PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 59(Julia comeback sebagai Luna)


__ADS_3

Setiap aku bangun dipagi hari,aku selalu terjaga akan sesuatu,terdengar suara bisikan kecil terngiang ditelingaku,suara itu nampak tidak asing,di setiap malam dalam tidurku,aku merasakan seseorang berbisik kata selamat malam ditelingaku,dan mimpiku tiap malam juga selalu sama,aku melihat seseorang,dia seorang pria,aku bisa melihat senyumannya,tapi aku tidak bisa melihat jelas wajahnya,dia selalu mengulurkan tangannya kepadaku,tapi aku selalu ragu untuk mendekatinya,tapi seketika itu juga,dia selalu lenyap tersapu ombak.Aku tidak tau dia siapa,dan kenapa aku selalu memimpikannya,atau mungkin dia adalah masalaluku,akupun tidak tau.


Namaku Luna,umur aku tidak yakin,bagaimnana bisa tidak yakin?Karena orang tua ku merawatku setelah menemukanku,aku tidak ingat siapa aku,siapa namaku,darimana aku berasal,dan apa ada orang yang mencariku.Mereka yang berada dikota kecil dipulau kecil ini mengatakan aku adalah sebuah berkat,mereka mengangkatku dari laut bersama dengan datangnya ikan yang berenang disana,di saat bulan purnama,karena itu aku dipanggil Luna,yang artinya bulan.Aku sudah disini hampir 5 tahun,aku tidak bisa mengingat apapun tentang masalaluku kecuali masa yang aku alami sekarang.


Aku melakukan aktifitas pagiku seperti biasa,aku pergi kepantai membantu ayahku mengambil ikan untuk dibawa kekota,ayah yang merawatku adalah seorang nelayan kecil,aku memiliki seorang adik laki laki umur 12 tahun.


"Kakak...Kakak Luna."Panggil adik laki lakiku yang berlari kearahku,namanya adalah Reynand.


"Rey,tidak bisakah kau tidak berlarian?"Kataku.


"Hahaha..Maaf,apa kakak tau?Akhir akhir ini banyak orang datang dari kota besar kekampung kita."Kata Rey sambil membantuku memasukkan ikan kedalam box es.


"Benarkah?Bukankah bagus,jika banyak orang mengunjungi daerah kita yang terpencil ini?"Kataku,aku mulai menutup box itu dan menaikkannya disepeda yang biasa aku pakai untuk mengantar ikan kepasar.


"Tapi sepertinya mereka punya niat tidak baik."Kata Rey yang tidak senang.


"Hei...Kau tidak boleh berfikir buruk,lebih baik bantu kakak antar ini kepasar."Kataku yang sudah selesai mengikat box ku di sepeda.


"Oke."Rey menuruti Luna,bagi Rey,Luna adalah kakak yang sangat dia sayangi,Luna begitu baik hati ramah dan sabar,dia adalah wanita pekerja keras.


"Ayah,aku dan Rey akan mengantar ikan,ayah istirahatlah,dirumah aku sudah memasakan makanan untukmu."Kata ku.


"Iya...Hati hati dijalan,Rey jaga kakakmu."Kata ayah pada Rey.


"Siap ayah.."


Aku dan Rey pergi kepasar,jaraknya memang agak jauh,butuh waktu satu jam jika menempuh dengan sepeda.Orang orang disana sangat ramah,mereka terbiasa menyapa ketika bertemu dengan yang lainnya.


KOTA S,SEKOLAH JIHAN.


Andrew mengantar Jihan kesekolah,tapi sepanjang perjalanan Jihan masih tidak mau bicara,dia hanya memandang keluar jendela.Hingga mobil Andrew sampai didepan pintu gerbang sekolah,Jihan buru buru melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.

__ADS_1


"Jihan..."Andrew memanggil,tapi Jihan langsung berlari.


"Anak itu benar benar marah."Gumam Andrew.


Andrew tidak bisa berbuat apa apa,dia memaklumi kalau Jihan marah padanya,sepintar apapun kita manutupi sesuatu,akhirnya akan terkuak juga.


KANTOR ANDREW.


