PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 63


__ADS_3

PASAR


Kami sampai di pasar,pria itu menurunkan Box ikan itu dari bagasinya,aku merasa aneh saat orang orang disana memandang kearah kami,bukan karean diriku,tapi karena pria kota itu,aku akui dia tampan,walau memakai pakaian yang bisa saja seperti itu dia tetap terlihat tampan,bahkan senyumannya itu mungkin bisa melehkan gunus es yang beku."Ya tuhan..Apa yang aku pikirkan."Gumamku dalam hati.


"Bibi,ini ikannya seperti biasa."Ucapku sambil memberikan Box ikan itu.


"Oh Luna,terimakasih,kau datang lebih awal hari ini,pria itu apa dia pacarmu?"Tanya Bibi itu tiba tiba.


"Ahhh,bukan...Dia hanya membantu ku,kami tidak ada hubungan apapun."Aku merasa aneh,lalu aku menoleh kearah pria itu yang sedang berdiri di samping mobilnya.


"Tapi kalaupun iya bukankah bagus,kau cantik dia tampan,dan juga dia nampaknya kaya."Ucap Bibi itu berbisik.


"Bibi,jangan bicara sembarang,sudahlah aku pamit dulu ya."Ucapku pada bibi penjual ikab dipasar.


"Ya ya...Hati hati."Ucap Bibi itu.


Aku berjalan kembali ke mobil,banyak orang yang memperhatikan,nampaknya memang mobil itu sangat mencolok jika dibawa kepasar.


"Lain kali bawa sepeda saja."Ucapku ketus,sambil masyk kedalam mobil.


Aku memperhatikan pria itu,kenapa dia suka sekali tersenyum,sampai membuatku sangat heran,ada apa dengan pria ini,atau mungkin karena memang dia orangnya seperti itu.Dia mulai menjalankan mobilny,tapi ini bukan arah pulang,kemana dia mau membawaku.


"Hei,ini bukan jalan pulang,mau kemana kau membawaku."Tanyaku.


"Jangan panggil aku 'Hei',namaku Andrew."Ucap Andrew.


"Bodo amat sama nama kamu,aku juga ga tanya,kita mau kemana?"Tanyaku sekali lagi.


"Aku harus menghadiri rapat,aku tanggung jawab ditempatmu,tapi aku juga punya tanggung jawab lain,karena sudah keluar ya sekalian saja."Jawab Andrew.


"Gila kamu ya,antar pulang aku dulu."Pintaku memaksa.


"Makan waktu,udah ikut saja,ga lama juga,paling setengah jam."Ucap Andrew santai.


Hah,benar benar,apa orang kota memang suka memaksa seperti ini,hmmm heran banget,tapi jika aku maksa turun juga susah dapat tumpangan dari sini,ya sudahlah ikut saja,pikirku.


TOKO PAKAIAN.


Nah,katanya mau rapat,kenapa mengajakku ke toko.

__ADS_1


"Eh,kamu mau bohong ya,kamu bilang mau rapat,kenapa mengajakku ke toko pakaian,bahkan ini toko pasti sangat mahal."Aku heran.


"Rapatnya di hotel,memang kalo kita berpakaian seperti ini bakal diperbolehkan masuk?"Kata Andrew.


"Hmmm."Aku baru ingat,pakaian kami benar beear biasa bahkan terlihat buruk.


"Sudah ayo masuk."Andrew berjalan masuk kedalam toko,aku pun mengikutinya dibelakang.


"Selamat datang."Sapa pelayan disana.


"Tolong carikan gaun yang pas untuknya."Andrew menunjuk kearah Luna.


"Hei,aku tidak perlu,bukan kah kau yang mau rapat,kenapa aku harus ganti baju juga,lagian aku bisa menunggu di mobil."Ucapku kesal saat dia mencoba mengaturku.


"Tolong carikan saja."Perintah Andrew.


"Mari nona,biar saya carikan satu gaun untuk anda."


Dia ini kenapa benar benar seenaknya,aku juga kenapa merasa sangat sulit untuk menolaknya,dia seperti sebuah magnet yang siap untuk menarik benda yang berada disekitarnya.


