Panah Balas Dendam Arjuna

Panah Balas Dendam Arjuna
Introgasi


__ADS_3

Kantor Polisi


“Jadi apa tujuanmu melakukan semua ini?” tanya sang inspektur yang sedang mengintrogasi Naracha.


“Tidak ada, aku hanya rindu anakku saja” jawab Naracha


“Bohong, mana ada seorang ibu yang tega menghabisi anak kandungnya sendiri yang sedang hamil cucunya.”


Mendengar perkataan itu, spontan Naracha tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


“Apa hamil? HAHAHAHA, memang siapa yang mengatakan dia anak kanduungku? Toh yang dikandung itu adalah cucu dari tuan malik, bukan cucuku.” Semuanya terdiam, begitu juga dengan Algeria yang mendengarnya.


“Apa ini! APA MAKSUDMU!” teriak Alge


“Kenapa? Kau tidak percaya ya? Kasihan sekali ya anak perempuan itu. Sudah berpisah dengan keluarganya sedari bayi, dikhianati oleh suaminya, lalu sekarang meninggal begitu saja saat aku sudah beritahu jati diri yang sebenarnya.”


Perkataan dari Naracha dicerna sangat jelas oleh Algeria. Apa yang sudah terjadi selama ini, apa Arabela bukanlah Arabela yang sebenarnya.


“Apa niatanmu melakukan ini semua?”


“Tidak ada, selain memoroti kekayaan dari suamiku saja. Aku mana tahu dia akan mati begitu saja, dasar lemah.”


Ingin rasanya Alge memukul wanita satu ini, bisa-bisanya dia tidak menganggap enteng kasusnya.


“Tungu dulu, jati selama ini Arabela bukanlah anak kandunmu?” tanya Alge dn Naracha pun mengangguk.


“Lalu anak siapa?” tanya sang inspektur


“Tuan malik, dia pengusaha di Malaysia. Kalian cari saja, aku tidak mau memberitahu secara detailnya.”


Mereka menemukan titik terang namun buntu, orang dengan nama Malik berprofesi pengusaha di malaysia sangatlah banyak. Algeria naik darah, ia menggebrak meja dan menunjukan raut wajah seramnya.


“KATAKAN JIKA TIDAK INGIN AKU BUNUH!” teriak algeria. Namun, sang inspektur berhasil menahan Alge si pria berbadan kekar tersebut agar tidak mengamuk.


“Sabar, pak. Kita tidak usah ikut terpancing dengannya” ucap sang inspektur

__ADS_1


“Diamlah kau, aku sudah mencoba untuk sabar Hasan! Biarkan aku yang mengurus kasus ini” ucap Alge dengan penuh ketegasan.


“Tidak, pak. Bapak sudah berjanji untuk tidak ikut campur lagi, kali ini biarkan kami pihak kepolisian dan hukum yang menyelesaikan kasus ini.”


Hasan Dermawan, adalah inspektur muda yang bertugas untuk mengintrogasi dan juga sudah berhasil memecahkan kasus-kasus di tanah air. Dia pernah dibantu oleh seorang mafia, untuk menyelesaikan kasus perdagangan organ manusia. Yang kala itu banyaknya kasus penculikan membuat warga sekitar resah dan juga was-was.


Bertemulah ia dengan Algeria, dia yang membantu Hasan untuk menyelesaikan kasus. Dan hasan juga membantu alge untuk masuk penjara, demi mengelabui para musuhnya. Mereka saling membantu kala itu, kini Hasan harus menyelesaikannya sendiri dengan garis hukum yang ada.


“Apa kau tuli, hasan? Apa yang dia katakan tadi, dia telah menculik dan sudah melakukan pembunuhan!”


“Sabarlah, pak. Sabar, kita selesaikan baik-baik kasus ini” Hasan melesai Algeria yang kala itu hanya mereka beriga diruang introgasi.


“Sabar? Entah sampai kapan aku harus bersabar, inilah alasan kenapa aku tidak mau bekerjasama dengan pihak kepolisian lagi.”


Perdebatan Algeria dan juga Hasan membuat Naracha senang, Naracha sudah seperti orang gila yang kehilangan akalnya.


“Pak, ingatlah sekarang kau sudah punya tuhan. Kau akan berdosa jika kembali membunuh seseorang.”


DEG! Alge terdiam sambil menatap Naracha bagaikan anjing yang sedang melihat musuhnya.


“Kita selesaikan baik-baik dulu, jika dia susah untuk diperingati kita mulai introgasi yang sebenarnya!”


