
Marsel terdiam, ia menahan malunya yang teramat-amat malu. Arjuna yang melihat tingkah konyol Marsel hanya memijat pelan pelipis matanya. Seharusnya Marsel kini sedang bersiap-siap, untuk menghadiri rapat bersama para rekan-rekan bisnis Arjuna.
Arjuna menghela nafasnya dengan panjang. "Cepat pergi, dan hadiri pertemuan bisnis!" ucap Arjuna dengan nada penuh ketegasan disetiap katanya.
Marsel menundukan kepalanya, "Baik tuan, saya pergi." sahut Marsel, ia langsung pergi dari hadapan Arjuna.
Dengan langkah yang tergesa-gesa, Marsel segera menuju mobilnya yang terparkir sembarangan. Ia naik, dan mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sebelum pergi meninggalkan kontrakan Arjuna, ia menyalakan klakson mobilnya dan lalu pergi.
Marsel melirik kembali jam tangannya, ia benar-benar sudah sangat telat. Dengan kecepatan penuh, Marsel membelah jalanan kota dengan mobil mewahnya. Tak peduli lagi tentang larangan dan pelanggaran, ia hanya ingin cepat datang ke perusahaan Arjuna.
"Sial, sepertinya bos muda marah!" dengus kesal Marsel.
Marsela Anggara, adalah seorang anak bungsu dari keluarga Anggara, keluarga konglomerat yang kaya raya. Meski keluarga Anggara adalah keluarga konglomerat, namun mereka tetap bersikap dan berpakain biasa saja. Tidak seperti Marsel, satu-satunya keluarga Anggara yang sangat suka kemewahan, dan suka berfoya-foya dengan uangnya.
Dering telepon terus berbunyi, Marsel tidak menjawabnya dan hanya terfokus pada pandangan yang ada di depannya. Sampai ia sudah berada di perusahaan Arjuna, ia pun mengambil ponsel yang sempat ia buang ke kursi bagian belakang.
"Di mana ponsek murahan itu? Haist! menyesalkan sekali!" dengus kesal Marsel.
"Mana sih!"
"Nah, ketemu!"
Marsel menyalakan ponselnya, ia mendapatkan 9 panggilan telepon tak terjawab dari 'Bos Besar', Marsel menahan salivanya dalam-daalm, kali ini tamatkan riwayatnya.
"Tuan Gunawan pasti sangat marah," celetuk Marsel.
Ia setengah berlari menujun ke dalam perusahaan, saat sudah sampai di resepsionis, mata Marsel tertuju pada pria tua yang sedang membaca koran sambil bertumpang kaki. Marsel menelan salivanya kembali, keringat dinginnya keluar dan ia merasa setengah takut.
Bagaimana tidak, orang yang ada di depannya adalah tuan besar Gunawan.
"Bos besar" sahut Marsel.
"Hmm, Marsel. Kemarilah, ada yang ingin aku katakan," titahnya.
__ADS_1
Marsel mengangguk dan menghampiri bos besarnya itu, tak lupa ia mencium punggung tangan tuan Gunawan yang sudah ia anggap seperti kakek sendiri.
"A-ada, a-apa tuan bos...?" ucap Marsel yang terbata-bata.
Tuan Gunawan menutup koran tersebut, dan melemparkannya pada Marsel. Sontak Marsel pun terkejut bukan main, jantungnya sudah berdebar-debar sangat kencang.
"Sepertinya kau terlalu bersantai, Sel. Aku punya pekerjaan lain untukmu."
Marsel terdiam dan hanya menundukan kepalanya, ia tak berani menatap tuan Gunawan yang berada di sampingnya.
"Ikut aku ke ruanganku!" ujarnya, ia berdiri dan diikuti oleh Marsel dari belakang, menuju lift khusus para petinggi perusahaan.
Tuan Gunawan yang usianya sudah sekitar 54 tahun, masih terlihat awet muda dan tanpa keriput. Tentu saja, holang kaya kan banyak uangnya. Jadi tak heran jika tuan Gunawan awet muda, karena ia selalu rutin melakukan perawatan ke klinik ketampanan.
Ting..... Lift terbuka, tuan Gunawan keluar dari dalam lift dan diikuti oleh Marsel. Jantungnya masih berbedar kencang, entah ancaman apa akan tuan Gunawan berikan pada Marsel.
Tuan Gunawan duduk dikursi kebanggaannya, "Marsel, duduklah" titahnya.
