PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 56


__ADS_3

RUANGAN ANDREW.


Andrew nampak mengecek beberapa berkas,hingga Miko masuk kesana,ya...Miko juga bekerja di perusahaan Andrew,dia menjabat manager pemasaran disana.


"Andrew,berkas ini perlu kau tanda tangani."Miko menyodorkan berkas ke meja Andrew.


"Oke..Biar aku cek dulu."


Ponsel Andrew terlihat bergetar,ada satu panggilan masuk disana.


"Halo..Hmmm,kau belum dapat info lagi?Oke..Aku mengerti." Andrew menutup panggilannya.


Miko nampak memperhatikan Andrew,dia tau siapa yang menghubunginya.


"Kau masih membayar orang orang itu?"Tanya Miko.


"Ya.."Jawab Andrew yang masih fokus mengecek beberapa dokumen dihadapannya.


"Ini sudah 5 tahun,bagaimana kau bisa yakin dia masih hidup?"Tanya Miko lagi.


Andrew terlihat berhenti melakukan apa yang sedang dia lakukan."Kalau kau mencintai seseorang,dan mereka bilang dia sudah mati,tapi kau tidak melihat tubuhnya,bagaimana bisa kau menganggapnya mati?"


"Aku..."Miko tidak bisa berkata apa apa,dia tau betul apa yang dilakukan Andrew 5 tahun ini,dia menyewa orang untuk mengecek kedaerah daerah yang berkemungkinan ditemukan tubuh Julia,dia hanya ingin melihat tubuh itu jika dia benar benar sudah tiada,tapi yang lebih dia inginkan adalah kenyataan kalau Julia masih hidup,dan dia ingin melihat senyuman itu lagi.


"Baiklah..Aku mengerti."Miko akhirnya diam.


Sekretaris Andrew masuk kedalam,namanya Monica,sejak pertama bekerja disana,Monica nampak menyukai Andrew,ya lagi pula siapa yang tidak mau menikah dengan direktur muda yang tampan.


"Pak,ini daftar kegiatan anda,Pukul 10 anda akan ada rapat di Hotel X,lalu pukul 2 anda akan ada rapat untuk membahas proyek baru."Monica memberikan daftar itu pada Andrew.


"Untuk rapat proyek baru,undur sampai jam 3."Perintah Andrew tanpa menoleh pada Monica.


"Baik,saya permisi."Monica pergi meninggalkan ruangan Andrew.


"Kau selalu mengantar jemputnya sendiri,kenapa tidak mencari sopir untuknya."Tanya Miko.


"Tidak,apapun kebutuhan Jihan,harus aku yang melakukannya."Andrew fokus menandatangi berkas yang dibawa Miko.


"Tunggu,ini berkas apa?"Kata Andrew sambil memperlihatkannya pada Miko.


"Oh..ini,ini pengajuan proyek baru kita."Miko menjelaskan.


"Iya aku tau,tapi pulau kecil ini?Apa seluruh direksi tau."


"Ya..Mereka tau,Pulau itu memang kecil,tapi porspek disana sangat bagus,pemandangan dan daya tarik wisata disana sangat besar,banyak investor yang menanamkan saham untuk pulau itu."Miko menjelaskan lagi.

__ADS_1


"Begitu ya...Aku akan mengatur jadwal kesana untuk meninjau tempat itu."Andrew selesai menandatangani.


"Oke...Aku pergi dulu."Miko juga meninggalkan ruangan Andrew.


Andrew terlihat berfikir,mungkin dia lelah,dia sudah mencari Julia 5 tahun ini,tapi tidak juga menemukannya.


"Sebenarnya dimana kau Julia?Bahkan tulang belulangmu saja aku tidak bisa menemukannya,tapi entah kenapa aku merasa kau masih begitu dekat denganku,aku masih bisa merasakan nafasmu itu,dan senyuman itu masih selalu menemani tidurku."Andrew memejamkan matanya,tangan kananya dia ulurkan ke udara,seakan siap menangkapnya.


DILUAR RUANGAN ANDREW.


Monica nampak sedang berbincang dengan salah satu karyawan disana.


"Hei,kau selalu berpenampilan seksi seperti itu,apa menurutmu direktur akan tertarik padamu?"Tanya karywan satu.


"Hummm..Tentu saja,pria mana yang tidak terpesona denganku."Kata Monica sombong.


"Wahh..Kau pasti akan sangat bahagia jika kau bisa mendapatkan cinta direktur." Puji Karyawan itu.


