Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Kita Bertemu Lagi


__ADS_3

Arjuna masuk kembali ke ruangannya, diikuti dengan Marsel yang berada di belakangnya. Ia nampak begitu kesakitan, karena menahan hawa perih yang ia rasa di kulitnya.


''Marsel, kau duduklah dulu, aku akan mengambil baju.'' Titah Arjuna, Marsel menganggukinya dan langsung duduk di sofa tamu Arjuna.


Arjuna mengambil paper bag yang berada di bawah mejanya, ia pun kembali mendekati Marsel sambil membawa paper bag tersebut. Dan Arjuna memberikannya pada Marsel, tentunya untuk ia pakai karena Arjun tidak tega dengan Marsel yang seperti ini.


''Ambil ini, kau pakailah pakaian milikku. Kau boleh menggantinya di kamar mandi pribadiku, cepat sana ganti pakaianmu itu!."


Marsel pun segera pergi ke kamar mandi pribadi Arjuna. Satu set pakaian formal telah ia gunakan, dan ia siap untuk bekerja kembali.


''Bos muda'' sahut Marsel, ia membawa paper bag yang berisi pakaian kotornya.


''Kau sudah mengganti bajumu? Bawa ini ke ruangan divisi pamasaran'' sahut Arjuna, ia memberikan beberapa berkas yang ia taruh dimeja.


Marsel segera mengambilnya, dan segera melaksanakan tugas dari Arjuna.


''Baik bos muda, aku pergi terlebih dahulu'' pamit Marsel


"Heeem, pergilah.''


.........


Sandiaga terpuruk dalam kesedihan, ia tak bisa berdiam diri saja jika perusahaan dan rumah istananya dibawa oleh Bank. Bagaimana tidak, perusahaan yang sudah ia bangun sejak dari nol itu sebentar lagi akan hancur.


Arabela datang menghampiri ayahnya ke ruangannya, ia nampak sedang mengacak-acak rambutnya itu.


''Pi, kenapa?'' tanya Arabela yang khawatir pada ayahnya itu.


Sandiaga melirik Arabela sang putri kesayangannya itu. ''Bela, kenapa kau kemari?''


''Aku merindukan papi, papi kenapa keluar rumah tadi begitu kesal. Apa papi dan mami bertengkar?''


Sandi terdiam, ia tak bisa mengatakan jika mereka sudah sama-sama berkhianatkan.


Hanya membalas dengan senyuman, Sandiaga begitu menyesali perbuatannya itu.


''Papi hanya kesal pada mami, ia begitu hedon dan tak memikirkan dengan jangka panjang'' bohong Sandi, Arabela hanya mengangguk dan duduk samping ayahnya itu.

__ADS_1


''Bel, nanti lusa om Burhan mengadakan pesta pernikahannya, tapi dengan catatan harus pergi membawa pasangan. Kau pergilah bersama pacarmu, kau mau kan?'' tanya Sandi.


Spontan, Arabela pun terdiam. Pacar dari mana, dari hongkong. Ia sama sekali tidak memiliki kekasih, hanya saja Bela dulu pernah menyukai seniornya saat masih berkuliah di Amsterdam - Belanda.


''Pi, tapi Bela tidak punya pacar...'' lirih Bela


''Tidak punya? Kau yakin?!'' tanya sandi yang tak percaya.


Arabela pun mengangguk. ''Eeem, iya pi.'' Sandi pun berpikir sejenak, bagaimana jika ia meminta Arjuna untuk menemani Arabela.


Sandiaga segera menepis pikirannya itu, untuk apa ia meminta petolongan Arjuna.


''Tidak apa, om Burhan pasti paham. Nanti kau belikan saja sepasang sepatu couple untuk om Burhan dan istrinya.'' Ucap Sandiaga, ia mengeluarkan dompetnya dan memberikan black cardnya.


''Pakai ini untuk membelinya, sekalian saja untuk shoping dan ke salon'' ucap Sandi, Bela tersenyum penuh dengan mata yang berbinar-binar.


''Benarkah, pi?''


Sandiaga mengangguk pelan. ''Yeeey, terima kasih ayah''


Kebahagiaan sederhana itu membuat Sandiaga senang, walaupun hanya sebatas melihat senyuman dari putrinya itu.


.........


Hari itu pun tiba, Arjuna dan Marsel pergi ke pesta perayaan ulang tahun pernikahan pak Burhan, namun siapa sangka Arjuna dan Arabela akan bertemu lagi.


