benar minta maaf,tolong jangan marah,tapi jika kau masih tidak bisa menerimanya maka papa akan menerimanya,kau boleh marah boleh mencaci,tapi tolong jangan diam seperti ini."Andrew menatap kearah Jihan.


Jihan masih tidak mau menoleh kearah Andrew,tapi dia terlihat sedikit menunduk,matanya mulai merah,Jihan nampak ingin menangis,Andrew bisa melihat itu dia hanya tersenyum kecil.


"Lain kali bisakah jangan menganggapku anak kecil yang tidak butuh penjelasana apapun,dia adalah mama ku dan aku yang paling berhak atas dirinya,dan yang seharusnya merasa paling kehilangan dan sedih adalah aku,lalu kenapa kalian malah menyembunyikannya dariku,aku sangat membenci hal itu,aku membenci kebohongan,aku membenci orang orang yang membohongiku."Jihan terdengar begitu dewasa saat mengatakan hal itu.


Andrew sampai tertegun mendengar perkataan Jihan,ya mungkin dia benar benar salah karena berbohong pada Jihan,dia bisa melihat gadis kecil bukanlah gadis kecil 4 tahun lalu.


"Oke...Papa tau papa salah,makanya papa minta maaf,dan papa janji mulai sekarang tidak akan pernah lagi berbohong padamu,jadi apa kau bisa memaafkan papa?"Tanya Andrew dengan penuh harap Jihan tidak marah lagi,dia mencoba menengok wajah Jihan yang masih menghadap kejendela.


Wajah Jihan mengeluarkan mimik sedih,dia menggigit bibirnya sendiri,seperti dia menahan agar tidak menangis.


"Jihan..."Andrew memanggil Jihan dengan lembut.


Jihan sudah tidak bisa menahannya,dia akhirnya menangis,Andrew terkejut melihatnya,dia langsung meraih dan memeluk gadis nya itu,mendekapnya agar Jihan merasa bahwa dia tidak sendirian,bahwa ada dia yang akan menemaninya.

__ADS_1


"Apa kau tidak akan memaafkan papa?"Tanya Andrew.


"Aku tidak marah pada papa,hanya marah pada diri sendiri karena tidak tau apa apa dan tidak bisa berbuat apa apa."Jihan yang bicara dengan sedikit terbata karena menangis.


Andrew tersenyum,dia mengelus kepala Jihan perlahan,mungkin dengan begini juga bisa sedikit meringankan beban dihatinya selama bertahun tahun ini.


PULAU KECIL,KOTA X.


Setelah membantu ayah,aku sering pergi ke tepi laut,aku suka berjalan disana,menatap laut lepas,membayangkan dari mana aku berasal,bahkan setelah sekian lama aku tidak tau kenapa aku belum bisa mengingat apapun,atau mungkin sebenarnya aku memang tidak ingin mengingat itu,hingga aku tidak bisa mengingatnya.Aku duduk di bawah pohon kelapa,aku mulai membuka buku yang diberikan steve pagi ini.



judulnya Anggels and Demons,aku mulai asyik membacanya ditemani hembusan angin yang sepoi sepoi,yang sesekali membuat rambutku berantakan,aku menyikapkan rambut yang berada diwajahku,aku menjalani hidup seperti setiap tahunnya.


"Luna,kau disini rupanya?"Steve menghampiriku dan duduk disampingku.


Aku menutup buku ku."Hei,kenapa kau kesini?"Tanyaku.


"Ya..Bukankah kau tau aku hampir setiap hari disini,apa tidak bisa membuat alasan lain selain sedang berjalan?"Tanya ku padanya,dia merasa canggung saat aku mengatakan hal itu.


"Oke...Aku tau itu bukan alasan yang bagus,aku hanya ingin bertanya padamu."Ucap Steve sambil memandangku.


"Apa itu?"Kataku.


"Lusa aku akan ke kota mengambil barang,apa kau mau ikut denganku?Kita bisa pergi bermain dikota,kau sudah lama disini,bahkan kau tidak pernah pergi kemana mana."Kata steve.


"Apa itu tidak mengganggumu?"Tanyaku ragu.


"Tidak,barangnya datang pada sore hari,kita bisa pergi bermain dulu siangnya,setelah itu kita langsung pulang."Steve meyakinkan.

__ADS_1


"Aku akan minta ijin ayah dulu,lagi pula meninggalkan mereka berdua dirumah kadang membuatku sedikit khawatir."Kataku.


"Baiklah,Kalau kau bisa aku akan menunggumu dipagi hari."Steve tersenyum lembut.


Tentu saja,aku tidak bisa juga menolak ajakan Steve,dia sudah terlalu baik padaku selama ini,lagi pula dia melakukan ini hanya untuk kesenanganku.


MALAM HARI.


Aku sudah menyiapkan makan malam untuk ayah dan Rey,disini walau hidup kami tidak sebaik kehidupan orang pada umumnya,tapi kami tetap bersyukur,kami selalu diberi kesehatan dan tentu saja kamu bisa berkumpul setiap harinya.


"Ayah,lusa steve ingin mengajakku kekota,apa aku boleh pergi?"Tanyaku sambil mengambilkan makanan untuknya.


"Apa kau ingin pergi?"Tanyanya balik.


"Kalo ayah mengijinkan,maka aku pun ingin."Kataku.


"Kalau begitu pergilah."Kata ayah,mendengar itu aku sangat senang.


"Terimakasih ayah."Ucapku senang.


"Kakak bolehkah aku ikut?"Tanya Rey.


"Rey, kau di sini saja membantu ayah,"kata ayah yang melarang Rei untuk ikut.


"Ayah tidak adil padaku."ucap Rei yang kesal.


"Biarkan kakakmu pergi bersenang-senang kau tidak perlu mengganggunya."kata ayah lagi.


"iya ya oke Rey tidak akan ikut kali ini,tapi lain kali pasti akan ikut."Rey mengalah.

__ADS_1


"oke lain kali kakak yang akan mengajakmu pergi setuju?"kataku membujuknya.


Rey menyetujuinya bagaimanapun sebenarnya dia sangat menurut kepadaku.


__ADS_2