
"Sampai aku begitu dekat denganmu,bahkan saat aku tau kau mengatakan punya perasaan padaku,saat itu aku merasa bahwa aku adalah wanita paling beruntung dan bahagia didunia ini,tidak ada yang bisa mengalahkan keburuntunganku itu."Julia mengingat masa kuliah mereka dengan airmata yang menetes.
"Jadi kau masih mencintaiku kan,kalau begitu mari pulang."Kata Ken sambil mengulurkan tangannya pada Julia.
"Tidak..."
Ken terkejut,disaat Julia mengatakan tidak.
"Tidak..Hari disaat kau menjadi monster,yang melahap semua kebahagian ku,itu lah hari dimana aku membencimu,bahkan kebencianku lebih besar dari rasa cintaku padamu,kebencian itu menyelimuti hatiku,menutup semua pintu dihatiku,dan menguncinya begitu rapat."
"Lalu...Apa yang kau inginkan,kau tau...Walau kau mengatakan semua hal itu,aku tetap tidak akan melepasmu."Kata Ken sambil melangkah kearah Julia.
"Cukup,berhenti disitu."Teriak Julia,Ken lun berhenti karena dia melihat Julia nampak mundur satu langkah.
"Aku sudah tau,bahwa kau pasti akan mengatakan hal itu,kau tau Ken,aku merasa keberadaanku ini sangat mengganggu orang lain,aku merasa bahwa jika aku tetap disini,maka akan lebih banyak orang yang akan terluka,jika aku disana mereka akan terluka,jika aku disitu mereka juga terluka,karena itu aku sudah memutuskan..."Julia berjalan mundur kearah tebing.
"Julia..Berhenti,aku bilang berhenti."Ken yang melihat kearah mana Julia berjalan mundur pun berteriak.
"Tidak...Mengenal dan mencintaimu adalah keselahan terbesar dalam hidupku,andai aku bisa memutar waktu,maka aku berharap tidak akan pernah mengenalmu,maka dari itu,Ken...Hiduplah dalam penyesalan seumur hidupmu."Julia nampak sudah berada diujung tebing,dia menelentangkan kedua tangannya,airmatanya terlihat mengalir deras,dia memejamkan matanya,dan kata terakhir yang dia ucapkan adalah. "Andrew aku mencintaimu,hiduplah dengan bahagia." Julia melompat ketebing dengan dasar laut yang sangat dalam.
"Tidak..."Ken berteriak sambil berlari kearah tempat Julia melompat.
Saat itu ombak begitu besar,bahkan Ken tidak bisa melihat Julia yang terjatuh didalam air.
"Arghhh.....Ahhhhh.....Julia....Mengapa kau melakukan ini padaku."Teriak Ken dengan sangat keras,dia menggenggam rerumputan yang ada disana,dia terlihat begitu menyesal dan kecewa. "Kenapa Julia...Kenapa kau melakukan itu?"
FLAASBACK OFF.
Andrew dan Miko tertegun mendengar perkataan Ken,bagi Andrew itu seperti sambaran petir di siang hari,tidak ada mendung tidak ada hujan.
__ADS_1
Andrew mencengkeram kerah baju Ken." Katakan...katakan padaku kalau kau berbohong,kau mengatakan itu agar aku menyerah mencarinya kan?Iyakan?Katakan padaku!!!." andrew berteriak,dia benar benar marah.
"Hehe...Hahaha....Untuk apa aku berbohong padamu,kalau aku bohong,aku juga tidak akan sehancur ini,hidupku serasa hancur berkeping-keping."Ken mengusap airmata yang keluar.
Andrew langsung memukul Ken dengan keras,hingga Kwn terjatuh tersungkur kelantai."Dasar br*ngs*k,kau membunuhnya... Kau mendorongnya melakukan hal itu,kau pantas mati."
Andrew menghajar Ken berulang kali,tapi Kem tidak membalasnya,dia malah tersenyum,entah karena dia sudah gila,atau karena dia merasa terpukul dan bersalah atas tragedi itu.
Miko yang melihat Andrew begitu tidak stabil emosinya pun mencoba menenangkannya.
"An...Andrew..Tenang,kau bisa membunuhnya."Kata Miko sambil memegangi Andrew.
"Ke..Kenapa kau berhenti,ayo hajar aku sampai mati."Kata Ken.