"Marsel, kau mau kan membujuk cucuku untuk mulai bekerja di perusahaan? orang-orang hanya mengetahui Arjuna sebagai Elgara, bukan Arjuna itu sendiri" pinta Tuan Gunawan. Marsel terdiam sebentar, pasalnya Arjuna sangat keras kepala, mana mau ia mendengarkan Marsel.
"Baik bos besar, akan Marsel coba untuk membujuk bos muda" beo Marsel.
Tuan Gunawan mengeluarkan sebuah berkas dari laci mek kerjanya. Lalu ia memberikan berkas tersebut ke Marsel, Marsel mengambilnya meskipun ia sendiri sangat penasaran akan isinya.
"Itu adalah hasil tes DNA Sandiaga dan Arjuna, mereka dinyatakan cocok. Dan tes DNA yang kedua adalah, tes DNA antara Sandiaga dan Arabela. Mereka sama sekali memiliki 0 kecocokan, yang berartikan Arabela itu bukan anak kandung dari Sandiaga. Marsel, kau tau maksudku kan!."
Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Tuan Gunawan, sontak membuat Marsel paham. Ia mengangguk dan tersenyum, ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
"Berikan berkas itu pada Arjuna, dia pasti sangat terkejut jika mengetahuinya"
"Tapi, aku takut jika bos muda akan sakit hati ketika melihatnya bos besar" ungkap Marsel
"Kau tidak perlu khawatir, Arjuna pasti akan mengerti kenapa aku memberitahukannya. Ajak, dan mintalah dia datang. Bawalah beberapa bodyguard untuk membawanya kehadapanku. Bagaimana pun juga, cucuku berhak untuk bahagia!." titah Tuan Gunawan.
__ADS_1
Sudah belasan tahun, antara tuan Gunawan dan Arjuna telah berpisah. Mereka bertemu, saat tuan Gunawan memutuskan untuk mencari keberadaan putri semata wayangnya. Dia adalah Ita Kurniawati, ibu kandung Arjuna yang kini sudah meninggal dunia.
Namun kenyataan pahitlah yang tuan Gunawan terima. Putri semata wayangnya telah meninggal, lantaran depresi berat karena suaminya berselingkuh semenjak awal pernikahan. Dan kini, suaminya itu sudah berada di puncak kejayaannya. Namun, bukan Gunawan Sudrajat namanya. Cepat atau lambat, Sandiaga akan segera turun dari tahtanya.
"Diumur 17 tahun, Ita memutuskan untuk menikah muda dibandingkan kuliah. Aku tidak pernah mencari tahu kabarnya, sehingga Alge memberitahuku tentang Arjuna, yang ternyata dia adalah cucuku. Merupakan dosa besar bagiku, jika aku menelantarkan cucu kesayanganku." ungkap tuan Gunawan, yang langsung dipahami oleh Marvel.
"Kau pergilah, katakan juga padanya. Aku merindukannya, jadi pulanglah malam ini" sahut tuan Gunawan
"Baik bos besar, Marsel pergi dulu"
"Hmmm, kau pergilah menemui Arjuna sekarang juga. Aku sudah menyuruh Vito untuk menggantikanmu dirapat tadi." ucap tuan Gunawan, Marsel mengertukan alisnya.
Sepertinya ia tak asing dengan nama Vito itu. "Vito anak baru magang 3 bulan itu, bos?" tanya Marsel penuh penasaran.
Tuan Gunawan mengangguk. "Iya, kau sudah kenal dia?" tanya balik tuan Gunawan.
Marsel malas menjawab, namun yang berada di depannya ini adalah bos besarnya sendiri. Tidak mungkinkan dia mengatakan yang sebenarnya pada tuan Gunawan.
"Itu... Marsel tau dari beberapa pegawai, katanya dia memiliki cafe didekat kontrakan bos muda. Jadi tak heran jika para pegawai tau tentangnya." bohong Marsel.
VITO adalah perusak hubungan orang, terutamanya hubungan Marsel dengan Miranda. Miranda berselingkuh dengan Vito, lantaran Marsel yang sangat egois dan tak pernah memikirkan perasaan Miranda.
...BERSAMBUNG ...
Tebak-tebakkan kuy, yang jawabannya bener aku kasih hadiah.
Berapa umur kakek Gunawan saat Arjuna 17 tahun?
Hayoloh, berapa ya? kalo kalian bacanya teliti pasti ketahuan. Bisa tulis langsung di kolom komentar, atau DM ke Ig aku ya๐ nanti akan dapat hadiah kecil-kecilan dari aku ๐งก
__ADS_1