Andrew sudah sampai di ruangannya,Miko nampak berada disana,terlalu banyak pekerjaan,ditambah masalah tentang Jihan.


"Hari ini kau terlihat buruk."Kata Miko.


"Ini karena Jihan."Andrew nampak menggosok keningnya.


"Ada apa dengannya?" Tanya Miko penasaran.


"Semalam kami bertemu Hellen,dan dia mengatakan pada Jihan kalau Julia sudah meninggal."


"Karena itu,Jihan kali ini marah padaku,karena aku membohonginya,dia tidak mau bicara denganku seharian ini."Kata Andrew yang terlihat frustasi.


"Kau harus memakluminya,dia masih anak anak,lagi pula dia sangat merindukan ibunya,wajar jika dia marah."Ucap Miko.


"Mungkin aku bisa bersabar menunggunya tidak marah lagi,dan mendapatkan waktu yang tepat untuk menceritakan segalanya."


"Itu lebih baik,omong omong,aku sudah menjadwalkan kunjungan kita,pihak cabang kita disana sudah menkorfirmasi,kita akan kesana lusa."Miko memberikan daftar yang Andrew butuhkan.


"Baiklah."


KOTA X,PULAU KECIL.


Aku baru saja selesai mengirim ikan kepasar,aku segera kembali ke rumah bersama Reynand,entah ada apa di kampung kami,banyak orang dari kota nampak disana.

__ADS_1


"Ayah ada apa?"Tanyaku penasaran.


"Mereka dari kota,katanya tempat kita akan dijadikan tempat wisata,akan dibangun banyak resort disini." Ayah menjelaskan.


"Resort,kalau begitu mereka akan menggusur rumah kita?"Tanyaku cemas.


"Kita belum tau,mereka bilang mereka hanya meninjau tempat."


Aku memandang kearah orang orang itu,benar kata Rey,mereka nampak nya bukan orang orang baik,tapi orang orang disini semuanya hampir tidak berpendidikan,apa mereka akan tau apa yang diinginkan dan dimaksut orang orang dari kota itu.


"Luna.."Seseorang memanggilku,aku lupa memperkenalkannya,dia adalah steve,dia teman pertamaku saat aku baru disini,dia yang memperkenalkanku tentang kampung ini,dia juga selalu menemaniku.


"Hai steve,dari mana saja kau?"Tanyaku sambil tersenyum.


"Aku baru kembali dari kota,aku melihat disini sangat ramai,ada apa?"Tanya steve yang penasaran.


"Owh...Mereka dari kota,katanya mereka akan membangun Resort disini."Ucapku.


"Begitu,oh..Aku lupa,aku membelikanmu sesuatu."Steve mengeluarkan sesuatu dari tasnya.Itu sebuah buku,dia tau aku bisa membaca dan menulis,dia sering membelikanku buku bacaan atau pun novel,walaupun bukan baru,tapi aku senang.


"Ahh,buku lagi,terimakasih."Ucapku senang.


"Tidak masalah."Kata Steve yang senang karena melihatku senang.


"Tapi kau sudah banyak memberiku buku,kau pasti banyak menghabiskan banyak uang."Kataku sungkan.


"Tidak masalah,aku suka melakukannya,asal kau suka aku akan melakukannya untukmu."Steve menatap Luna.


"Ahhh,aku terharu,kau memang teman terbaikku."Kataku sambil mengamati buku tadi.


Steve nampak menatap Luna,dia bergumam sendiri,dia berkata pada hatinya."Hais..Luna,melihat senyumanmu saja sudah cukup membuatku sangat senang,aku tidak memikirkan balasan apapun untukku,hanya saja asal kau bisa melihatku yang berdiri didepanmu,bagiku itu sangat berarti lebih dari apapun." Steve terlihat tersenyum melihat Luna asyik membuka bukunya.

__ADS_1


Didalam Ruangannya Andrew tiba tiba saja merasakan debaran yang sangat kuat di jantungnya,dia memegangi dadanya,"Perasaan ini sama seperti disaat aku bertemu dengannya pertama kali,apa kau sebenarnya masih disana menungguku,kenapa aku merasa kau masih hidup Julia,perasaan ini tidak pernah menipuku." Andrew terdiam sejenak.


__ADS_2