"Tentu saja,cepat atau lambat,aku pasti akan mendapatkannya."Monica percaya diri.


"Kau tidak akan memdapatkannya,aku bisa jamin itu."Jihan nampak disana mendengarkan percakapan 2 wanita itu.


Monica dan temannya menoleh kearah Jihan,Monica terlihat memandang rendah Jihan dan memberikan tatapan tidak suka ada Jihan.


"Hei gadis kecil,kau tidak mengerti,lagi pula kau ini siapa?Datang datang langsung menguping pembicaraan orang,dan lagipula apa yang di lakukan bocah seusiamu disini."Kata Monica ketus.


"Mau kemana kamu bocah kecil?Sombong sekali."


"Minggir...kalau ga mau dipecat."Kata Jihan jengkel.


"Kau tidak boleh berkeliaran sembarangan disini."Monica tetap menghadang.


"Minggir.."Bentak Jihan.


"Security,bawa bocah ini keluar." Monica memanggil security,disaat security datang secara bersamaan Andrew keluar dari ruangannya karena suara bising dari luar mengganggu nya bekerja.


"Apa kalian tidak bisa tenang?Kalian berisik sekali seperti pasar."Bentak Andrew.


Semua yang disana terdiam.


"Maaf..Tapi bocah kecil ini menerobos masuk keperusahaan."Monica membela diri.


"Bocah kecil?"Andrew menengok kearah belakang Monica.


"Hai..Papa."Sapa Jihan.

__ADS_1


"Papa??"Monica berbisik lirih,Monica tidak tau Jihan anak Andrew.


"Jihan..Kenapa kau disini?Bukankah kau seharusnya disekolah?" Andrew bingung.


"Iya...Itu Jihan jelaskan nantu,tapi sebelumnya pecat dia."Kata Jihan sambil menunjuk kearah Monica.


Monica langsung terlihat pucat pasif,dia sudah berkata seperti itu,dan meremehkan bocah itu.


"Kenapa papa harus memecatnya?"Andrew butuh penjelasan.


"Karena dia disini ingin merayu papa,liat pakaiannya sangat minim tidak sopan,lalu bilang papa akan jatuh cinta padanya kalau dia berpakaian seksi,humm...Menjijikan."Kata Jihan sambil memandang rendah monica.


"Benarkah?" Andrew.


"Iya..Dia bahkan mengataiku kalau aku menerobos disini."Imbuh Jihan.


"Owh..begitu ya...Baiklah,sesuai permintaanmu tuan putri,Monica ambil gajimu di Hrd,dan jangan kembali lagi."Andrew langsung berbicara tegas pada monica.


"Ta..Tapi..."Monica sangat terkejut.


"Jihan,ayo masuk."Andrew masuk keruangannya.


"Baik papa." Jihan tersenyum.


Jihan menoleh kearah Monica lalu dia bicara pelan kearahnya."Aku sudah bilang,aku malaikat pencabut nyawamu,kau dipecat."Jihan tersenyum mengejek pada Monica.


Monica tidak menyangka akan dipecat secepat itu,dia baru bekerja disana selama 3 bulan,dan dia sekarang di pecat."Kalau aku tau dia putrinya,aku akan bersikap lebih sopan,Huwaaaa..."Monica menangis.


DIDALAM RUANGAN ANDREW.


Andrew nampak mengambilkan minum untuk Jihan,dan Jihan duduk manis di sofa.


"Jadi yang mulia putri,kenapa kau tidak sekolah?"Tanya Andrew sambil memberikan minum pada Jihan.


"Hari ini sekolah dipulangkan cepat,para guru ada rapat."Jihan meminum minumnya.


"Lalu kenapa tidak menelfon papa?Aku bisa menjemputmu,dan juga bagaimana kau bisa sampai disini?" Andrew duduk disebelah Jihan.


"Aku tau papa sibuk,jadi aku tidak mau mengganggumu,aku kesini naik taxi."


"Lalu kenapa tidak pulang?"


"Aku bosan dirumah,bolehkah aku disini sampai papa selesai bekerja?Boleh ya..."Ucap Jihan dengan mengeluarkan ekspresi manjanya.


Andrew tersenyum melihat ekpresi gadis kecil itu."Baiklah..tapi jangan nakal."Andrew mengusap rambut Jihan.

__ADS_1


"Tentu."Jihan tersenyum puas.


__ADS_2