
KOTA S.
Jihan kembali dari sekolah seperti biasanya, kali ini yang menjemputnya Laurent.(Cat:Laurent pada akhirnya menikah dengan Fara 2 tahun lalu).
"Paman."Teriak Jihan dari gerbang.
"Hai gadis paman, bagaimana harimu?"Tanya Laurent.
"Baik...Apa papa belum pulang?"Tanya Jihan.
"Belum..Sepertinya pekerjaannya sangat banyak."Jawab Laurent.
"Begitu ya.."Jihan terlihat sedikit kecewa.
Laurent melirik keearah Jihan, dia tau kalau gadis itu sangat dekat dan menyayangi papa nya itu.
"Sudah jangan sedih, Paman mau ke supermarket sebentar membeli sesuatu untuk Bibi Fara, kau mau apa nanti beli saja."Laurent mengusap kepala Jihan.
Jihan hanya mengangguk, Laurent pun memacu mobilnya pergi dari sana.
SUPERMARKET.
Laurent nampak membeli beberapa barang, itu untuk kebutuhan Cafe, dia ikut membantu mengelola Cafe itu semenjak Julia pergi.
Jihan nampak duduk di kursi yang tersedia di depan supermarket dengan minuman dingin di tangannya.
Terkadang jodoh, umur, takdir, tidak ada yang tau, Ken yang lama tidak terlihat akhirnya dia pun muncul disana, entah apa yang membawanya kesana, saat dia melintas dia melihat Jihan yang sedang duduk, dan itu mengingatkannya pada Julia, Jihan sedikit memliki kemiripan dengan Julia, karena penasaran Ken pun meminggirkan mobilnya di bahu jalan, lalu dia berjalan dan menghampiri Jihan.
"Hai gadis kecil, bolehkah aku duduk disini?"Kata Ken yang sudah berdiri didepan Jihan.
Jihan mendongkakkan kepalanya, melihat siapa yang bicara dengannya, Ken terkejut melihat Jihan, bukan hanya dari wajah, bahkan matanya dia merasa sangat mirip dengan Julia.
"Maaf, tapi papaku bilang aku tidak boleh bicara dengan orang asing."Jawab jihan ketus.
"Papa?Dia punya orang tua, atau mungkin ini hanya halusinasiku saja yang merasa dia mirip."Gumam Ken dalam hati.
"Siapa nama papa mama mu?"Tanya Ken lagi.
Jihan hanya memandang Ken dingin, dia merasa aneh dengan pria yang didepannya ini, kenapa pria ini begitu ingin tau.
Laurent sudah selesai belanja, dia keluar dari supermarket dan bermaksut menghampiri Jihan, hingga dia melihat Ken disana.
"Apa yang kau lakukan disini?"Tanya Laurent dengan nada suara tinggi.
Ken terkejut dengan suara itu, dia tau itu, dia pun membalikan badanya dan menoleh ke arah Laurent.
__ADS_1
"Kau juga disini?Kebetulan sekali."Kata Ken.
Jihan bergegas berjalan kearah pamannya itu dan berdiri dibelakangnya.
"Jadi dia anakmu?Tunggu bukankah kau baru saja menikah?"Ucap Ken.
Laurent melirik kearah Jihan, dia tau dia harus menyembunyikan identitas Jihan, Jika tidak Ken pasti akan berusaha mengambilnya.
"Bukan urusanmu, sayang ayo pergi."Laurent mengajak Jihan pergi, tapi entah kenapa Jihan masih menoleh kearah Ken sekali sebelum dia masuk ke Mobil.
Ken nampak masih memperhatikan, dia merasa sangat penasaran dengan gadis kecil itu, dia kebetulan mirip Julia dan lagi dia bersama Laurent, dimana Laurent adalah orang yang dekat dengan keluarga Julia.
"Lakukan sesuatu untukku, aku akan kirimkan detailnya..oke."Ken menghubungi seseorang, dia ingin mengetahui hubungan gadis kecil itu dengan Laurent.
DIDALAM MOBIL.
Laurent terlihat sangat serius, dia bahkan tidak mengajak bicara Jihan, mungkin karena dia takut jika Ken tau kebenarannya, dan dia memikirkan itu sepanjang jalan.
"Paman..Paman kenal dengan orang tadi?"Tanya Jihan tiba tiba.
