PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 39


__ADS_3

Sambil menunggu proses pengajuan perceraianku,aku memutuskan untuk kembali dulu kekota S,dan aku yakin,Ken tidak akan datang lagi kesana,karena dia ada begitu banyak pekerjaan diperusahaanny,ya...Aku tau karena aku mencari tau dulu.


Rumah Fara.


Aku sudah sangat merindukan Jihan,oleh karena itu begitu aku sampai di kota S,aku langsung kembali kerumah Fara.


"Jihan.." Aku langsung masuk dan mencarinya.


"Julia,kau kembali."Bibi May langsung memelukku.


"Bibi,aku sangat merindukan kalian."


"Kami juga,bagaimana?Apa semua sudah selesai?"


"Belum,dia bersikeras tidak mau menceraikanku,dan aku harus mengambil jalur lain."


"Begitu ya,kenapa pria itu sangat sulit ditangani."


"Omong-omong,dimana Jihan?"


"Ah...Andrew datang dan mengajaknya jalan-jalan ditaman."


"Andrew...Kesini?"


"Ya,dia tiap hari kesini,mungkin mereka berada di taman belakang gedung sekarang."


"Baik,aku akan menyusul mereka."


Aku tidak sabar bertemu Jihan juga Andrew,berhubung mereka sedang bersama,aku bisa melihat mereka bersamaan.Aku bergegas pergi ketaman mencari mereka,saat sampai ditaman,aku melihat mereka berdua,aku melihat Jihan yang begitu bahagia bermain bersama Andrew,dia terlihat tidak berhenti tertawa.


"Jihan..."Aku memanggilnya sambil berlari kearah mereka.


"Mama." Begitu melihatku,Jihan langsung berlari kearahku,aku menangkapnya dan langsung menggendongnya,aku tidak berhenti menciuminya,aku melepas rinduku pada gadis kecilku,aku memeluknya erat,aku melihat Andrew melihat kami,dia tersenyum...Dan aku,melihat senyumannya itu membuat semua bebanku menghilang sedikit demi sedikit.

__ADS_1


APARTEMEN FARA.


Setelah melepas rinduku,aku menemani Jihan hingga dia tertidur,Andrew disana menungguku.Pada akhirnya kami bicara diluar,aku tidak mau mengganggu Jihan tidur.


"Bagaimana?"


"Itu tidak berhasil,dia tidak mau menandatangani surat perceraian itu."


"Lalu."


"Aku akan mengajukan nya kepengadilan,karena tidak ada yang lebih penting dari kebebasanku."


Andrew menatapku."Julia,ikutlah denganku,aku ingin mengajakmu kesuatu tempat."


"Kemana?"


"Kau akan tau setelah kita sampai,apa kau bersedia?" Andrew mengulurkan tangannya kearahku,dan aku,bagaimana mungkin aku akan menolaknya.


Rumah Andrew.


Setelah satujam perjalanan,dan aku bertanya-tanya dia akan membawaku kemana,ternyata..


Dia membawaku ke rumah orangtuanya,aku tidak tau apa yang dia pikirkan,kenapa dia membawaku kesini,itu membuatku gugup.


"Julia,ayo..."Andrew membuka pintu mobil,tapi aku begitu gugup dan tidak siap,kenapa dia harus membawaku kerumah orang tuanya.


"Andrew,kenapa kau membawaku kesini?" Aku masih tidak ingin turun.


"Apalagi,tentu saja aku ingin memperkenalkanmu pada orang tuaku."


"Tapi ini terlalu cepat,kau masih seorang pelajar,tidak baik jika tiba-tiba kau membawa seorang perempuan ke rumah orang tuamu."


"Aku tidak masalah,ayolah...Percaya saja padaku,ini adalah kesempatan yang baik,aku tidak ingin menundanya." Andrew masih memaksa,aku bingung harus bagaimana,aku merasa takut,takut jika mereka tidak menyukaiku,terlebih jika mereka tau statusku.

__ADS_1


"Tapi.."


"Kau harus lebih berusaha untuk percaya padaky." Mendengar cara Andrew membujuku,akupun mengikuti apa yang dia inginkan.


Aku masuk bersama Andrew,dia tidak melepas kan genggamannya,dia semakin dan semakin erat menggenggam tanganku,hingga aku merasa sebenarnya dia pun merasa gugup.


Saat didalam,pelayan rumah Andrew menyambutnya,dan memanggil orangtua Andrew.


"Nyonya...Tuan muda pulang."Pelayan memberi kabar Ibunya Andrew yang berada diruang baca bersama ayahnya.


"Andrew pulang?" ibunya nampak senang.


"Dan dia membawa seorang perempuan."


"Perempuan?" Ibunya terkejut.


"Iya nyonya,tuan muda sekarang ada di ruang tamu."


"Baik,aku akan kesana."


"Lihat,kita belum bisa mempertemukan gadis3 kecil kita bertemu dengannya,dia malah sudah membawa seorang perempuan pulang,apa kita terlambat untuk menjodohkannya." Ibunya Andrew tiba-tiba cemas.


"Sudahlah,anak kita ini sudah besar,dia juga punya hak untuk memilih,andai saja dulu kita lebih cepat,kita pasti bisa menyatukan mereka."


"Aih...Sayang sekali.Baiklah,aku akan menemui mereka,sebenarnya aku juga kangen dengan anak kita."


"Tunggu,ayo keluar bersama."


Ruang tamu.


Aku masih merasa gugup,tidak hentinya aku meremas jari jemariku sendiri untuk menutupi kegugupanku,Andrew bisa melihatku yang sangat gugup,dia memegang tanganku dan dia mulai tersenyum padaku,dia mencoba untuk membuatku lebih tenang.Hingga langkah kaki terdengar mendekat kesana,tanpa sadar aku berdoa agar orang tua Andrew menyukaiku,entah kenapa yang ada dipikiranku malah hal itu,mungkin karena aku sangat mengharapkannya.


Saat orang tua Andrew sampai disana,aku langsung berdiri begitu melihat mereka,dan aku terkejut dengan siapa yang aku lihat.

__ADS_1


__ADS_2