Marsel mengendarai mobil dengan kecepatan yang sedang, jam ditangan Arjuna sudah menunjukan pukul 9 malam. Pesta perayaan itu akan segera mulai, namun mereka belum menunjukan batang hidung mereka berdua, hahaha.


''Bos muda, bagaimana ini? Waktu kita sudah sangat mepet?" tanya Marsel


Arjuna spontan menjawab. "Tidak perlu khawatir, kita sudah telat dan juga tidak membawa pasangan. Jadi untuk apa dipermasalahkan?''


Apa yang dikatakan Arjuna ada benarnya juga, Marsel memahami baik-baik perkataan bos mudanya itu.


''Baik bos muda. Oh iya bos muda, hadiah untuk Pak Burhan saya sudah menyiapkan Sepasang Sepatu couple, tidak apa-apa kan? Aku harap Bos muda akan menyukainya'' harap Marsel.


Arjuna pun melirik ke depannya, yang di depan Marsel sedang mengemudi itu. ''Kenapa bertanya kepada aku? suka atau tidaknya itu kan urusan Pak Burhan. Biarkan saja ia tidak suka, lagi pula aku tidak peduli.'' Ucap Ajuna, Marcel pun mengangguk dan kembali fokus pada Jalan Raya.

__ADS_1


Sampailah mereka di gedung perayaan itu, banyak sekali orang orang yang dari kalangan bisnis, mereka hadir untuk memberi ucapan pada pak Burham dan juga istrinya yang sedang berbahagia itu.


Tanpa Arjuna sadari, Arabela pun ikut merayakan pesta ulang tahun pernikahan pak Burhan. Ia datang dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada mereka berdua, Arjuna melirik saudari tirinya itu, tidak-tidak! lebih tepatnya orang asing yang kini menjadi orang saudari dirinya.


Marsel yang peka pun langsung memberitahu Arjuna, bahwa ada Arabela di sini.


''Bos muda'' sahutnya


Arjuna mendongkak kembali, ia berpaling dari layar ponselnya. ''Heeen. Ada apakah memanggilku? Apa ada sesuatu?'' Marsel pun mengganggu dengan pelan, ia mengangkat tangannya dan menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah Arabela.


Arjuna segera melihat siapa yang Marsel tunjuk itu, bahwa ternyata itu adalah Arabela. Dengan penuh keterpaksaan, dan mau tidak mau Arjuna harus tetap menghadiri pernikahan pak Burhan.


"Sepertinya aku sudah menemukan mainan baruku, Sel." ucap Arjuna, Marsel langsung melihat bos mudanya itu yang tepat berada di belakangnya.


''Mainan baru, apakah itu Arabela yang akan bos muda mainkan?" tanya Marsel dengan penasaran.


''Iya, aku akan mempermainkannya demi balas dendam pada ayahku. Apa kau siap melihat kegilaanku Marsel?'' Marsel pun langsung menggelengkan pelan kepalanya.


Ia tak bisa membayangkan gilanya Arjuna, untuk mempermainkan Arabela adalah saudari dirinya. Tapi tanpa Marsel ketahui, jika Bela bukanlah saudarinya. Itulah yang membuat Arjuna semakin penasaran, ia berharap bisa menemukan bongkahan berlian dari kisahnya ini.


"Ayo Marsel, kita datang menuju Pak Tua itu dan kita beri sambutan hangat untuknya"


"Baik bos muda, aku akan memarkirkan mobil terlebih dahulu"


Dan pesta pun akan segera dimulai, mereka bergegas masuk ke dalam walaupun sedikit telat, setidaknya Arjuna dan juga Marsl sudah datang menempati janji mereka untuk datang.


Meskipun mereka berdua mendapatkan pandangan buruk dari orang-orang yang melihat mereka berdua. Akan tetapi Arjuna dan juga Marsel menepis kembali pandangan buruk tersebut, pak Burhan menyambut mereka dengan hangat.


Arjuna dan pak Burhan sangat asyik mengobrol, entah itu tentang bisnis ataupun tentang kehidupannya tuan muda Elgara.


''Elegara, bagaimana perasaanmu setelah kembali lagi ke dunia bisnis?" anya pak Burhan yang penasaran, dan dengan spontan Arjuna pun menjawab.


''Biasa saja, aku memang sudah kembali sejak dulu. Namun aku hanya merubah identitas itu saja." Jawab Arjuna dengan bangganya.


Sedangkan Ia lupa jika sang sahabat, sekretaris dan juga asisten pribadinya telah menghilang, karena tidak menunjukkan batang hidungnya dari tadi, padahal mereka baru saja sampai di sini.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Nah loh, om marsel kemana ya?


__ADS_2