PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 82


__ADS_3

Julia tampak terdiam, ia hilang ingatan dan tidak mengenal siapapun. Tapi ia juga ingin segera mengingat bagaimana masa lalunya.


"Oke. Tapi kita bicara di tempat umum!" pinta Julia yang mengiyakan permintaan Ken.


Ken pun tersenyum, kemudian mereka pergi ke sebuah cafe terdekat yang berada di sana.


***


Sore itu Andrew pulang lebih awal dari biasanya, ia melihat Rey yang tengah duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi. Andrew pun langsung duduk di sebelah Rey.


"Sendirian! Dimana Julia dan Jihan?" tanya Andrew seraya melonggarkan dasinya.


"Kakak sudah pulang! Jihan sepertinya di kamarnya, kalo kak Luna eh maksudku kak Julia ia di kamarnya," jawab Rey.


"Oh begitu! Ya sudah aku naik dulu," kata Andrew lagi seraya bangkit.


"Oke!" Rey masih fokus dengan acara televisi yang ia tonton.


Andrew berjalan menaiki anak tangga, namun ia pergi ke kamar Jihan terlebih dahulu.


"Belajar ya!" tanya Andrew begitu sampai di kamar Jihan.


Andrew yang melihat Jihan tampak senang karena putri kecilnya itu begitu rajin.


"Papa sudah pulang! Iya belajar ada pekerjaan rumah," jawab Jihan ketika sadar dengan kedatangan Andrew.


"Dimana mama?" tanya Andrew yang tidak melihat Julia disana.


"Mama ada di kamar sebelah," Jihan menunjuk kamar sebelah.


"Owh … baik, papa coba lihat mam dulu," kata Andrew seraya mengusap kepala Jihan.


"Iya," sahut Jihan.


Andrew pun keluar dari kamar Jihan kemudian menuju ke kamar Julia yang berada tepat di samping kamar Jihan. Andrew sedikit terkejut Julia disana karena sebelumnya ia terus sekamar dengan Jihan meski sudah disiapkan kamar untuknya sendiri.


***


Julia berada di kamar mandi, entah sudah berapa lama ia di sana, air terus mengucur membasahi kepala hingga mata kakinya. Terlihat jelas rasa gundah dan takut terpancar dari wajahnya, Julia menyandarkan kepalanya di dinding kamar mandi, merasakan dinginnya air yang mengguyur tubuhnya.


FLASHBACK ON


Julia dan Ken tampak duduk di sebuah cafe. Ken terlihat menikmati kopi yang ia pesan, sedangkan Julia hanya terdiam menatap pria yang ada di depannya.

__ADS_1


"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Julia yang menatap ke arah Ken.


"Kau benar-benar tidak mengingatku?" tanya Ken balik.


"Aku sudah mengatakan kalau aku tidak mengingatmu, kenapa kamu menanyakan hal yang sama setelah aku menjawabnya!" kata Julia tegas.


"Aku hanya ingin memastikan. Kamu tahu apa yang tidak berubah darimu setelah sekian lama?" tanya Ken yang terus saja memberikan pertanyaan pada Julia.


"Aku tidak peduli!" jawab Julia.


"Tidak kepedulianmu itu, entah tentang dirimu sendiri maupun orang lain, kamu tidak pernah peduli dengan hal buruk yang menimpamu, kamu selalu berusaha mengabaikannya, karena aku tahu kamu bukanlah orang yang suka mengungkit masa lalu," ujar Ken.


Julia sedikit terkejut dengan perkataan Ken, meski ia hilang ingatan tapi yang di katakan Ken semuanya benar.


"Siapa kamu? Kenapa kamu tahu semua itu, memang aku tidak mengingat apapun, tapi apa yang kamu katakan semua itu benar," ucap Julia yang makin penasaran.


"Siapa aku? Aku adalah orang yang paling mengerti tentangmu, aku adalah orang yang sudah mengenalmu lebih lama dari siapapun," ucap Ken.


