
Aku masih berjalan di sepanjang trotoar,dibawah guyuran hujan,langkah kakiku terasa berat,aku mengingat perkataan pria yang menabrak Andrew. "Aku punya anak yang sakit parah,dia harus operasi,aku tidak punya cukup uang untuk biayanya,hingga seorang pria datang padaku dan mengatakan akan membayar semua biaya pengobatan anakku,asal aku melakukan satu pekerjaan,aku tau itu gila,tapi demi anakku aku harus melakukannya,jadi aku mohon maaf,sebenarnya aku tidak boleh mengatakan hal ini pada siapapun,jadi setelah mendengar ini aku mohon agar kau tidak mengatakannya pada siapapun." Hah...Kakiku benar-benar lemas sekarang,aku terduduk dipinggiran jalan,aku menjerit sekuat sebisaku,aku benar-benar menyesali jalan hidupku,kedua tanganku kugunakan untuk menutup wajahku,aku hanya ingin hidup yang tenang,aku tidak ingin menyakiti siapapun,tapi apa yang aku lihat,semua nya yang ada disekitarku,mereka tersakiti,dan ini semua salahku.
RUMAH SAKIT.
Aku kembali kerumah sakit,pakaianku masih basah karena hujan,begitu sampai disana,orang tua Andrew sudah berada disana bersama Miko,mereka langsung menatapku yang terlihat berantakan,aku tidak tau bagaimana caraku mengatakan pada mereka jika ini semua karena diriku,bagaimana caraku mempertanggung jawabkannya.
"Julia,ada apa?Kenapa pakaianmu basah?" Bibi Vivian nampak masih mencemaskanku.
"A..Aku tidak apa-apa."Jawabku dengan suara gemetar.
"Bagaimana tadi dikantor polisi,apa yang polisi katakan?" Miko cemas.
"Ini murni kecelakaan,penabraknya mabuk,dan polisi sudah membuat berkas perkaranya." Aku menjelaskan,tapi tidak semua aku beritahukan.
"Bagaimana jika kau mengganti bajumu dulu,kau akan sakit jika tetap memakai ini." Bibi Vivian masih khawatir dengan kondisiku.
"Julia pergilah dengan bibi untuk mengganti baju,paman akan disini menunggu Andrew,kau jangan terlalu mencemaskannya,dia pasti baik-baik saja." Ucap paman Edward.
APARTEMEN ANDREW.
Aku selesai mengganti pakaianku,hingga aku melihat Bibi Vivian yang duduk di tempat tidur Andrew sambil memandangi foto Andrew,sebagai seorang ibu,aku mengerti dan tau bagaimana perasaannya,tidak ada orangtua yang ingin melihat anaknya menderita,semua tragedi ini bermula karena aku,maka sekarang aku juga yang harus mengakhiri ini.
"Aku ingin bertemu denganmu besok,aku yang akan menentukan tempatnya." Aku menutup panggilanku cepat.
__ADS_1
Aku mengetuk pintu kamar Andrew."Bibi,kita bisa kembali ke Rumah sakit sekarang." Ucapku pelan,Bibi Vivian menolah padaku dan menganggukkan kepalanya,tapi aku bisa melihat matanya yang merah,dia baru saja menangis,tapi dia berusaha menutupinya dariku,seperti aku yang menutupi kesedihanku darinya.
RUMAH SAKIT.
Aku melihat paman Edward yang berada diruang Icu,dia nampak menyanga kepalanya dengan kedua punggung telapat tangannya,aku bisa melihat matanya yang lelah dan cemas.
"Paman,pulanglah bersama bibi,aku akan menjaganya malam ini."Ucapku sambil memegang bahu paman Edward.
"Tapi Julia..."Paman Andrew ingin menolak,aku tau kekhawatirannya.
"Tidak ada tapi paman,kita harus menjaganya bergantian,malam ini biar aku yang menjaganya,paman dan bibi bisa tidur diapartemen Andrew,besok baru menggantikanku disini,aku lebih muda,jadi angin malam tidak masalah untukku." Bujukku.
"Baiklah,kalau ada apa-apa,segera kabari kami,apa kau mengerti?"
Akhirnya paman dan bibi pulang,aku juga menyuruh Miko untuk pulang lebih dulu.Dalam ruangan itu hanya ada aku dan dia,disini sangat hening.Aku memegang tangannya erat,sesekali aku mencium tangannya,berharap dia merasakan kehadiranku dan bisa segera membuka matanya untukku.
"Andrew,jika kau mendengarku,maka dengarlah suaraku,aku sangat-sangat mencintaimu,semua yang kau alami karena diriku,andai aku bisa memutar waktu,maka aku ingin agar kau tidak pernah mengenalku,agar kau tidak semenderita ini,aku ingin kau bahagia,aku menyesal membuatmu terseret dalam masalahku,setelah malam ini,aku harap kau mengerti bahwa bagiku hidupmu adalah segala-galanya untukku,aku berharap jika ada kehidupan selanjutnya maka aku ingin menjadi milikmu sepenuhnya."
Aku mencium kening Andrew,dia tidak meresponku,aku harap kondisinya tidak seburuk yang aku pikirkan.
PAGI HARI.
Saat pagi tiba,Miko sudah berada disana,aku semalam penuh aku terjaga,berharap dapat melihatnya pertama kali saat dia membuka mata,tapi tentu saja itu hanya imajinasiku saja.
__ADS_1
Aku keluar dari ruangan,dan Miko sudah menungguku diluar.
"Bagaimana keadaanya?" Tanya Miko.
"Masih sama." Jawabku lemas.
"Kau nampak lelah,beristirahatlah dulu,aku akan menjaganya."Kata Miko.
Aku mengeluarkan selembar kertas yang aku lipat dan memberikannya pada Miko.
"Apa ini?" Tanya Miko.
"Berikan pada Andrew saat dia bangun." Pintaku.
"Berikan?Lalu kau mau kemana?Kenapa harus aku?"Tanya Miko bingung.
"Aku harus pergi." Kataku terasa berat.
"Kemana?"
"Ketempat seharusnya aku berada." Aku pergi meninggalkan Miko disana.
Aku tidak tau keputusanku benar atau salah,tapi demi mereka,orang terdekatku orang yang aku sayangi,aku harus melakukan ini,aku tidak akan menyesal.
__ADS_1