PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 66


__ADS_3

Jihan masih tertegun dengan ucapan pria yang ada didepannya, bagaimana bisa dia begitu saja memaafkan pria yang sudah menyakiti mama nya, dan setelah itu dia ingin meminta nya kembali pada pria itu. "Munafik."Gumam Jihan dalam hati.


"Maaf tuan walau kau benar ayah kandungku, tapi semenjak mamaku bilang kau sudah tiada, maka itulah yang akan aku akui selama hidupku, kalau anda tidak ada keperluan lain, maka aku pamit dulu." Jihan beranjak dari sana meninggalkan ayahnya itu.


Sebagai seorang anak kecil yang tidak tau apa apa, dan tiba tiba saja mengetahui semua fakta itu membuatnya merasa sangat begitu tertekan, dia nampak mengepalkan tangannya sepanjang jalan, dia nampak begitu kesal.


"Papaku hanya papa Andrew, dan tidak akan ada yang bisa menggantikannya."Gumam Jihan dalam hatinya.


SEPULANG SEKOLAH.


Begitu melihat mobil pamannya, Jihan langsung saja masuk kedalam, suasana hatinya begitu buruk, bahkan dia lupa menyapa pamannya.


"Hei, kok cemberut?"Tanya Laurent.


"Jihan sedang kesal." Jihan nampak melipat kedua tangannya didepan dadanya, dan memasang wajah cemberut.


"Apa yang membuatku kesal, coba cerita pada paman." Laurent penasaran.


"Paman ingat pria yang kita temui." Jihan tiba tiba saja bicara sambil menghadap ke arah pamannya.


"Ya...Apa dia mengganggumu?" Tanya Laurent sedikit khawatir.


"Jihan tau dia ayah kandung Jihan." Ucap Jihan langsung.


Laurent langsung menatap bocah kecil itu, dia tidak menyangka kalau Jihan akan tau hal itu.


"Dari mana kau tau?" Tanya Laurent.


"Jihan mendengar percakapan Bibi dan Paman, lalu Jihan tanya nenek, dan pagi ini pria itu datang kesekolah menemui Jihan."


"Apa?" Laurent terkejut.


Jihan menceritakan semuanya pada pamannya, apa yang dikatakan Ken, kini Laurent pun mulai khawatir, dia cemas jika Ken memaksakan kehendaknya pada Jihan.


PULAU KECIL.


Andrew melakukan apa yang harus dia lakukan disana, keadaan kaki Rey juga sepertinya sudah mulai membaik, Andrew terlihat makin dekat dengan Rey.


"Hai bagaimana sekarang kaki mu?"Tanya Andrew.


"Ini lumayan." Jawab Rey sambil memandangi kakinya.


Andrew memandang kearah Luna yang sedang membantu ayahnya membersihkan jala.

__ADS_1


"Kak Andrew."Panggil Rey.


"Ya..." Andrew mengalihkan pandangannya kepada Rey.


"Apa kau menyukai kakaku?" Tanya Rey.


Itu membuat Andrew sedikit terkejut."Memangnya kenapa? Ga boleh ya?" Tanya Andrew sambil mengacak acak rambut Rey.


"Tentu saja boleh, apalagi kakak baik." Ucap Rey.


"Hei..Kau begitu saja menyetujui seorang pria yang suka pada kakak kesayanganmu itu, apa kau tidak khawatir aku menyakitinya?" Goda Andrew.


"Aku sudah melihat banyak pria mengejarnya, dan mereka semua sama, tapi kau sepertinya berbeda." Rey memberi penilaian pada Andrew.


"Hmmm, benarkah? Tapi aku heran kenapa kau dan kakakmu jarak umur kalian sangat jauh?" Karena Rey mulai mempercayainya, maka Andrew pun berusaha mencari info tentang siapa sebenarnya Luna ini, Julia ataukah benar benar wanita bernama Luna.


"Itu...Karena...Tapi jika aku cerita kakak tidak akan cerita kemana mana kan?" Tanya Rey.


"Tentu saja tidak." Andrew meyakinkan.


Pada akhirnya Rey mulai bercerita, dia menceritakan semua tentang Luna dan dari mana dia ditemukan, akhirnya Andrew pun mendapatkan jawaban yang ingin dia tau dan dia menemukan cintanya itu, Andrew tersenyum kecil, dia sekali lagi memandang kearah Luna yang belum selesai membersihkan jala itu.


