PACAR BRONISKU

PACAR BRONISKU
Bab 38


__ADS_3

HARI BERIKUTNYA


Aku sudah membuat janji dengan teman Laura,Laura tidak bisa langsung ikut membantu urusanku,karena jalurnya berbeda.Kami bertemu disebuah cafe.


"Halo...Nona Julia,perkenalkan saya Deon,saya pengacara yang akan mengurus perceraian anda." Deon,pengacara khusus yang menangani masalah rumah tangga,termasuk perceraian.


"Hai,saya Julia,terimakasih sudah menyempatkan datang."


"Jangan sungkan,Laura sudah bercerita banyak tentang anda,saya harap bisa banyak membantu anda."


"Benarkah,saya harap anda bisa membantu saya menyelesaikan masalah saya."


"Tentu saja,saya sudah membuat surat pengajuan cerai untuk anda,anda bisa mengeceknya terlebih dulu." Deon menyodorkan berkas kearahku,aku mengambilnya dan mulai mengecek berkas itu.


Disana aku melihat beberapa tuntutan,dan masalah hak asuh anak ada disana.


"Untuk poin ini,bisakah tidak dimasukan,dia tidak tau aku punya anak darinya,dan juga aku tidak ingin anakku terlibat dalam masalah ini."


"Itu akan sulit untuk anda,jikalau suami anda menolak surat cerai ini,dan dia menyelidiki semua hal tentang anda untuk menyerang anda,maka itu akan buruk untuk anda."


Aku mulai berfikir,ini memang sulit jika tanpa harus melibatkan Jihan,tapi aku benar-benar tidak mau Ken tau aku memiliki anak darinya.


"Begini saja,aku akan bicara baik-baik pada suami anda agar dia mau menandatangni surat perceraiannya dengan anda,jika dia menolak maka kita terpaksa harus melibatkan putri anda untuk menekannya."


"Baiklah,aku menaruh harapan besar pada anda,aku serahkan semuanya pada anda."


"Tentu saja,aku akan segera memberi kabar baik kepada anda." Deon membereskan berkasnya.


"Aku tunggu kabar baik dari anda." Aku sedikit lega.

__ADS_1


Deon pergi,dan aku masih disana,aku memegangi telfonku,aku rindu gadis kecilku.


"Mama..."Suara kecil itu,terdengar lembut.


"Sayang,bagaimana kabarmu?" Aku ingin sekali menangis ketika mendengar suara kecilnya.


"Jihan baik,apa mama baik?Kapan mama pulang?Jihan kangen mama."


Oh tuhan,aku sekarang benar-benar ingin menangis."Mama akan segera pulang,mama janji." Aku berusaha menahan agar tidak menangis.


"Baiklah...Saat mama pulang,mama harus mengajaku jalan-jalan."


"Tentu...Apapun yang Jihan ingin,mama pasti akan menurutinya."


"Baiklah,mama sudah janji,Jihan harus tidur siang,kalau tidak nanti nenek marah."


"Bye,mama."


"Bye,Jihan."


Aku menutup panggilanku,tapi mendengar suara kecilnya itu sudah cukup meringankan kerinduan dihatiku.


HARI BERIKUTNYA.


Deon,pengacara yang ditunjuk Julia pergi kerumah Ken.Dia ingin meminta persetujuan pengajuan surat cerai dari Ken.


"Silahkan duduk dulu,saya akan panggilkan tuan saya." Salah seorang pelayan mempersilahkan Deon.


"Terimakasih."Deon menunggu diruang tamu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit,Ken sudah datang untuk menemui Deon,dia langsung duduk disana.


"Perkenalkan,saya Deon,saya pengacara Nona Julia."


"Jadi begitu,kenapa anda datang kesini?"


"Nona Julia sudah menyerahkan urusan nya kepada saya,dia harap anda mau menandatangani surat perceraian ini,dan Nona Julia tidak menuntut atau meminta apapun kepada anda." Deon menyodorkan surat cerai kepada Ken.


Ken terlihat mengosok-gosok keningnya,dan dia tersenyum."Hmmm,ini benar-benar gayanya,baik,lembut dan juga tidak pernah serakah,katakan padanya aku tidak akan pernah menandatangani surat ini." Ken menyodorkan kembali surat itu.


"Anda tau,jika anda menolak jalur damai,nona Julia bisa saja mengambil jalur hukum untuk menyelesaikan ini,dan itu tentunya akan merugikan anda."


"Tidak,aku tidak akan rugi,dia boleh membuktinkannya,dan aku pastikan aku akan menang."Ken berdiri.


"Anda terlihat yakin?"


"Tentu saja,jika tidak ada urusan lain lagi,anda bisa pergi,karena saya juga harus kekantor." Ken pergi meninggalakan Deon di ruang tamunya.


Deon membereskan berkasnya dan segera keluar dari rumah itu.Dia terlihat mengeluarkan ponselnya,dan menghubungi Julia.


"Nona Julia,dia tidak mau menandatangani surat cerai nya,kita harus mengajukan gugatan kepengadilan,dan itu berarti kita butuh anak anda sebagai senjata,juga kita butuh bukti dan saksi lain."


"Baiklah,kalau memang seperti itu,saya berterimakasih anda sudah mau membantu saya."


"Tidak masalah,saya akan memberi kabar kepada anda setelah semua selesai diurus."


"Baiklah."


Deon menutup panggilannya.Sekarang Julia sudah tidak punya jalan lain lagi selain melibatkan Jihan.

__ADS_1


__ADS_2