Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Kembalinya Tuan Muda Elgara


__ADS_3

Semua terheran-heran dengan Arjuna, yang kini ia memakai pakaian formal. Ia tidak seperti Arjuna, yang biasanya mereka kenal.


Arjuna yang selalu memakai kaos yang sudah bolong ketiaknya, dan juga celana jeans yang sudah memudar warnanya, atau celana training hitam yang selalu menjadi andalannya itu.


Kini, ia bukan lagi Arjuna yang selalu memakai jaket berwarna kuning hitam khas driver ojek online PT Yo-Jek. Tapi kini, Arjuna memakai jas seperti atasan mereka.


Mereka masih terheran-heran, dengan apa yang terjadi.


"Arjuna!." Panggil salah satu pegawai di sana, yang kenal dengan Arjuna.


Marsel melototinnya, dengan tatapan yang begitu tajam. Ia tak suka, jika bos mudanya tersebut dipanggil dengan nama.


"Hei, kau! Berani sekali kau memanggil Bos muda Elgara dengan nama panggilannya! Kau ini memang mencari gara-gara ya!." Pekik Marsel, yang tak senang.


Nah kan, mereka semakin terheran-heran dengan siapa sesosok Elgara tersebut. Dan ternyata, mereka baru tahu jika Elgara yang tuan Marsel maksud adalah Arjuna.


Mereka pun berkumpul, melihat dengan mata kepalanya sendiri. Jika teman satu pangkalan, atau satu naungan di mana mereka mencari uang, ternyata adalah atasannya sendiri.


"Jadi, Arjuna itu adalah Tuan Elgara?,"


"Itu tidak mungkin, yang benar saja. Aku bahkan tidak sempat mengetahuinya!"


"Aku rasa, tuan Marsel sedang mengigau"


"Aku tidak percaya, karena yang aku tahu. Arjuna hanyalah driver ojek online biasa. Mana mungkin, dia mendadak menjadi tuan Elgara"


"Yang aku tahu, tuan Elgara tidak pernah mau menunjukkan batang hidungnya,"


"Iya, bisa saja kan. Tuan Elgara itu, memang benar-benar Arjuna. Tidak ada yang tahu."


Ucapan mereka jelas terdengar ditelinga Arjuna. Mereka berbisik-bisik, membicarakan Arjuna yang merupakan sesosok dari tuan muda Elgara, yang menjadi panutannya itu.

__ADS_1


Arjuna semakin yakin, jika ia bisa mengambil kesempatan emas ini untuk memanfaatkan ayahnya nanti.


"Bos muda, maafkan tentang mereka bos muda. Mereka belum tahu bos muda yang sebenarnya. Aku akan segera mengatakan pada mereka yang sebenarnya."


Marsel pun mendekati para pegawai di sana, yang tengah berkerumun melihat Arjuna. Namun Arjuna menghalanginya, dengan menarik tangan Marsel untuk tidak datang ke kerumunan tersebut.


"Biarkan saja, nanti juga mereka kan tahu sendiri. Ayo, Marsel. Kita pergi ke ruanganku, aku ingin melihatnya sebentar. Sudah lama aku merindukan ruangan itu." Titah Arjuna, yang dibalas anggukan oleh Marcel.'l


"Baik bos muda, silakan Ikuti aku. Aku akan mengantarkan bos muda ke ruangan Direktur Utama, di mana ruangan tersebut merupakan ruangan milik anda."


Marcel meminta pertolongan Security untuk memberikannya jalan. "Ini adalah tuam muda Elgara, yang biasa kalian panggil dengan nama Arjuna atau Juna."


Arjuna Rakesagara, atau dalam nama lain adalah Elgara. Karena ayahnya dulu, pernah membuatkannya luka yang abadi ditangan kirinya. Mengunakan puntung rokok, dengan api yang masih menyala.


Sehingga, luka itu tidak Arjuna sembuhkan. Karena ia ingin, mengabadikan luka itu sebagai luka yang abadi dirinya. Luka yang berinisialkan L besar, yang ayahnya tulis sebagai loser, atau pecundang.


Namun, Arjuna memberikannya nama lain. EL untuk nama Elgara, dengan awalan E bukan L.


"Security, tolong singkirkan nyawa-nyawa tak ber-uang ini. Tuan muda Elgara akan segera masuk ke perusahaan. Sebaiknya kalian bersiap-siap, karena besok akan dilakukan penyambutan Direktur Utama, tuan muda Elgara dan tuan besar Gunawan Sudrajat." Ucap Marsel, dengan ada yang sedikit tinggi.