Julia bisa menebak perkataan Ken, ia akhirnya tahu jika pria yang berada di hadapannya adalah mantan suaminya. Akan tetapi meski Ken mengatakan memahami Julia lebih dari siapapun, bagi Julia tidak ada ingatan atau perasaan yang spesial ketika bertemu pria itu seperti ia bertemu Andrew.


"Aku mengerti, tapi Anda tahu apa yang aku rasakan? Aku tidak merasakan apapun ketika pertama kali melihat Anda, mungkin karena kita bukan pasangan yang baik dulu, atau bisa dibilang kita adalah pasangan yang bermasalah. Karena itu mungkin lebih baik kita tidak mengenal satu sama lain untuk yang kedua kalinya," ujar Julia.


Julia pun bangkit dan bersiap pergi, hingga Ken menahannya agar tidak pergi dahulu.


"Apa lagi?" tanya Julia.


"Demi Jihan apa kita tidak bisa kembali bersama lagi?" tanya Ken.


Ken menatap Julia penuh harapan agar Julia mau mempertimbangkannya.


"Sesuatu yang memang sudah berakhir adakalanya tetap harus seperti itu," jawab Julia yang begitu saja melewati Ken.


Ken nampak tertegun mendengar perkataan Julia, namun ia tidak mau menyerah. Ken mengejar Julia lagi.


"Tunggu aku mohon!" kata Ken seraya meraih tangan Julia.


Julia pun berhenti dan menoleh ke arah Ken.


"Kita bisa saja kembali menjadi keluarga yang utuh, Jihan sudah menerimaku. Kalau bukan karena pria itu kita bertiga pasti bisa bersama lagi," kata Ken.


Julia tampak bingung, disatu sisi ia mendengar pernyataan yang berbeda, di sisi lainnya ia mendengar seperti ini. Julia merasa isi kepalanya terasa penuh.


"Maaf! Tapi aku benar-benar belum bisa mengingat, aku harap anda mengerti," kata Julia lagi.

__ADS_1


Ken akhirnya melepaskan genggamannya pada Julia karena ia tidak ingin Julia memulainya buruk.


"Baiklah, tolong pikirkan apa yang aku katakan. Aku hanya ingin keluarga kita kembali utuh," ucap Ken.


Akhirnya Julia meninggalkan Ken disana dan ia segera kembali ke rumah Andrew.


FLASHBACK OFF


Julia memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, ia masih berada di bawah guyuran air yang terus mengalir. Julia merasa tertekan dengan apa yang sedang ia jalani sekarang, ia pun terduduk di di lantai.


Andrew yang baru saja masuk ke kamar Julia tidak menjumpai wanita yang ia cari disana. Tetapi ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi, sehingga membuat andrew memberanikan diri memanggil nama Julia.


"Julia kamu di dalam?" panggil Andrew.


Julia yang mendengar suara Andrew pun bergegas mematikan shower air yang sedari tadi mengguyur tubuhnya.


"Iya! Tunggu sebentar!" teriak Julia dari dalam.


Mendengar suara Julia membuat Andrew merasa tenang, ia pun menunggu Julia sembari duduk di tempat tidur.


Julia keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi serta handuk kecil yang melingkar di lehernya, ia sedikit heran kenapa Andrew mendatanginya.


Andrew yang melihat wajah Julia langsung berdiri dan mendekat ke arah Julia. Ia langsung memegang kedua pipi wanita itu yang terlihat sangat pucat.


"Apa kau sakit?" tanya Andrew yang khawatir.


"Aku tidak apa-apa!" jawab Julia seraya mengalihkan tangan Andrew dari pipinya.


Bermaksud untuk melangkah, Julia malah terjatuh tak sadarkan diri. Andrew yang terkejut pun langsung menangkap tubuh Julia serta menggendongnya ke atas tempat tidur.


*


*


*


*


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL AUTHOR YANG LAIN YA...


'CINTA DIANDRA: ANTARA AKU, KAMU DAN DIA'


__ADS_1


__ADS_2