PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 61


__ADS_3

KOTA DIPULAU KECIL.


Sesuai janjinya,Steve mengajak ku pergi kekota,kami berangkat begitu pagi agar bisa sampai disana lebih awal, dan juga bisa bermain lebih lama.


"Wow...Jadi seperti ini kota ya?"Kataku kagum,aku nampak melihat kearah luar jendela,karena ini adalah pertama kalinya aku pergi kekota selama 5 tahun tinggal disini.


"Iya,apa kau senang bisa kesini?"Tanya Steve.


"Apa kau bercanda?Tentu saja aku senang."Kataku yang masih mengamati luar.


Steve terlihat tersenyum,mungkin dia merasa lucu dengan sikapku,ya mau bagaimana lagi memang aku sangat menyukai ini.


Kami sudah sampai dikota,Steve mengajakku pergi melihat pasar disana,aku kagum banyak barang dijual disana,aku melihat penjual accesoris,banyak gelang kalung juga aneka barang lain disana,Steve hanya mengikuti kemanapun aku berjalan.


"Bukankah ini bagus."Ucapku yang sedang melihat sebuah gelang yang cantik.


"Kalau begitu beli saja."Kata Steve yang meraih tanganku dan memakaikan gelang itu ketanganku.Itu membuatku tertegun.


"Tapi..."Kataku bingung.


"Aku yang bayar."Kata Steve tersenyum sembari mengluarkan dompetnya,dan membayar gelang itu.


"Stev,kau tidak perlu membelikannya untukku."Ucapku yang merasa tidak enak.


"Pakailah, jika tidak aku akan marah."Katanya lagi.


Aku tidak jadi melepas gelang itu,aku akhirnya menerimanya."Terimakasih."Kataku.


"Iya..Ayo cari makan."Steve mengajakku pergi dari sana.


"Baiklah."


Kami pergi dari pasar,dan mencari tempat makan di dekat situ,kami makan di pinggiran jalan,ya karena itulah kemampuan kami,tidak seperti orang kaya yang makan direstoran mahal,tapi bagiku makanan di pinggiran jalan juga enak,sepertinya ga kalah dengan yang di restoran besar.


Dalam waktu bersamaan,Andrew juga pergi kekota itu untuk melihat lokasi proyek perusahaan mereka,entah takdir yang belum ingin mempertemukan mereka,saat Luna sedang makan,mobil Andrew nampak melintas disana.


"Halo sayang,ya...papa sudah sampai,jangan nakal ikut kata paman Laurent.Oke...Papa juga akan merindukanmu."Andrew menutup telfonnya,dia melihat sekilas kearah keluar jendela,tapi dia belum menyadari.


"Siapa?Jihan?"Tanya Miko.


"Ya..Aku suruh dia ketempat Laurent,agar ada yang mengantar jemputnya,selama aku pergi."Kata Andrew.


"Kita akan kehotel dulu,apa mau langsung menengok lokasinya?"Tanya Andrew.

__ADS_1


"Langsung saja,lebih cepat lebih baik,agar aku tidak terlalu lama disini."


"Baiklah."Miko menyuruh sopir mereka untuk menuju kedaerah pesisir pantai.


SORE HARI.


Kami sudah dalam perjalanan pulang setelah Steve memuat barang milik tempatnya bekerja,tapi sebelum mengantar barang barang itu dia mengantarkan ku pulang.


"Makasih untuk hari ini."Ucapku.


"Kenapa harus sungkan,jika ada waktu lagi aku akan mengajakmu lagi bagaiman?"Ucap steve.


"Oke."Aku pun turun dari mobilnya.


Mobil Steve mulai berlalu pergi,aku berjalan kearah rumahku,hingga aku melihat sebuah mobil disana,aku tidak tau kenapa ada mobil mewah disana.


"Kak luna,kau sudah kembali?Cepatlah kerumah."Kata Katie yang berlari kearahku,Katie adalah teman Reynand.


"Katie,adaapa?Kenapa ada mobil disana."Tanyaku heran.


"Itu...Rey..Dia tertabrak mobil itu,sekarang dirumah."Ucap Katie yang terbata.


"Apa??"Aku benar benar terkejut,aku pun berlari sekencang-kencangnya menuju rumah,tanpa menoleh tanpa melihat orang yang ada disana,aku langsung menerobos masuk kedalam.


