PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 37


__ADS_3

"Lepaskan tanganmu darinya."Ken menatap Andrew dengan tatapan tajam.


"Tidak,apa yang akan kau lakukan?"Andrew mempertahankan ku.


Ken tertawa kecil."Kau ingin tau apa yang bisa aku lakukan untuk menghadapi bocah kecil sepertimu?Aku bisa melakukan apapun."Ken mendekat kearah kami,karena takut aku pun menarik mundur Andrew satu langkah.


"Apapun yang ingin kau lakukan,aku tidak akan pernah melepasnya,dia sudah memilihku,kau tidak berhak atas dirinya lagi,dan kau tau itu kan?Dan aku tidak pernah takut padamu." Andrew melindungiku dibelakangnya.


"Hmmm,bagus sekali...Ingatkan aku jika kau yang memilih ini Julia,aku harap kau tidak menyesal." Ken membalikan badannya,bersiap untuk pergi.


Aku tau kemana arah perkataannya,dan aku tidak akan membiarkan dia melakukan itu."Ken..."


Ken berbalik kearah kami lagi,dengan senyum jahat diwajahnya."Apa kau berubah pikiran?"


"Tidak akan pernah,setelah ini aku akan mengirimkan surat perceraian kita,aku harap kau segera menandatangani itu." Kataku tegas.


Ken terlihat tersenyum masam,dia tidak berkata apa-apa,dan langsung meninggalkan kami.Dan saat itu aku juga merasa lega,tapi semua orang disana memperhatikan kami,aku merasa tidak enak dengan Andrew,dia masih memegang tanganku erat.


"kenapa kau disini?Bukankah aku sudah bilang jangan keluar dulu?" Andrew bicara dengan penuh kecemasan dimatanya.


"Iya..Itu karena aku ada satu hal yang harus aku katakan."


"Apa itu?Lewat telfon kan bisa."


"Tidak bisa...Andrew aku harus ke kota Z lagi."


"Kenapa?"


"Kak Laura sudah mendapatkan pengacara untukku,jadi aku harus segera menyelesaikan urusan ini dengan kembali kesana,aku harap kau mengijinkannya."


"Aku akan menemanimu."


"Tidak,ujianmu belum selesai,kau tidak akan kemana-mana sampai ujianmu selesai." Aku mencegahnya,aku tidak ingin dia gagal.

__ADS_1


"Lalu berapa hari kau harus pergi?"


"Aku belum tau,tapi aku pasti akan secepatnya kembali,setelah semua ini selesai mari lakukan apa yang kau inginkan." Aku menggenggam kedua tangan Andrew.


"Berjanjilah kalau kau akan segera kembali,dan juga jangan lupa untuk selalu menghubungiku." Andrew mengusap pipiku dengan lembut.


"Tentu saja."


Andrew terus menatapku,aku bisa merasakan kelembutan dan kasih sayang nya bercampur kecemasan dan kekhawatiran dimatanya.


KOTA Z


Aku sudah sampai dikota Z,dan aku langsung pergi ketempat Laura,dia sudah menjadwalkan bertemu dengan teman pengacaranya pad3a hari berikutnya.


"Kau pasti lelah,istirahatlah dulu." Laura menyiapkan kamar untukku.


"Baiklah,terimakasih kak." Aku beristirahat dikamar.


"Aku harus kembali kekantor,ada beberapa pekerjaan yang belum aku selesaikan,tapi aku akan kembali secepatnya."


"Baiklah,aku pergi dulu."


Laura kembali kekantornya,aku melihat ke ponselku,ini sudah jam 6 sore,dan aku berfikir Andrew pasti sudah kembali dari kampus,mungkin aku perlu menghubunginya.


"Andrew,sudah kembali dari kampus." Kataku saat panggilanku terhubung.


"Hmm,kau sudah sampai?" Suara Andrew begitu menenangkan.


"Iya,aku berada dirumah kak Laura,sedang apa kau sekarang." Aku merebahkan tubuhku ditempat tidur.


"Hmmm,apa kau sudah merindukanku?" Andrew mulai menggodanya lagi.


"Mana ada,kalau kau merasa aku menelfon mu hanya aku merindukanmu,mungkin lebih baik aku tidak menghubungiku." Entah kenapa saat Andrew mengatakan itu,aku merasa malu.

__ADS_1


"Oke oke,aku tidak akan mengatakan hal seperti itu,jadi bagaimana?"


"Aku baru akan menemui pengacaranya besok siang,aku harap semua berjalan lancar."


"Tentu saja,kau harus yakin dulu dengan apa yang kau inginkan,setelah itu kau pasti akan mencapai hasil yang kau inginkan."


Mendengar perkataan Andrew membuat tersenyum dan membuatku merasa yakin dengan apa yang aku lakukan."Andrew terimakasih." Aku merasa terharu.


"Hei hei,apa yang pernah aku katakan tentang terimakasih,itu tidak berlaku untuk kita." Andrew mulai membahas soal status kami.


"Maaf maaf,aku lupa..."


"Julia.."


"Ya..."


"Berjanjilah padaku."


"Apa itu?"


"Berjanjilah dulu."


"Oke,aku berjanji."


"Jangan pernah kembali bersama pria itu,bahkan jika dia membujukmu dengan segala hal,jangan tinggalkan aku Julia,apa kau bisa menjanjikan itu?"


Aku mulai berfikir kenapa Andrew begitu terdengar takut,seolah dia tau apa yang akan terjadi dan dia mencoba untuk mengingatkanku.


"Julia,apa kau masih disana?Kenapa kau diam?"


"Ya,tidak apa-apa,aku berjanji padamu aku tidak akan pernah kembali pada pria itu meski dia memberikan seluruh dunia untukku."


"Aku merasa lega,Julia...Aku akan menunggumu."

__ADS_1


Andrew menutup telfonnya,tapi entah kenapa aku jadi merasa gelisah lagi,detak jantungku berdetak dengan cepat,aku tiba-tiba merasa takut.


__ADS_2