Alge tersenyum, ia harus segera mendapatkan informasi dari Naracha agar Arabela bisa di ke bumikan segera. Biarlah kedua orangtuanya tau, jika ia pernah memiliki anak dan kini masih hilang.


“Katakan, tuan malik yang kau maskud itu tuan malik yang mana?” tanya Alge


Naracha menggelengkan pelan kepalany, ia enggan untuk menjawab pertanyaan dari Alge. Alge harus kembali bersabar, ia menghembuskan napasnya dengan berat.


“Nyata atau nyawa?!” ucap Algeria dengan penuh ketegasan


“Tuan malik, pengusaha dari perusahaan LJ Company di Malaysia. Istrinya seorang selebritis di Singapure, itu informasi yang aku ketahui dari anak ini sebelum aku beli dari pembantu yang menjual anak ini. Pembantu itu telah lama menghilang, dia menculik dan menawarkan bayi bernama kamboja padaku.” Jelas Naracha, mendadak ia mau mengakui semuanya tanpa bermain kotor sedikitpun.


Beruntunglah Hasan sudah merekam apa yang Naracha katakan, itu memudahkan baik Alge ataupun Hasan untuk mencaritahu siapa orang tua dari Arabela yang sebenarnya.


“Jadi nama aslinya adalah Kamboja ya. Tunggu dulu, aku pernah dengar nama itu!” sahut Hasan, ia segera merogoh kantung celananya dan mengeluarkan ponsel.

__ADS_1


“Kau tahu, Hasan?” tanya Alge


“Tidak, tapi beberapa waktu lalu ada seorang pria yang melaporkan padaku jika majikannya yang berada di negara tetangga masih kehilangan anaknya. Bahkan mereka sudah lapor polisi beberapa tahun silam, menyewa detektif terkenal dan juga kasus ini hampir ditutup. Ketemu!”


Alge mengintip ponsel Hasan, jika ia tengah mendapatkan pesan dari seseorang bernama ‘Jeshuano’ atau ‘Jeno’


“Kita menemukan titik terang, pak. Mungkinkah yang dimaksud Narachaadalah tuan malik yang Jeno buat laporan penculikan anak tahun lalu.”


Rumah Sakit


Kakek gunawan menangis melihat cucu dan juga menantunya yang kini sedang menjalani operasi di rumah sakit. Mau tidak mau dia harus segera mensetujuinya terlebih dahulu, karena ini demi keselamatan Arjuna dan juga menantunya.


“Apa yang sudah terjadi marsel? Kenapa Arjuna seperti ini!” kakek gunawan menangis dengan begitu histeris.


“Aku juga tidak tahu yang sebenarnya, aku tau dari kak Alge. Maaf tuan besar, aku benar-benar tidak tahu … “ lirih Marsel, ia taj bisa memberitahukan yang sebenarnya yang terjadi.


Jika tidak, kakek gunawan akan terkena serangan jantung lagi. Mereka bertiga menunggu di depan ruang operasi, kakek gunawan igat dengan cucu menantunya yaitu Arabela.


“Bela… dia di mana? Apa dia sudah tau jika Arjuna dan juga ayahnya sedang berada di rumah sakit?” tanya kakek gunawan


“Kek, istri tuan muda sudah meninggal dunia karena keguguran dan kehilangan banyak darah. Kakek bersabarlah, semua pasti akan segera berlalu…”


Isak tangis pecah, kakek Gunawan pingsan setelah mendengarnya. Marsel dan juga Cassandra yang panik segera memanggil perawat, baik Marsel ataupun Cassandra tidak ingin jika terjadi sesuatu dengan kakek gunawan nantinya.


“Kakak ipar tunggulah di sini, aku akan panggil beberapa tenaga medis untuk membawa tuan besar.” Ucap Marsel, Cassandra mengangguk dan menjaga kakek untuk sementara waktu saat Marsel memanggil tenaga medis siapa saja untuk membantu kakek gunawan.


***


“Permisi, apa ini ponsel milik korban kebakaran dini hari tadi? Ada seseorang yang selalu meneleponnya sedari tadi, mungkin ini telepon dari keluarga atau kerabat.” Polisi itu masuk ke ruangan introgasi dan memberikannya ke Hasan, Hasan memberikannya ke Algeria.


“Bapak tau siapa itu?” tanya Hasan.


Alge melihat dengan seksama, nomer yang sedang menghubungi diponsel Arjuna adalah nomer yang sangat familiar baginya. Dan lagi, pengakuan dari Naracha jika Arabela telah dikhianati oleh suaminya didukung oleh bukti ini.


“Afriska menjadi selingkuhan dari Arjuna?” gumam Alge.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2