DISISI LAIN.


"Luna..Coba kau perhatikan, dia sepertinya menyukaimu, ayah liat dia tidak berhenti menatapmu."Goda Ayah kepadaku.


"Hei liat, dia berjalan kesini." Ayah melirik kearah belakangku.


Akupun sedikit menoleh kebelakang, dan aku melihat pria itu berjalan, tapi tunggu kenapa aku merasa seperti tidak asing, cara berjalannya dan cara dia tersenyum, dia seperti....


"Hi...,belum selesai kah?" Tanyanya yang membuatku memalingkan wajaku lagi dan fokus membersihkan jalaku.


"Eh..Iya ini sebentar lagi selesai." Ucap ayah yang menjawabnya.


Pria itu menatapku, membuatku merasa...Entahlah aku pun bingung, aku mencoba untuk tidak menatapnya.


Suara ponsel Andrew berbunyi, dia mencoba mnengok siapa yang menghubunginya, dan itu adalah Laurent, Laurent menghubunginya berarti ada masalah pada Jihan.


"Halo." Andrew menjawab panggilan dari Laurent.


"Drew ada masalah." Suara Laurent.


"Ada apa?" Andrew mulai khawatir.

__ADS_1


"Pria itu sudah tau Jihan adalah putrinya, bahkan dia menemuinya di Sekolah dan memintanya memberi kesempatan padanya." Jelas Laurent.


"Si*l...Aku akan segera kembali, untuk sementara tolong jaga Jihan."Pinta Andrew.


"Tentu saja."


Andrew mematikan panggilan itu, dia menggenggam erat ponselnya, dia merasa bingung, baru saja dia menemukan Julia dan ingin membuatnya mengingat ingatannya yang hilang, sekarang malah Ken mengacau.


Aku memperhatikannya. "Dia terlihat sangat kesal, apa panggilan itu dari pacarnya?Atau mungkin istrinya? Kalau benar maka matilah aku, aku jadi biang masalah hubungan orang lain." Pikirku.


Aku berjalan mendekat kearahnya, dan berdiri tepat dibelakangnya.


"Dari pacarmu ya?Pasti dia marah kau tidak kembali, kalau begitu pergi saja, aku membebaskanmu, kau tak perlu melakukan nya lagi." Ucapku padanya.


Tapi anehnya dia malah memandangku dengan tatapan yang tidak aku mengerti, matanya nampak sedikit berkaca, apa dia benar benar terkena masalah?.


"Terimakasih, setelah urusanku selesai aku akan kembali, aku mohon tunggu aku." Andrew tiba tiba saja langsung mencium kening Luna, dan membuat wanita itu terkejut, Andrew pergi dari sana dan segera memacu mobilnya pergi.


"Aku...Kenapa?Apa yang terjadi?" Pikiranku seperti hilang, aku memegangi bekas ciumannya di keningku, dia tiba tiba saja menciun keningku, lalu kenapa aku malah merasa tidak ingin marah padanya, bukankah aku sangat tidak menyukainya.


Aku berjalan kembali ke arah rumah, tapi pikiranku jadi kosong, dan bahkan ada Rey yang duduk di ruang tamu pun aku tidak sadar.


"Kak...."Panggil Rey, tapi Luna tidak mendengar.


"Kak luna." Rey memanggilnya dengan keras, membuat Luna terkejut.


"Apa Rey?Kau berteriak sangat keras?" Aku terkejut.


"Aku memanggilmu dua kali tapi kau tidak mendengar." Jawab Rey.


"Maaf...Ada apa?Kau lapar?Aku akan masak untukmu." Aku beeerjalam kearah dapur, tapi Rey memanggil lagi.


"KakLuna..."Panggil Rey.


"Apa?" Aku menoleh ke Rey.


"Dimana kak Andrew?" Tanya Rey.


"Siapa?" Aku masih tidak bisa fokus.


"Kak Andrew, di mana dia? Kenapa tidak kembali bersama kakak?" Tanya Rey sekali lagi.


"Oh pria itu, dia pergi." Entah kenapa mengingatnya sekarang membuatku sedih.

__ADS_1


"Apa dia pergi? kenapa dia tidak berpamitan denganku?" Rey protes.


Aku sendiri melihatnya pergi begitu saja seperti itu, kenapa aku merasa sangat sedih.


__ADS_2