"Hanya kenalan lama, dia bukan orang baik, kalo bertemu lagi dengannya bisakah kau menghindar?" Laurent mulai Cemas.
"Aku mengerti."Jihan mengangguk, tapi sebenarnya dia penasaran, melihat sikap pamannya yang berbeda dan juga nampak benar benar tidak suka dengan orang tadi, dan mungkin karena pria itu pria tidak baik seperti yang pamannya katakan, fikir Jihan.
CAFE.
"Halo bibi Fara."Sapa Jihan.
"Hai sayang."Fara membalas sapaan Jihan.
Jihan langsung duduk di sebelah Fara disebelah meja kasir.
"Mau jus?"Fara menawari.
"Boleh."Kata Jihan.
Fara membuatkan segelas jus strawberi untuk Jihan, dan Laurent sudah selesai meletakan barang belanjaanya.
"Sayang, semua sudah aku beli, apa ada sesuatu lagi?"Tanya Laurent pada istrinya itu.
"Tidak, itu sudah cukup."Jawab Fara.
Laurent melihat kearah Jihan yang sedang minum. "Jihan setelah ini paman antar pulang."Kata Laurent.
"Oke, paman Jihan ke toilet sebentar."Jihan pergi ke Toilet.
__ADS_1
Laurent memperhatikan Jihan yang berjalan kebelakang, dan Fara merasa aneh.
"Ada apa?Sepertinya kau terlihat sedikit cemas."Tanya Fara.
Laurent nampak melihat kearah belakang lagi."Aku tadi bertemu ken, dan yang aku heran dia mengajak bicara Jihan."Ucap Laurent berbisik.
"Apa?"Fara terkejut dan berteriak keras.
"Ssst..Jangan berteriak."Laurent mengingatkan.
"Maaf, apa dia tau Jihan anak Julia?"Tanya Fara pelan.
"Sepertinya belum, tapi aku rasa dia mulai penasaran dengan Jihan, lagipula Jihan ada kemiripan dengan Julia, terutama matany."
"Aku harap dia tidak tau kalau Jihan adalah datah dagingnya."Fara jadi ikut cemas.
"Aku juga, karena itu tadi aku buru buru mengajak Jihan pergi."
"Hais...Kenapa pria itu ada dikota ini, gara gara dia kita kehilangan Julia, sekarang mau apa lagi dia."Fara menggerutu.
"Sudahlah, jangan dipikirkan, yang terpenting kita harus melindungi Jihan agar tidak bertemu lagi dengannya."Ucap laurent.
"Aku mengerti."Fara mengangguk.g
"Kenapa Jihan lama?Aku akan mengeceknya."Kata Laurent yang ingin beranjak menyusul Jihan, dan ternyata Jihan muncul disana.
"Paman, Aku sudah siap."Kata Jihan.
"Kau membasuh mukamu?Kenapa tidak dilap itu masih ada air diwajahmu." Laurent yang memperhatikan kedua pipi Jihan yang basah.
"Iyakah, aku tidak melihat."Jihan mengambil tisue dan mengusap air dipipinya.
"Sudah...Ayo pulang, nanti nenek May pasti mencarimu."Ucap Laurent.
"Iya...Bye bibi Fara."Jihan melambaikan tangan sambil tersenyum.
"Bye Jihan."Fara membalas lambaian tangan Jihan.
RUMAH ANDREW.
Jihan bergegas masuk kekamarnya setelah sampai rumah, itu membuat bibi May bingung, biasanya jika pulang dia akan bermalas malasan di ruang tengah sebelum pergi kekamarnya, bibi May pun memutuskan untuk melihat Jihan dikamarnya, dia melihat Jihan yang tidur menelungkup diatas tempat tidur, kedua tangannya nampak dia lipat untuk menopang kepalanya, bibi May duduk disisi ranjang disebelah Jihan, dan dia mengusap punggung Jihan.
"Sayang, Kau tidak ingin makan camilan?Nenek membuat banyak kue kering."Tanya Bibi May.
Gadis itu tidak menjawab, dia masih menyembunyikan wajahnya di balik lipatan tangannya.
__ADS_1
"Jihan, apa ada masalah?"Tanya Bibi May sekali lagi.
Semu semu Bibi May mendengar suara isakan tangis, dan kini dia tau kalau Jihan menangis, Bibi May pun khawatir, kenapa jihan menangis, saat pulang tadi dia terlihat baik baik saja.