
Aku kembali ke ruanganku,aku bisa melihat dari atas kalau Susan sudah pergi dari Cafe ku.Aku sudah cukup lelah menghadapi Ken sekarang malah bertambah Susan,sepertinya 2 orang ini memang tidak bisa membiarkan hidupku ini tenang.
Ponselku berdering,aku bisa melihat itu panggilan dari Andrew.
"Apa kau senggang?Aku sudah selesai dikampus?" Suara Andrew terdengar.
"Ya.."
"Aku akan menjemputmu,bagaimana jika kita makan siang?"
Aku menoleh kearah bawah,terlihat sepi,mungkin aku bisa keluar sebentar."Oke...Aku tunggu."
"Baiklah,aku segera kesana." Andrew menutup telfonnya.
Aku mengambil tasku dan turun menuruni tangga kebawah,aku menunggu Andrew sambil duduk disebelah Fara.
"Apa kau mau keluar?" Tanya Fara.
"Ya...Andrew mengajakku makan siang." Aku melihat kearah Jam,itu sudah 15 menit sejak dia menelfon,seharusnya hanya butuh kurang dari 15 menit untuk sampai ke cafe.
"Ada apa?" Tanya Fara saat melihatku mengamati jam tanganku.
__ADS_1
"Tidak."
Aku masih menunggu,hingga hampir setengah jam,Andrew juga belum sampai,mungkin dia ada hal yang tidak terduga,hingga dia sedikit terlambat menjemputku.
Ponselku berdering lagi,aku pikir itu Andrew.
"Andrew,apa yang membuatmu lama?" Aku mendengarkan,itu bukan Andrew,itu suara orang lain,aku mendengarkan nya,aku tidak tau harus berkata apa,itu membuatku syok,aku menjatuhkan ponselku kelantai.
"Julia,ada apa?" Fara nampak bingung melihat ekspresi wajahku,dia memungut ponselku dan berbicara dengan orang dalam panggilan ponselku.
"Baik,saya mengerti,terimakasih." Fara menutup panggilan itu.Dan aku sendiri masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar.
"Julia..."Fara memegang pundakku,entah kenapa aku secara spontan berlari,aku berlari keluar dari Cafe dan mencari taxi.
Aku mengingat kata dalam panggilan itu."Maaf nona,apa anda kenal dengan saudara atasnama Andrew?Saya menemukan nomer anda di panggilan cepatnya,saudara ini mengalami kecelakaan dijalan X,keadaannya nampak buruk,saya harap jika anda mengenalnya,anda bisa segera datang ke rumah sakit." Aku tidak tau harus bagaimana,rasa tidak percaya menyelimuti pikiranku,baru saja dia mengabari akan menjemputku,lalu bagaimana bisa dia mengalami kecelakaan,rasa khawatir hinggap di dalam diriku,ingin rasanya aku menangis.
RUMAH SAKIT.
Begitu sampai,aku langsung berlari kearah ruang operasi.Ya...Dia berada diruang operasi,mungkin keadaannya benar-benar buruk,aku belum melihat dokter ataupun perawat keluar dari sana.Aku berjalan mondar mandir didepan Ruang operasi,aku menghubungi Miko untuk memberitahukan keadaan Andrew.
"Julia...Bagaimana keadaannya?"Miko pun panik.
__ADS_1
"Dokter belum keluar,ini sudah setengah jam,aku takut hal buruk terjadi padanya." Aku menggigit jariku.
"Tenanglah,kita berdoa saja,semoga dia baik-baik saja." Miko mencoba menenangkanku.
"Aku harap." Aku masih tidak bisa tenang,aku bertanya-tanya kenapa masih belum juga keluar.
Pada akhirnya Dokter keluar dari ruang operasi,bisa terlihat raut lelah diwajah dokter itu,aku dan Miko buru-buru menghampiri Dokter tersebut.
"Dokter bagaimana keadaannya?" Tanyaku.
"Apa anda keluarganya?"
"Ya..."
" Pasien mengalami pendarahan pada kepalanya,itu disebabkan oleh benturan yang keras,kami sudah berusaha menghentikan pendarahannya,kakinya juga ada retakan karena terjepit,tapi itu tidak terlalu fatal,setelah ini kita hanya bisa berharap pasien bisa cepat sadar,kalau tidak kita harus melakukan pemeriksaan ulang pada kepalanya."
"Saya mengerti." Kakiku terasa lemas mendengar perkataan Dokter itu,Miko memegangi ku agar aku tidak terjatuh.
Saat perawat mendorong Andrew keluar dari ruang operasi,aku bisa melihat betapa buruk keadaannya,aku sudah tidak bisa menahan airmataku lagi,aku sudah tidak bisa bersikap tegar melihat keadaannya.
"An..Andrew," Ucapku pelan.
__ADS_1
Miko merangkulku,dia tau aku sudah benar-benar tidak berdaya.Kami mengikuti perawat yang membawa Andrew,dan Miko masih merangkul dan memegangiku.
Andrew masih harus dirawat diruang Icu,aku bisa melihatnya dari kaca besar,melihatnya terbaring tak sadakan diri disana membuat hatiku terasa teriris,aku ingin berada disisinya,menggenggam tangannya dan mengatakan padanya bahwa aku selalu ada disisinya.