Arjuna diperlakukan tak senonoh, oleh para pegawainya sendiri. Ia bahkan pernah dibully, karena bajunya yang penuh dengan tambalan dan juga jahitan.


Arjuna sengaja, menutupi identitas yang sebenarnya. Demi meraih pundi-pundi rupiah, dengan cara yang halal dan caranya sendiri. Ia rela, menurunkan harga dirinya di depan para pegawainya.


Karena ini, merupakan langkah perjalanan hidupnya. Sebagai, Arjuna Rakesagara tanpa jabatan, dan juga kekayaan.


Security itu, memberikan jalan untuk kedua atasannya tersebut. Marsel berjalan di belakang Arjuna, ia nampak menundukkan kepalanya, selaku seperti bagaimana mestinya, seorang bawahan memperlakukan atasan.


Mika terkejut, ketika Arjuna melangkahkan kakinya menuju masuk ke dalam perusahaan.


"Una-Una, coba lihat itu. Itu benar-benar Arjuna!'' sahut Mika, namun Una sudah tidak ada di sampingnya lagi.

__ADS_1


Mika pun hanya menepuk keningnya lagi. "Dasar mata jelalatan! Bukankah dia sering melihat tuan Elgara setiap harinya, tapi saat tuan Elgara belum menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya." Gumam kesal Mika, yang melihat tingkah laku sahabatnya tersebut.


Tidak ada bedanya dengan Ina, sama-sama mata jelalatan!.


"Kiyaaa, tuan Elgara sangat tampan sekali. Aku ingin menjadi istrinya, walaupun menjadi istri yang ke 1000 sekalipun.''


Akal pikirnya sudah tak lagi bisa diselamatkan. Mika hanya menghalang nafasnya, ketika melihat tingkah laku konyol sahabatnya tersebut.


Arjuna dan juga Marsel, masuk ke dalam perusahaan. ia masuk menggunakan lift khusus CEO. Akhirnya, Arjuna bisa menggunakan lift ini lagi, setelah sekian lamanya. Meskipun perusahaan ini, akan menjadi perusahaannya sendiri.


Para reporter dan juga wartawan, ingin mewawancarai sekaligus meliputi tentang tuan muda Elgara, yang kembali lagi pada pekerjaannya setelah sekian lama menghilang.


Mereka semua sangat penasaran, dengan sesosok Elgara. Karena, setelah sekian lama ia menghilang dari dunia bisnis. Kenapa ia ingin kembali lagi, karena berita itu cepat melesatnya dalamnya satu hari.


Tuan besar Gunawan Sudrajat, dan juga Algeria Mahesa tiba di depan perusahaan. Mereka terkejut bukan bukan main, tapi sangat terkejut-sangat tekejut.


Ketika melihat sekumpulan orang-orang, tengah berkerumun dan juga beberapa reporter dan wartawan, yang sudah siap memberikan mereka beberapa pertanyaan.


''Itu tuan besar Gunawan Sudrajat, ayo kita liputi dia saja! Bukankah tuan muda Elgara itu adalah cucunya!." Sahut salah satu reporter.


Dari sana, mereka pun berdatangan menuju mobil yang membawa tuan Gunawan, dan juga Algeria Mahesa yang baru saja terbebas dari penjara.


Tentunya hal tersebut akan segala diketahui oleh Arjuna, ketika ia melihat TV nantinya.


"Bagaimana ini tuan besar! mereka pasti akan meliputi aku juga nantinya." sahut Algeria yang mulai panik.


"Kau tenang saja Alge, pakai mantel ini dan tetaplah di mobil! Aku akan mengunci mobil dari luar. Kau sebaiknya kau bersembunyi saja di dalam mobil, dan jangan kemana-mana. Ingat, jangan kemana-mana! jika kau tetap ingin selamat!." Tegas tuan Gunawan, yang dimengerti oleh Algeria.


Ia pun segera bersembunyi di kursi bagian belakang. Dan menutup tubuhnya dengan mantel besar berwarna hitam itu.


Saat tuan Gunawan keluar nanti, ia akan bersembunyi di mana pintu Gunawan keluar. Dengan begitu, reporter dan juga wartawan tidak akan menemukannya.

__ADS_1


Algeria sudah seperti tawanan, dan juga buronan saja. Meskipun ia sudah bebas, namun tidak menuntut kemungkinan, jika ia akan kembali dijebloskan lagi ke dalam penjara.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2