
Setelah meninjau tempat resepsi yang disarankan oleh Ken, Julia dan Andrew langsung setuju untuk mengadakan acara resepsi pernikahan disana, selain tempatnya yang berada di pesisir pantai, resort itu juga milik klien Ken hingga Ken memastikan bahwa tidak akan ada masalah sama sekali saat pesta mereka berlangsung.
Hari pernikahan Julia dan Andrew pun mulai dekat, malam itu Julia mengundang Ken makan malam di rumahnya, itu ditujukan untuk keseriusan mengijinkan Ken lebih dekat dengan Jihan.
Bibi Mai yang pernah merasa ikut sakit hati pada Ken pun merespon Ken dengan sedikit dingin, namun ketika melihat Ken yang begitu telaten memperhatikan Jihan membuat bibi Mai akhirnya menerima Ken.
"Semua persiapan di resort sudah selesai, temanku sudah menutup resort itu sejak hari ini," kata Ken di sela makan malam mereka.
Ken duduk bersebelahan dengan Jihan, sedangkan Julia duduk berhadapan dengan Ken.
"Terimakasih karena kau sudah mau repot-repot membantu kami mengurus persiapan pernikahan kami," sahut Julia.
Ken tersenyum kecil, kemudian ia terlihat menatap ke arah gadis kecil di sampingnya itu.
"Aku yang seharusnya berterimakasih karena kalian masih mempercayaiku meski aku sudah melakukan hal buruk," ujar Ken.
Andrew dan Julia pun hanya saling pandang ketika mendengar ucapan Ken, bagaimanapun keputusan mereka memaafkan pria itu sedikit memberi kehangatan pada keluarga itu.
Julia berdiri di ambang pintu melihat ke arah Ken dan Jihan yang tengah asyik bercanda ria di atas tempat tidur. Jihan yang menyadari kedatangan mamanya pun langsung melompat turun menghampiri Julia yang berada di ambang pintu. Ken yang melihat Jihan tiba-tiba melompat pun langsung terkejut, seketika ia menatap ke arah pintu.
"Mama! Ayo masuk!" ajak Jihan penuh semangat, gadis kecil itu menggandeng tangan Julia menuju ke ranjangnya.
Ken yang duduk bersila di atas tempat tidur pun hanya tersenyum melihat Jihan yang sangat antusias menggandeng mamanya ke dalam.
Jihan melompat naik lagi ke atas kasur, dan Julia hanya duduk di sisi ranjang berhadapan dengan Ken.
Ternyata Jihan dan Ken sedang membahas teka teki silang, mereka mencoba saling bertanya dan menebak hingga membuat ayah dan anak itu tertawa sesekali.
"Malam sudah larut, Andrew bilang kau boleh menginap disini!" kata Julia padra Ken.
Jihan sudah tertidur dengan kepala yang bersandar di paha Ken, pria itu terlihat benar-benar menikmati menjadi seorang ayah.
"Terima kasih, kalian begitu baik," balas Ken yang tangan kanannya terus mengusap rambut Jihan.
Julia hanya tersenyum simpul, ia kemudian berdiri hendak beranjak pergi dari sana.
"Setelah kami, carilah ibu juga untuk Jihan," pesan Julia yang membuat mantan suaminya itu begitu terkejut.
__ADS_1
Tentu saja Ken menangapinya hanya dengan senyuman, ia merasa belum ingin memikirkan hal itu, ia hanya ingin memperdalam hubungannya dengan putri yang baru saja ia dapatkan.
Julia kembali ke kamar Andrew, calon suaminya itu tampak masih fokus dengan pekerjaannya, ia pun mendekat dan merangkulkan lengannya ke leher Andrew.
"Masih banyak ya pekerjaan yang harus kau lakukan?" tanya Julia yang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Andrew.
Mengetahui kekasihnya itu begitu memperhatikannya, Andrew pun melepas kacamata bacanya kemudian menaruhnya di meja, ia lantas menarik tangan Julia membuat wanita itu berputar hingga mereka saling berhadapan.
Julia yang dalam keadaan posisi berdiri memegang kedua pundak Andrew. Andrew pun memeluk pinggang wanita di hadapannya itu. Mata mereka saling bertukar pandangan, seulas senyum muncul di bibir mereka.
"Aku tidak sabar untuk segera esok hari," ucap Andrew.
Ya besok adalah hari pernikahan mereka, tapi Andrew masih sempat mengerjakan urusan perusahaan.
"Aku juga," sambung Julia, ia membelai kepala Andrew perlahan.
"Apa kau gugup?" tanya Andrew.
Julia menggelengkan kepalanya, meski gugup tapi ia tidak ingin memperlihatkannya, bagaimanapun pernikahan itu bukanlah yang pertama baginya.
Julia tertawa kecil menanggapi pernyataan calonnya itu, ia tidak menyangka jika Andrew akan mengungkapkan rasa gugupnya.
"Kalau begitu kau harus berlatih agar tidak melakukan kesalahan," bisik Julia pelan, tangan kanannya membelai pipi Andrew.
Andrew tersenyum mendengar perkataan calon istrinya itu, ia meraih tengkuk Julia, mendekatkan wajah kekasihnya itu ke wajahnya membuat Julia yang dalam keadaan posisi berdiri menjadi sedikit membungkuk.
Andrew menyentuhkan bibirnya ke bibir Julia, mulai megecup perlahan hingga menjadi sebuah ciuman, bibir mereka terus saling bertautan membalas ciuman satu sama lain.
***
Hari pernikahan Julia dan Andrew pun tiba, dengan tubuh berbalut gaun sederhana yang tidak terlalu terbuka membuat diri Julia terlihat anggun, Julia berjalan ke singgasana dimana dia dan Andrew akan menjadi raja dan ratu seharian.
Andrew yang memakai setelan jas berwarna abu skinny tampak begitu tampan, ia sudah berdiri di depan altar dengan senyum di bibirnya bersiap menyambut wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya itu.
Ken duduk bersama Jihan, menatap sang mantan yang terlihat tetap begitu anggun seperti tahun dimana ia menikahi gadis itu. Raut bahagia juga terpancar dari bocah yang sudah lama mendamba sebuah keluarga yang utuh.
__ADS_1
Orang tua Andrew, bibi Mai serta beberapa teman Andrew maupun Julia pun ikut menghadiri acara itu, mereka berbahagia untuk pasangan yang akhirnya bisa bersatu.
Andrew meraih tangan istrinya, kini mereka berdiri saling berhadapan, Andrew membuka cadar yang menutup wajah istrinya itu, menatap dalam wajah cantik dihadapannya.
"I love you," kata itu yang keluar dari bibir Andrew.
Akhirnya Andrew mencium bibir sang mempelai wanita, mengabaikan para tamu yang menyaksikan keduanya.
Ken secara spontan menutup mata putrinya dengan tangan kanannya yang terlihat tersenyum malu, Rey yang juga duduk bersama mereka pun ikut memejamkan mata.
Semua tampak bersorak-sorai menyambut pasangan baru itu.
The End: Happy ending forever ever
*
*
*
*
Reader: "Thor! kagak ada ekstra bab Thor?"
Author: "Lah ... mau ekstra bab?"
Reader: "Ca'ilah Thor! pakek nanya!"
Author: "La emang mau ekstranya yang kek gimana?"
Reader: "Coba tanya yang lain Thor, pada mau ga tau ekstra bab!"
Author: "Okelah."
Author:"Halo guys, butuh ekstra bab ga? kalau iya, mau ekstra yang kek gimana? tulis di kolom komentar ya! Thank you 😘😘😘"
__ADS_1