
Malam tiba, sekitar pukul 8 malam akhirnya tuan malik dan juga Jeshuno sampai di Indonesia. Kabar kematian Arabela belum terdengar sampai luar, bahkan sampai Jahe atau jaemin sahabat dekat Bela belum ada yang diberitahu. Dengan langkah yang cepat, tuan malik segera turun dari jet pribadinya dan langsung masuk ke dalam mobil untuk pergi ke rumah sakit yang sedang di tuju.
“Tuanku, sabar sikit.” Keluh Jeshuno, yang melihat tingkah tuan malik ini begitu tergesa-gesa.
“Cepatlah sikit! Awak sudah tak sabar tengok Kamboja!”
Mereka pergi menggunakan mobil yang jeno sudah siapkan, bukanlah hal yang mudah untuknya untuk mempersiapkan semuanya. Jeno harus matang dan juga penuh persiapan agar di negara ini ia tak luntang lantung mencari kendaraan.
Dengan berat hati, kakek gunawan melepaskan Arabela dengan ikhlas. Meskipun Arjuna adalah cucu kesayangannya ia harus rela jika cucu menantunya itu telah pergi selama-lamanya.
“Padalah dia masih mudah, ada banyak hari untuk dilewati bersama Arjuna. Tapi mau bagaimana lagi, Arabela sudah dipanggil…” lirih, sedih rasanya ketika Alge dan Marsel berada di ruang mayat bersama denga kakek gunawan untuk melihat Arabela yang kini sudah berbaring dengan kaku.
“Semoga dia tenang di alam sana” ucap Alge
“Aamiin.” Ucap Kakek dan juga Marsel.
Waktu terus berputar, saat mereka hendak akan keluar dari kamar mayat. Seseorang datang lengkap dengan para perawat dan juga dokter, ia begitu tergesa-gesa. Dengan postir tubuh yang tinggi dan masih memakai jas, kakek gunawan tidak tahu jika itu adalah ayah kandung dari Arabela.
“Di sana pak cik, kita dah sampai sikit lagi.” Ucap sang dokter yang berusaha berbicara bahasa melayu
“Mana? Cepatlah sikit, kau nak jalan fashion show keh?”
Saat mereka datang, tepat pada saat itu juga tuan malik datang di hadapan kakek gunawan. Spontan saja keduanya sama-sama terkejut, mereka tidak saling kenal dan saat itu juga dokter yang memperkenalkan mereka berdua.
__ADS_1
“Pak gunawan, ini adalah tuan Malik. Ia terbang langsung dari Malaysia ke Indonesia untuk melihat korban, apa pak gunawan mengizinkannya?”
Kakek gunawan saat itu bingung harus jawab apa, sedangkan sang dokter sebeumnya tidak memberitahu sedikitpun tentang tuan malik.
“Oh, silakan.”
Dengan pengawan kakek Gunawan, tuab malik dan juga Jeshuno masuk dan melihat keadaan Arabela yang diyakini adalah Kamboja anaknya. Saat kain itu dibuka, alangkah terkejutnya ketika ia tahu jika wajah Arabela sangat mirip dengan istrinya saat muda dulu.
“Tidak! Dia mirip macam Rose, tapi dia bukan Kamboja anakku!” ucap tuan Malik dengan histeris.
Kakek dan juga Marsel masih syok, tidak untuk Algeria yang pasti akan mengira ini akan benar-benar terjadi. Cassandra datang ke kamar mayat, karena sebelumnya ia tidak mau diajak ke sini lantaran takut. Cassandra langsung memeluk Alge, dengan isak tangis yang sedu bersama tuan malik.
“S-setiap, pe-pertemuan, akan, m-mengalam-mi, p-perpi-sahan.” Ucap Sandra dengan begitu terbata-bata. Alge mengajak istrinya untuk pergi, sampai ia sendiri pun juga ikutan menangis sakit sendunya.
Sedangkan kakek gunawan masih bingung dengan apa yang sudah terjadi, ia pun segera mempertanyakannya pada dokter yang sedang berada di sana.
Sang dokter pun lalu menjelaskannya pada kakek Gunawan tentang siapa orang yang ia panggil aneh.