Itu sudah 15 menit berlalu,aku sudah mendapatkan gaun untukku.gaun ini nampak cantik,dan ini terlihat sangat mahal,apa dia ini sedang menyogokku agar aku mau melepaskannya,kalaupun benar maka akan kulempar pemberiannya ini padanya lagi,aku keluar dari ruang ganti,dan aku melihatnya yang sudah berdiri dan bersiap,dia menggunakan stelan jas itu terlihat begitu lebih tampan,seperti ada Aura tersendiri yang memancar dari dirinya,dan aku baru menyadarinya hari ini,ya Tuhan kenapa aku selalu memujinya.


"Dasar narsis."Ucapku sambil memalingkan wajahku.


Andrew berjalan mendekat kearah ku,aku tidak tau kenapa jantungku tiba tiba saja berdetak begitu keras.


"Kau selalu cantik jika memakai gaun."Andrew berbisik ke telinga Luna,lalu dia kembali berbalik dan keluar dari toko.


Wajahku seketika merah,entah kenapa aku merasa malu dan aneh pada diriku."Selalu??Apa maksutnya,ini adalah gaun pertama yang aku pakai."


HOTEL.


Saat itu aku benar benar diajak kesebuah hotel yang mewah,dia pergi keruang untuk meeting,sedangkan kan aku hanya disuruh duduk di restoran yang ada disana,itu sangat membosankan,tidak ada buku yang bisa aku baca,aku hanya sesekali memainkan gelas dan sendok yang ada dimeja,dia bahkan memesankan ku makanan,dan kebetulan sekali itu makanan favoritku Udang.


"Kau sudah selesai makan?"Andrew tiba tiba muncul,dia nampak melonggarkan dasinya.


"Sudah."Ucapku.


"Ayo pergi,ada sesuatu yang harus aku ambil."Kata Andrew.

__ADS_1


"Apalagi?"Keluhku.


"Ikut saja."Kata Andrew.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN,RUMAH LUNA.


Dia bilang ambil sesuatu kenapa malah banyak sekali membawa baranga kesini,Woi dikira ini gudang,aku merasa sangat kesal.


"Paman,ini untukmu."Andrew memberikan pakaian pada Ayah Luna.


"Kenapa kau repot repot?"Ayah luna nampak sungkan.


"Tidak masalah."Ucap Andrew sopan.


"Kak Andrew,Rey dapat apa?"Tanya Rey bersemangat,dia terlihat duduk di atas kursi.


"Oh..Untukmu pasti spesial."Andrew mengeluarkan sepasang tongkat untuk Rey.


"Itu untukku?"Tanya Rey.


"Tentu,dengan ini kau tidak akan repot untuk berjalan sampai kakimu sembuh."Andrew memberikan tongkat itu pada Rey.


"Kakak,sejak kapan kau memanggilnya kakak?"Aku terkejut saat Rey memanggilnya kakak.


"Sejak semalam,benar kan kakak Andrew?"Rey meminta pembelaan dari Andrew.


"Tentu saja."Andrew mengiyakan kata Rey.


Aku nampak kesal jika dia tersenyum seperti itu,membuatku merasa aneh.


"Omong omong kakLuna,Gaunmu sangat cantik,apa kak Andrew yang membelikannya?"Tanya Rey.


"Tentu saja,siapa lagi,dia cantikkan kalo memakai gaun."Bisik Andrew ketelinga Rey.


"Iya,biasanya dia nampak seperti pria,hanya memakai kaos dan celana saja,hahahah."Rey tertawa.


Aku tidak tau apa yang mereka bisikan,tapi yang jelas sepertinya itu membahas tentangku,aku heran bagaimana dia bisa mengambil hati Rey dan meyakinkannya untuk memanggilnya kakak,steve saja tidak pernah dia panggil kakak.Aku berjalan melewati mereka berdua dan menuju kamarku.


Andrew memperhatikan tingkah Luna,dia hanya berfikir mungkin dia seharusnya mengejarnya sekali lagi,tapi saat itu dia benar benar gadis yang lembut,dan bahkan mudah tersipu,Andrew bahkan tidak yakin apa dia benar benar Julia,atau hanya seseorang yang kebetulan sangat mirip dengannya,dan itu akan menjadi pr untuknya.

__ADS_1


__ADS_2