"Rey...Ayah apa yang terjadi?"Kataku panik,aku sudah duduk di sebelah Rey yang berada ditempat tidurnya,aku melihat kakinya di balut perban.


"Kakak,aku tidak apa apa,ini hanya kecelakaan kecil saja."Kata Rey.


"Bagaimana bisa bilang tidak apa apa,lihat kakimu,kau pasti akan susah berjalan,sipa yang menabrakmu,katakan padaku biar aku yang memberinya pelajaran."Ucapku marah.


"Luna...Ssttt."Kata ayah memberiku kode.


"Apa?"Ucapku lagi yang masih marah.


"Mereka yang tidak sengaja menabrak Rey berada diluar,tapi mereka juga tanggung jawab,mereka membawa Rey keklinik dan membayar biaya pengobatannya."Ucap ayahku lirih.


"Kenapa ayah harus bicara dengan pelan,mereka salah jadi sudah seharusbya jika mereka bertanggung jawab."Aku kesal,bagaimanapun Rey adalah adikku,dan jika sesuatu terjadi padanya maka aku benar benar akan membuat perhitungan kepada orang orang dari kota itu.


Andrew dan Miko tiba tiba masuk kedalam,membuat Luna dan ayahnya terkejut,Andrew tak henti menatap Luna,membuat Luna merasa tidak nyaman.


"Andrew,apa dia Julia?Dia sangat mirip dengannya."Bisik Miko pada Andrew.


"Aku akan menyelidikinya."Andrew berbalik berbisik.

__ADS_1


"Pria itu kenapa menatapku seperti,dia bukan pria mata keranjang kan??"Gumamku dalam hati sambil mendekap Rey.


"Tuan,ini adalah putriku Luna,maaf jika anda mendengar dia marah marah."Kata ayahku yang begitu sopan,mendengar ayah bicara begitu kepada orang asing itu membuatku semakin marah.


"Tidak masalah,karena ini juga salahku,aku akan memberi kompensasi untuk kalian."Ucap Andrew,tatapannya masih saja tertuju pada Luna.


Aku kesal dengan orang kota ini,aku pun berdiri dan berjalan serta berdiri tepat didepan pria itu." Hei tuan,memangnya kau pikir uang itu bisa menyelesaikan segalanya,maaf kami memang miskin,tapi kami tidak mata duitan."Ucapku ketus sambil menatap wajah pria itu,tapi entah kenapa diwajahnya ada sedikit senyuman,yang membuatku merasa pernah melihatnya.


"Jadi nona,apa yang kau inginkan?Aku akan menurutinya sebagai tanda maaf dariku."Andrew seperti menahan tangannya sendiri,dia seperti ingin sekali memegang wajah itu lalu memeluknya erat.


"Apapun itu?"Tanyaku lagi.


"Ya..Apapun."Andrew meyakinkan.


"Oke...Aku ingin kau menggantikan pekerjaan Rey,kau juga harus tinggal disini,membantu ayah ku juga,bagaimana?"Ucapku yakin.


Ayah menarik tanganku."Luna jangan seperti itu,bagaimana bisa tuan ini tinggal digubuk kita."Kata ayah sambil berbisik.


"Tidak apa apa,aku akan menerimanya."Jawab Andrew.


"Secepat itu kau menyetujuinya?"Luna terkejut.


"Ya..Bukankah kau yang bilang aku harus melakukannya,sesuai ucapanku aku akan melakukannya."Andrew masih menatap Luna.


"Andrew,kau yakin?Bagimana dengan proyeknya?"Miko berbisik pada Andrew.


"Tolong bantu aku."Andrew menoleh kearah Miko.


"Baik,aku mengerti."Miko mengangguk.


KAMAR REYNAND.


Aku membawakan selimut untuk pria itu entah siapa namanya,aku pun tidak ingin tau.


"Kau tidur dibawah."Kataku sambil menyerahkan selimut padanya.


"Terimakasih."Andrew menerimanya.


"Rey,tidur yang nyenyak ya,jika dia macam macam teriak saja."Kataku berbisik pada Rey.


"Siap kakak."Rey memberi isyarat.


Aku berjalan melewati ppria itu,tapi entah kenapa dia masih terus memandangiku.

__ADS_1


__ADS_2