“Dia adalah tuan Malik. Ahmad khoerul Malik, pengusaha berasal dari Malaysia yang dikabarkan telah kehilangan anaknya semenjak 23 tahun yang lalu, dan kasus itu hampir ditutup 20 tahun lalu. Karena, baik Indonesia ataupun Malaysia pada tahun itu penculikan dan juga penjualan organ manusia dipasar gelap sangat marak-maraknya. Jadi polisi menyimpulkan, jika anak dari tuan malik sudah lama meninggal dunia.” Jelasnya, kakek barulah paham sedikit-sedikit tentang apa yang telah terjadi. Mengingat tentang Arabela bukanlah anak kandung dari Sandiaga.
“Apakah akan ada pengetesan test DNA, dok?” tanya kakek Gunawan.
“Ya, para dokter ahli sudah mengantongi sempel darah dan juga rambut dari cucu anda. Pengetesan sedang dilakukan dan akan keluar besok, itu adalah waktu yang sangat singkat dibandingkan seperti waktu biasanya.”
__ADS_1
Kakek akhirnya mengerti, begitu juga dengan Alge dan Marsel. Ia paham kini sudah terbongkar semuanya, kakek juga berharap jika tuan malik adalah orang tua kandung dari Arabela. Sehingga Bela dapat segera dikebumikan dengan layak.
“Tuan, baiknya kite kembali ke hotel. Tuanku tak payah risau, ada awak dan kite semua dah tangkap pelaku tuh.” Ungkap Jeno, mengingat kesehatan tuan Malik yang kian menurun karena sudah lelah mencari keberadaan Arabela di mana.
“Awak nak di sini, temani Kamboja. Kau pergilah, Jeno. Tak payah risau karna awak, awak bisa jaga dia baik-baik.”
Kamboja, apakah itu adalah nama Arabela yang sebenarnya. Dengan berani, kakek gunawan memegang pundak tuan Malik yang terus menerus memeluk Arabela dengan isak tangis.
“Bisa kita bicara sebentar tuan? Saya kenal dengan gadis ini, mari kita bicarakan di luar.” Ucap kakek Gunawan, sang dokter menjelaskan dengan menambahkan bahwa kakek gunawan adalah kerabat dekat dengan Arabela.
Mereka berdua duduk di kursi, hari sudah sangat gelap dan mereka perlu berbicara untuk saling meluruskan apa yang sudah terjadi.
“Saya dengar, anda adalah seorang pengusaha dari Malaysia yang telah kehilangan anak sejak 23 tahun terakhir. Saya tidak tahu, dan juga saya tidak bisa bicara jika anda adalah ayah biologis dari Arabela. Biarkanlah test yang DNA yang menjelaskannya, tapi saya ingin mengatakan pada anda tentang hidup Arabela yang saya ketahui.”
Arabela, jadi itulah nama yang kini putrinya sedang pakai. Pantas saja, tuan malik tidak pernah tahu tentang keberadaan Kamboja. Karena penculikan itu terjadi sangat lama sekali, dan juga terjadi saat Kamboja bayi.
“Betulkan pak cik? Boleh saya dengar tentang Kamoja semasa hidupanya?” tanya tuan malik
“Tentu saja boleh, sekitar 23 tahun lalu. Anakku bercerita padaku, dia mengatakan jika suaminya telah berselingkuh dan selingkuhan itu telah melahirkan seorang anak perempuan. Kau sendiri pasti bisa tebak, siapa anak perempuan itu. Dia adalah Arabela, dan selingkuhan menantuku adalah Naracha. Dia adalah wanita yang membocorkan semuanya pada polisi, aku tahu dari Algeria. Pria yang sedari tadi memeluk istrinya yang menangis histeris, polisi dapat menyimpulkan jika tuan malik yang dikatakan adalah tuan malik dirimu. Seorang pengusaha di malaysia, dan juga kasusnya sangat pas dengan umur yang Arabela miliki. Dan yang perlu kau ketahui, Bela atau Kamboja anakmu dia sudah menikah dengan cucuku.”
Bagaikan disambar dengan petir, bahkan saat pernikahan putrinya ia tak sempat melihatnya.
“Macam mana bisa macam tuh? Awaklah ayah biologisnya!” tuan malik dengan isak tangis yang tersisa masih belum bisa menerima takdir yang mempermainkan dirinya.
__ADS_1
“Sabarlah, semua sudah terjadi. Anda bisa mengebumikan Arabela jika anda memang benar-benar ayah biologisnya, biarkan cucuku atau suami dari putrimu yang nanti menjelaskan secara rinci padamu.”
BERSAMBUNG