Andrew menatap Ken dengan tatapan penuh kebencian,tapi dimatanya juga ada kesedihan yang amat dalam,airmatanya pun tidak bisa dia tahan.
"Kau...Kematian hanyalah jalan lain menuju kebahagian dan hidup yang baru,maka dari itu seperti katanya,Hiduplah dalam penyesalan seumur hidumu." Kata Andrew,dia tidak akan membiarkan hidup Ken menjadi mudah,dia ingin membuat Ken membayar apa yang telah dia lakukan.
Ken hanya terdiam,dia masih tersungkur dilantai.
"Aku...Aku tidak menemukannya."Jawab Ken sambil meludahkan darah yang keluar dari mulutnya.
"Apa maksutmu?"Andrew terlihat emosi lagi.
"Aku bilang aku tidak menemukannya,aku mencoba mencarinya selama 7 hari tanpa henti,aku membayar banyak orang untuk menyelam,tapi aku tidak menemukannya,mungkin bahkan saat dia sudah tiada pun,dia tidak ingin aku menyentuhnya,ironis sekali kan?" Ken tertawa kecil.
Andrew menggenggam tangannya,dia mencoba menahan amarahnya,lalu dia menendang botol yang ada di bawah kakinya,suara pecah itu terdengar mengiang ditelinga,Andrew menatap bingkai foto disebelah tempat tidur Ken,itu adalah foto JuliaAndrew mendekat dan mengambilnya.
"Kau bahkan tidak pantas memandangi fotonya." Andrew berjalan keluar sambil menggengam foto Julia.
Miko berjalan mengikuti Andrew,Ken terbaring di atas lantai,dengan luka lebam di wajahnya karena pukulan Andrew.
__ADS_1
"Hahahaha...."Ken tertawa sendiri,tapi dia juga menangis,tangan satunya nampak menutupi matanya,walau dia pria jahat,tapi dia benar benar mencintai Julia,dan keegoisannya mendorong Julia pergi selama lamanya dari hidupnya.
RUMAH LAURA.
Andrew dan Miko kembali kerumah Laura,semua yang disana nampak heran melihat Andrew yang berantakan,tangan satunya memegangi foto Julia,dan dia langsung masuk kekamar yang di sediakan Laura untuk istirahat.
"Miko,apa yang terjadi?"Tanya Laura.
"Ceritanya panjang."Miko nampak menghela nafas.
"Apa Julia ada disana?" Bibi May menyahut.
Miko nampak menggeleng gelengkan kepalanya,pada akhirnya Miko lah yang bercerita tentang Julia,Laura nampak terkejut,dan bibi May dia tidak bisa menahan airmatanya,dia menangis sejadinya,bagaimanapun bibi May pastilah terpukul,dia yang merawat dan menjaga Julia sejak kecil,lalu bagaimana bisa dia meninggalkannya begitu saja,tanpa berkata sepatah katapun.
"Aku tidak menyangka Julia sampai melakukan itu,untuk Ken..Aku akan menuntutnya."Ucap Laura dengan penuh amarah.
"Tuntut apa?Bagaimana caranya?Julia yang terjun sendiri kelaut,dan kita tidak punya bukti kekerasan yang dilakukan Ken,kita tidak bisa menuntutnya."Ucap Laurent.
"Tapi ku benar benar kesal dan marah,semua ini salah pria sialan itu."Laura nampak geram.
"Sudahlah...Ini semua sudah terjadi,kita sama sama terpukul akan hal ini,lalu bagaimana dengan Jihan?"Tanya Laurent.
"Jihan..."Bibi May menangis lagi.
"Selama aku masih hidup,Jihan akan selalu aku jaga sepenuh hatiku." Kata bibi May.
"Masalah Jihan aku akan meminta pendapat Andrew dulu,karena sebelum Julia pergi,dia meniptikan Jihan pada Andrew." Miko berfikir.
"Begitu ya.."Laurent.
"Ya...Laura,apa ada kotak obat?" Tanya Miko.
__ADS_1
"Ada.."Laura buru buru mengambilkan untuk Miko.
Setelah menghajar Ken,Miko melihat tangan Andrew yang terluka,mungkin itu karena Andrew yang begitu keras dan berulang kali menghajarnya,hingga dia sendiri tidak merasakan kalau dirinya terluka.